SURABAYA, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil menyumbang sebanyak 123 medali untuk kontingen Jawa Timur di ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON XXI 2024 Aceh-Sumut.
Agenda olahraga multievent tersebut berakhir pada Jumat (20/9/2024) lalu. Hasilnya, kontingen Jawa Timur menduduki peringkat ketiga dengan raihan medali 145 medali emas, 135 medali perak, dan 141 medali perunggu.
Dari 425 perolehan medali dari Jawa Tinur tersebut, 123 diantaranya dicetak oleh mahasiswa Unesa Surabaya melalui berbagai cabanh olahraga (cabor).
“Rinciannya ada 36 emas, 47 perak, dan 40 perunggu diboyong atlet UNESA yang turun di puluhan cabor,” ucap Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Dwi Cahyo Kartiko, Senin (23/9/2024).
Tidak hanya dari Fakultas Keolahragaan dan Kesehatan, mahasiswa Unesa yang terlibat di PON 2024 Aceh-Sumut berasal dari berbagai fakultas. Seperti Vokasi, Bahasa dan Seni, hingga Program Profesi Guru.
“Setelah kami data, total ada 31 cabor yang diikuti oleh mahasiswa Unesa Surabaya yang mencetak medali. Paling banyak renang total 24 medali,” bebernya.
Sementara itu, rektor Unesa Surabaya Nur Hasan mengatakan jika pihaknya akan berkomitmen penuh mendukung ajang olahraga berbagai tingkat dan menciptakan prestasi.
“Diharapkan, tradisi medali UNESA bisa dilanjutkan ke depan, tidak hanya PON, tetapi juga pada kompetisi olahraga di tingkat dunia atau Olimpiade,” terangnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Unesa memberikan penghargaan bagi mahasiswa berprestasi termasuk yang membawa medali emas di PON XXI 2024 Aceh-Sumut.
“Reward-nya nanti tentu saja berupa beasiswa pembinaan. Paling penting lagi yaitu mahasiswa yang meraih medali emas dapat dikonversi menjadi nilai tugas akhir,” jelasnya.
Artinya, bagi atlet yang mencetak medali emas tidak akan dibebakan dengan tugas akhir berupa skripsi. Namun, akan diganti dengan profilinh pengalaman mulai dari proses latihan sampai strategi memenangankan pertandingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Darmadi Sasongko








