• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Lukisan yang terpajang di halaman dalam Surabaya Suite Hotel. Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Lukisan yang terpajang di halaman dalam Surabaya Suite Hotel. Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Lukisan Tradisi Ramadan Sepanjang 40 Meter Membentang di Surabaya Suite Hotel

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Tak seperti biasanya, pemandangan ini hanya dapat dinikmati selama bulan ramadan. Ya, lukisan sepanjang 40 meter membentang di dinding halaman dalam Surabaya Suite Hotel mulai 17 Maret 2023 hingga Hari Raya Kupat atau satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri.

Lukisan yang menggambarkan tradisi bulan ramadan itu karya dari 19 pelukis. “Kita melukiskan tradisi dan ritual selama bulan ramadan hingga setelah hari raya. Seperti megengan, nyekar, pasar kaget, tadarus, ngabuburit, sampai halal bihalal,” kata koordinator lapangan proyek lukisan itu, Budi Bi, pada Minggu (19/3/2023).

You might also like

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

19/06/2026 10:15 AM
Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM

Memakan waktu pengerjaan selama tiga hari, 19 pelukis tersebut hadir dari berbagai kota mulai dari Surabaya, Lamongan, Sidoarjo, Bojonegoro, dan Madiun.

Mereka berhasil menyelarasakan 12 tema dalam satu bingkai yang runut. Cerita dan tradisi yang biasanya ditemui saat sebelum ramadan dan selama ramadan, yakni megengan, nyadran atau nyekar, pasar kaget, tadarus, berbagi takjil, ngabuburit, takbiran, baju dan kue lebaran, mudik, halal bihalal, sungkeman, unjung-unjung, dan kupatan.

“Kami ingin mengajak pengunjung hotel bernostalgia dan kembali mengingat tentang kegiatan apa saja yang bisa kita lakukan selama ramadan. Apalagi kegiatan ini hanya ada setahun sekali,” jelas Budi.

Lebih lanjut, pelukis berambut gondrong tersebut menuturkan bahwa proyek ini merupakan hasil kerja sama dengan pihak Surabaya Suite Hotel.

Dia berharap kerja sama akan terus terjalin setiap tahunnya. Tidak hanya saat ramadan, tetapi pada perayaan-perayaan lain, sehingga ide-ide segar akan tetap tervisualisasikan dan dapat dinikmati oleh banyak kalangan.

Senada, General Manager Surabaya Suite Hotel, Firman S Permana mengungkapkan bahwa lukisan tersebut tidak hanya sebatas karya visual, tetapi juga sebagai media untuk para seniman maupun pengunjung dalam memaknai bulan ramadan.

“Saya mengajak seniman supaya bisa memberikan gambaran tentang tradisi selama ramadan. Agar, mereka dan juga pengunjung hotel juga bisa turut meresapi makna ramadan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, acara pembukaan lukisan besar ini juga dibarengi dengan launching kuliner Kauman dari pihak hotel.

“Kauman itu berasal dari Kaum Beriman. Waktu masa Majapahit dan Islam mulai masuk, tidak ada yang ngurusin masjid sehingga mereka diberi sebidang tanah dan berkembang biak karena banyak yang menikah dengan antaretnis, sehingga jadilah Kauman,” jelasnya.

Menurut sejarahnya, adanya asimilasi perkawinan antara etnis melahirkan akulturasi dalam bentuk kuliner. Bumbu-bumbu dari masing-masing etnis dipadu-padankan menghasilkan bentuk kuliner yang lezat.

Sayangnya, tidak semua daerah memiliki sajian kuliner Kauman, di Indonesia hanya beberapa daerah saja seperti Pekalongan dan Semarang.

Beberapa sajian makanan yang masuk dalam khasanah kuliner Kauman yakni Gudeg Koyor, Nasi Krawu, Orak-arik Pedho, Gule Bustaman, Lunpia, Nasi Glewo, dan masih banyak lagi.

“Kita ini punya banyak etnis dan suku. Dengan adanya menu-menu dan kegiatan seperti ini akan menjadi momen untuk kita tidak terpecah belah, jangan ada yang membeda-bedakan. Mangkanya saya kenalkan ini, kita sudah menjadi satu culture,” jelas Firman.

Tak jauh beda dengan tahun lalu, di Ramadan 2022, Surabaya Suite Hotel mengusung sajian kuliner yang konon ditemukan oleh para Sunan Walisongo.

“Tahun lalu kita mengambil tema makanan memang ditemukan sunan. Seperti Kare Tuyuhan ditemukan oleh Sunan Bonang dan Kolak Ayam yang ditemukan Sunan Giri. Jadi sekaligus kami menggali sejarah, tidak hanya sekadar makan,” pungkasnya.

Tags: berita Surabayaberita Surabaya hari inilukisan raksasaSurabayatradisi ramadan
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Next Post
malang tugu jatim

Buruh Lepas di Malang Ditemukan Hanyut Terbawa Arus Saluran Irigasi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID