• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Fakultas Psikologi UM.

Mahasiswa Fakultas Psikologi UM dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Arsip IFSCS FPsi UM 2024)

Lewat Psikoedukasi, KKN Internasional Mahasiswa Fakultas Psikologi UM Menginspirasi Cita-Cita Anak Bangsa di Malaysia

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in Advertorial, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALAYSIA, Tugujatim.id – Tim KKN internasional dan Pengabdian Masyarakat Internasional yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) berupaya mendukung pendidikan dan pemenuhan hak pada anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Mahasiswa Fakultas Psikologi UM  beranggotakan Roni Setiawan, Nur Hafif, Laila Nur Indahyati, dan Frisca Aulia Permata Sanjaya, di bawah bimbingan Jati Fatmawiyati, Retno Sulistiyaningsih, serta Ninik Setiyowati.

Mahasiswa Fakultas Psikologi UM melaksanakan program inovatif yang sekaligus membuka solusi sebagai gerbang bagi mereka dalam mengejar cita dengan psikoedukasi. Pengabdian ini menjadikan titik terang baru bagi mereka yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan formal di Malaysia.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

13/06/2026 12:15 PM

Di Negeri Jiran itu diketahui bahwa pemerintah dan sebagian masyarakatnya memprakarsai Community Learning Center (CLC) yang secara khusus mendapatkan support dari perusahaan perkebunan sawit dan masyarakat lokal di Sabah-Sarawak.

Baca Juga: Konfercab Rampung, Aminuddin Wartawan JTV Terpilih Jadi Ketua PWI Mojokerto Periode 2024-2027

Hingga kini, CLC telah didukung dan dibina oleh Pemerintah Indonesia. Meski demikian, anak pekerja migran tetap memiliki hambatan terhadap implementasi pendidikan yang berkualitas dengan kurikulum yang terstandar.

Di samping banyaknya tantangan yang dihadapi oleh anak pekerja migran, akses pendidikan yang terbatas memiliki pengaruh besar terhadap kurangnya literasi. Artinya, wawasan anak pekerja migran akan cenderung rendah dan membatasi peluang mereka untuk berkembang secara optimal di masa depan hingga menyebabkan kurangnya rasa percaya diri.

Kesiapan dalam menghadapi masa depan dan cita-cita mereka perlu adanya literasi karir sebagai langkah awal untuk membantu mereka merencanakan jalur pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik sehingga dapat mencapai potensi penuh, memiliki kontribusi positif bagi masyarakat, dan menebas stigma negatif anak pekerja migran.

Mahasiswa Fakultas Psikologi UM.
Anak-anak yang belajar bersama mahasiswa Fakultas Psikologi UM di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Arsip IFSCS FPsi UM 2024)

Menurut Shohenuddin, pengelola SB Sentul, anak-anak sering merasa kesepian karena dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan karena kesulitan ekonomi yang mereka hadapi.

“Anak-anak ini sering merasa terkucilkan, baik karena stigma masyarakat maupun kondisi ekonomi yang sulit,” ujarnya.

Meski hidup jauh dari tanah air, mereka tidak berhenti untuk terus bermimpi. Sanggar Bimbingan Sentul (SBS) merupakan tempat sederhana yang menjadi harapan bagi anak-anak pekerja migran dengan akses pendidikan terbatas.

Menghidupkan Cita-Cita dengan Psikoedukasi

Program psikoedukasi yang berlangsung pada Agustus 2024 ini hadir sebagai lembaran baru. Dengan tajuk “Jelajah Profesi Sedari Kini”, program ini dirancang untuk memperkenalkan berbagai jenis pekerjaan kepada anak-anak sekaligus menginspirasi mereka untuk melihat masa depan dengan lebih optimis.

Program ini berhasil mengedukasi anak-anak tentang ragam profesi melalui pendekatan interaktif, dimulai dengan pemanfaatan media visual seperti video dan modul untuk memberikan pemahaman dasar, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan roleplay yang melibatkan anak-anak secara langsung.

Mahasiswa Fakultas Psikologi UM di Malaysia.
Suasana menyenangkan anak-anak belajar bersama mahasiswa Fakultas Psikologi UM. (Foto: Arsip IFSCS FPsi UM 2024)

Pendekatan ini tidak hanya memperkenalkan profesi secara informatif tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membangun rasa percaya diri.

Salah satu peserta, Siti, mengungkapkan kegemarannya terhadap permainan tebak profesi. Dia juga menyampaikan aspirasinya untuk menjadi seorang perawat guna memberikan bantuan kepada orang-orang yang sedang sakit.

“Saya suka waktu main tebak profesi. Saya ingin jadi perawat supaya bisa membantu orang yang sakit,” ungkapnya.

Pohon Cita-Cita: Ruang Impianku

Salah satu momen paling berkesan adalah ketika anak-anak diajak menuliskan impian mereka di Pohon Cita-Cita. Sebuah karton besar dengan gambar pohon yang ditempatkan di tengah ruangan, dan anak-anak menempelkan origami berbentuk daun yang bertuliskan impian mereka.

Sambil menempelkan daun ke pohon cita-cita, Marissa, siswa kelas 6, menyampaikan keinginannya untuk merancang pakaian yang indah bagi semua.

6e170820 05d2 402d 8996 cc81f31690d8 1
Materi yang diajarkan mahasiswa Fakultas Psikologi UM di Malaysia. (Foto: Arsip IFSCS FPsi UM 2024)

“Saya ingin menjadi desainer yang membuat pakaian indah untuk semua orang,” katanya.

Keberhasilan dalam memberikan ruang aspirasi impian mereka terbukti dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi, yang dimana salah satu siswa dan sohibnya merekam kegiatan menggambar dari mereka yang sebelumnya menuliskan impiannya untuk menjadi content creator.

Literasi Karir Dini Bangun Masa Depan

Pendekatan program ini tidak hanya memperkenalkan anak-anak pada berbagai profesi, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan sosial dan emosional. Dengan pengetahuan tentang dunia kerja, mereka diajarkan untuk merancang langkah-langkah kecil menuju cita-cita besar.

9b7ffb49 8487 43a6 b7df 815b9a9a0768 1
Keceriaan anak pekerja migran belajar bareng mahasiswa Fakultas Psikologi UM di Malaysia. (Foto: Arsip IFSCS FPsi UM 2024)

Shohenuddin menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya fokus pada profesi, tetapi juga bertujuan untuk menanamkan keyakinan pada anak-anak bahwa impian mereka bisa menjadi kenyataan.

“Ini bukan hanya tentang profesi, tetapi bagaimana mereka bisa percaya bahwa impian mereka mungkin untuk dicapai,” jelas pengelola SBS itu.

Melalui program ini, anak-anak pekerja migran di SB Sentul kini memiliki harapan baru. Mereka melihat bahwa pendidikan, meski terbatas, tetap menjadi jalan untuk membuka pintu masa depan.

8214300f c319 4d9b 8c88 5e911351c416 1
Mahasiswa Fakultas Psikologi UM foto saat kegiatan pengabdian masyarakat di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Arsip IFSCS FPsi UM 2024)

Di balik kegiatan ini, ada harapan besar bahwa langkah kecil ini dapat menjadi gerakan besar di masa depan. Seperti Putri, satu peserta itu mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang guru agar dapat mengajar anak-anak lain seperti dirinya.

“Saya ingin menjadi guru agar bisa mengajari anak-anak lain seperti saya,” tuturnya.

Dari SBS untuk Dunia

Program ini telah memberikan gambaran nyata bagaimana komunitas pekerja migran dapat dibantu melalui pendekatan yang kreatif dan inklusif. Harapannya, model ini dapat diadopsi di tempat-tempat lain dengan populasi anak pekerja migran yang tinggi.

Roni Setiawan menambahkan pesan, agar anak-anak tidak hanya bermimpi, tetapi juga memiliki keberanian untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.

Baca Juga: Soroti Penangguhan SK Oknum GTT, DPRD Jember Singgung Telusuri Dugaan Pungli di Lingkungan PPPK

Di tengah segala keterbatasan, program ini menjadi pengingat bahwa harapan tak pernah benar-benar hilang. Dari sebuah sanggar kecil di Sentul, Kuala Lumpur, anak-anak ini kini melihat dunia dengan optimisme baru, melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.

“Kami ingin teman-teman ini tidak hanya bermimpi, tetapi juga memiliki keberanian untuk mewujudkannya,” tambah Roni Setiawan dengan penuh semangat. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Feni Yusnia

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniBerita Malaysia hari iniKKN internasional mahasiswa UMKota Malang hari iniMahasiswa Fakultas Psikologi UMMalaysia hari ini
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

by Dwi Linda
13/06/2026 12:15 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait resmi menyelesaikan studi doktoralnya di Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

Jember

Oplah Jangkau 12 Ribu Hektare, Jember Genjot Produksi Pangan Lewat Modernisasi Pertanian

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sektor pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), serta modernisasi...

Next Post
Kasus PMK.

Mencuat! Kasus PMK di Jember Serang Ratusan Hewan Ternak Sapi, Ini Lokasi Persebarannya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID