MALANG, Tugujatim.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) dan Mahasiswa PPG (Pendidikan Profesi Guru) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengembangan media pembelajaran Immersive Learning berbasis Augmented Reality (AR).
FGD digelar pada Selasa (29/04/2025) dengan dihadiri langsung oleh beberapa perwakilan guru dan staff SMP dan SMA di Kota Malang. Mereka berdiskusi secara mendalam terkait Produk AR.
Sekretaris LPPM UM, Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., mengatakan bahwa FGD ini merupakan tahap awal untuk perbaikan produk sebelum dipresentasikan pada saat conference.

“Kegiatan ini awalan, sebelum nantinya ada FGD kedua skala besar membahas hasil dan sebelum kita presentasikan di conference atau guest lecturer untuk menyampaikan hasil secara utuh,” ungkapnya.
Lebih lanjut Hary menegaskan bahwa pembelajaran perlu adanya inovasi, agar guru dan siswa bisa beradaptasi dengan teknologi yang baru dan tidak menimbulkan kejenuhan belajar.
BACA JUGA: UM Masuk 10 Besar Kampus dengan Sitasi Tertinggi di Indonesia
“Pembelajaran itu perlu inovasi dengan memberi inovasi kepada guru sekaligus pada siswa bahwa materi itu tidak jenuh,” lanjutnya.
Dengan demikian akan terlihat hasil efektif dan efisiensi dari peningkatan belajar sebelum dan sesudah menggunakan AR.

“Kita tahu peningkatan di pembelajaran akan kelihatan efektif dan efisien digunakan di jenjang sekolah,” tuturnya.
Pengembangan produk AR ini ditargetkan kepada siswa SMP dan SMA jenjang tertentu, hal ini disampaikan oleh Ketua Pelaksana FGD, Nanda Dafi Aprilianto S.Pd.
“Kami merancang produk untuk pembelajaran di sekolah SMP 8-9 dan SMA 10-11,” ucap Nanda.
BACA JUGA: Universitas Negeri Malang Bangun Gedung Poliklinik
Menurutnya, FGD diperlukan sebagai bahan masukan untuk perbaikan dan evaluasi produk AR sebelum dikembangkan dan diimplementasikan ke siswa dan guru. Sebelumnya, teknologi AR sudah diujicobakan ke dua sekolah berbeda yaitu SMPN 25 Malang dan SMAN 4 Malang.
“Dari situ kita ada gambaran ketertarikan terhadap media pembelajaran, jadi kita perlu masukan guru di kota malang sehingga diadakan FGD,” tegasnya.
Nanda berharap dengan inovasi pembelajaran yang diciptakan oleh tim PPG UM dan LPPM UM bisa mendapatkan support dan diterima baik serta bisa diimplementasikan jangka panjang.(Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Sinta Ayudia
Editor: Darmadi Sasongko







