MALANG, Tugujatim.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) mengadakan agenda Guest Lectures dalam kegiatan Seminar Nasional dan Pameran Hasil PPM 2025 di Graha Cakrawala UM, Kamis (20/11/2025).
Agenda LPPM UM ini merupakan hasil dari penelitian Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) dengan judul “Optimalisasi Evaluasi Pembelajaran dan Assessment Siswa SMA-SMK Menggunakan Pendekatan Spatial Multi-Criteria Analysis (SMcA) dan Educational Data Mining (EDM)”.
Baca Juga: Pameran LPPM UM Makin Meriah di Hari Kedua, Inilah Daftar Pemenang Lomba Poster dan Fakultas Terbaik
Kolaborasi UM dengan Perguruan Tinggi dalam Negeri dan Internasional
Untuk diketahui, Guest Lecturer merupakan hasil kolaborasi riset UM dengan perguruan tinggi dalam negeri dan internasional. Tidak hanya itu, penelitian ini didukung oleh SMA/SMK se-Jawa Timur dan sekolah di Malaysia.
Dosen Pendidikan Teknik Informatika UM dan Sekretaris LPPM UM sekaligus Ketua Penelitian “Optimalisasi Evaluasi Pembelajaran dan Assessment Siswa SMA-SMK Menggunakan Pendekatan Spatial Multi-Criteria Analysis (SMcA) dan Educational Data Mining (EDM)” Dr Hary Suswanto ST MT mengatakan, kolaborasi penelitian ini dilakukan oleh tiga perguruan tinggi dan SMA/SMK se-Jawa Timur.

“Riset kolaborasi kami itu adalah perpaduan antara tiga perguruan tinggi, UM, Universitas Teknologi Malaysia (UTM) Johor Bahru, dan Universitas Madura Pamekasan. Didukung oleh 12 SMA-SMK di Jawa Timur, 12 guru, 3 sekolah di Malaysia, dan mahasiswa,” ujar Hary.
Dia menjelaskan tujuan dari penelitian ini, yaitu sebagai bahan rekomendasi departemen pendidikan.
“Kolaborasi tersebut digunakan untuk bahan rekomendasi departemen pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah terkait penerimaan siswa baru, termasuk penggunaan IoT (Internet of Things, Red),” kata Hary.
Optimalisasi Evaluasi Pembelajaran dan Asesmen Siswa SMA-SMK
Melalui agenda Guest Lectures, Hary menerangkan indikator penilaian untuk mengoptimalkan evaluasi pembelajaran dan asesmen siswa SMA-SMK.
Berikut ini gabungan indikator penilaian yang digunakan untuk mengoptimalkan evaluasi pembelajaran dan asesmen siswa SMA-SMA:
1. Metode konvensional, antara lain nilai ujian, nilai tugas, dan partisipasi belajar.
2. Metode SMcA, antara lain pengaturan pembelajaran, model pembelajaran, faktor pendukung, dan aksesibilitas.
3. Metode EDM, antara lain jaringan jalan, fasilitas pendidikan, faktor pendukung (tenaga pendidik, sosial ekonomi, waktu tempuh, lingkungan), dan kompetitor
Selain itu, Hary juga menjelaskan atribut penelitian dengan menggunakan asosiasi dan model penilaian yang inklusif berdasarkan petunjuk berbeda untuk mengatasi kebutuhan siswa yang beragam.
Berikut bentuk asosiasi dan model penilaian inklusif tersebut:
1. Pengaturan pembelajaran, meliputi kriteria visual, auditory, reading/writing, dak kinestetik.
2. Model pembelajaran, meliputi kriteria aktivitas pembelajaran, kognitif, pengaturan pembelajaran, demografi, dan sosial.
3. Faktor pendukung, meliputi kriteria pengajar, sosio ekonomi, fasilitas dan infrastruktur, lingkungan, dan kompetitor.
4. Aksesibilitas, meliputi kriteria jarak ke sekolah dan waktu berangkat ke sekolah.
Assessment and Evaluation in the Era of AI-Ensuring Originality, Integrity, and Authentic Learning
Pada agenda ini, peneliti mitra dari Fakulti Sains Pendidikan dan Teknologi Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Assoc Prof Ts Dr Aede Hatib Bin Musta’amal menguraikan tantangan yang dihadapi oleh guru.
“Tantangan yang sedang dihadapi oleh guru, yaitu hilangnya integritas orisinalitas dan akademik, erosi pemikiran kritis dan kreatif, serta kesulitan merancang penilaian yang adil dan akurat,” kata Aede.
Selanjutnya, dia menerangkan bagaimana cara untuk mengatasi atau solusi untuk guru dan siswa dalam hal kemajuan teknologi artificial intelligence (AI).

“Solusi praktis untuk guru dan siswa dapat dilakukan dengan pergeseran ke proses penilaian berbasis, merancang penilaian terpadu AI, menilai keterampilan Higher Order Thinking Skills (HOTS), memperkuat keterampilan berpikir kreatif dan kritis, serta meningkatkan penilaian otentik,” kata Aede.
Kemudian untuk menyukseskan solusi tersebut, siswa dapat diarahkan pada penggunaan AI yang etis dan efektif.
“Langkah selanjutnya, membimbing siswa pada penggunaan AI yang etis dan efektif, melalui literasi AI, apa yang siswa harus tunjukkan dalam pekerjaan mereka, serta membangun budaya AI yang sehat di sekolah,” kata Aede.
Peneliti dari UTM Bakal Kembangkan Potensi Pelajar
Aede menyampaikan kesannya selama bekerja sama dengan UM dalam hal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta ketika berkesempatan menjadi pemateri Guest Lectures pada kegiatan Seminar Nasional dan Pameran Hasil PPM yang diselenggarakan oleh LPPM UM.
“Saya merasakan bahwa ini suatu aktivitas yang baik sekali bagi mengembangkan potensi pelajar yang terlibat dalam activity (kegiatan, Red), bukan saja riset tetapi juga pengabdian kepada masyarakat, dan ini mendekatkan lagi di antara universitas dan pelajar terhadap masyarakat,” ujar Aede.
Dia berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat.

“Saya mengharapkan bahwa UM akan terus menjalankan aktivitas seperti ini kerana (karena, Red) mempunyai kesan atau dampak yang baik bukan saja terhadap pelajar, tetapi juga kepada masyarakat,” harap Aede.
Selain itu, Aede juga mengharapkan kerja sama UM dan UTM dapat berlanjut lebih baik ke depannya.
“Sekarang ini kami melakukan banyak kerja sama di antara UTM dan UM, kerja sama ini diharap dapat diteruskan lagi bagi mengukuhkan lagi hubungan kerja sama tetapi pada masa sama juga dapat meningkatkan quality (kualitas, Red) dan juga visibility (visibilitas, Red) kedua-dua universitas ini,” lanjut Aede.
Daftar Sekolah yang Bekerja Sama dalam Penelitian
Berikut beberapa daftar sekolah SMA/SMK yang mendukung penelitian kolaborasi UM, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dan Universitas Madura (Unira).
1. SMAN 4 Malang, Jawa Timur, Indonesia
2. SMK Bina Bangsa Dampit, Jawa Timur, Indonesia
3. SMKN 3 Malang, Jawa Timur, Indonesia
4. SMKN 12 Malang, Jawa Timur, Indonesia
5. SMK PGRI 3 Malang, Jawa Timur, Indonesia
6. SMKN 3 Batu, Jawa Timur, Indonesia
7. SMKN 1 Pakong, Jawa Timur, Indonesia
8. SMAN 2 Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia
9. SMKN Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia
10. SMKS Magetan 1 YKP, Jawa Timur, Indonesia
11. SMKN 3 Boyolangu, Jawa Timur, Indonesia
12. SMA Baitul Arqom Jember, Jawa Timur, Indonesia
13. Kolej Vokasional Kota Tinggi, Johor Bahru, Malaysia
14. Kolej Vokasional Tanjung Putri, Johor Bahru, Malaysia
15. Kolej Vokasional Tanjung Piai, Johor Bahru, Malaysia. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nur Laila Khoriroh/Magang
Editor: Dwi Lindawati








