MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa KKN reguler Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan pelatihan pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah di Dusun Sumbergelang, Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Sabtu (19/07/2022). Kegiatan mahasiswa KKN UM yang dipandu langsung oleh Andika Bagus Nur Rahma Putra SPd MPd dengan melibatkan para ibu rumah tangga di desa setempat.
Selain itu, juga ada Muthiah Nailin Najah, mahasiswa kimia UM selaku pemateri; Putri Nahdliyah Ayu Khumaidah selaku moderator; dan dibantu Nabila Az Azahra Arli, Lala Mawarni Sutrisna, serta anggota tim KKN UM lainnya.
Pelatihan mahasiswa KKN UM ini meliputi sosialisasi bahaya minyak jelantah bagi kesehatan serta dampaknya terhadap lingkungan. Kemudian acara dilanjutkan dengan praktik bersama pembuatan sabun dari minyak jelantah.
“Program ini didasarkan pada keresahan akan limbah rumah tangga berupa minyak goreng bekas atau minyak jelantah,” ujar Andika Bagus.

Dia mengatakan, minyak goreng yang dikonsumsi berkali-kali akan membuat bahaya bagi kesehatan. Di antaranya, memicu kanker, meningkatkan risiko penyakit jantung, dan membuat obesitas.
Selain itu, minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran drainase, menurunkan kesuburan tanah, dan mengganggu ekosistem air. Karena itu, minyak jelantah yang sudah tidak layak konsumsi sebaiknya tidak dibuang begitu saja. Minyak jelantah dapat diolah menjadi suatu barang yang berdaya guna, salah satunya berupa sabun cuci.
Diketahui, pelatihan ini berjalan dengan kondusif. Proses pembuatannya yang sederhana menjadikan cara bikin sabun mudah untuk dipraktikkan. Bahan-bahannya pun mudah ditemukan di sekitar, seperti minyak jelantah, soda api, arang, pewangi, dan cetakan.
Proses Pembuatan Sabun Cuci dari Minyak Jelantah:
1. Rendam 500 gram minyak dengan 100 gram arang yang sudah dibakar selama 24 jam.
2. Larutkan 70 gram soda api (± 5 sdm) ke dalam 200 gram air (±1/3 volume minyak).
3. Tuangkan minyak jelantah perlahan ke dalam larutan soda api dan aduk hingga mengental.
4. Setelah itu, tambahkan pewangi secukupnya.
5. Tuang adonan yang sudah cukup mengental ke dalam cetakan.
6. Biarkan sabun selama sehari semalam agar memadat.
7. Sabun padat baru dapat digunakan setelah 3-4 minggu untuk memastikan tidak ada soda api yang tersisa sehingga aman digunakan.
Pada program pelatihan ini, bahan utama dari pembuatan sabun berupa minyak jelantah dikumpulkan langsung dari warga Dusun Sumbergelang di hari sebelumnya. Meski minyak yang terkumpul hanya 1,5 liter, tapi program pelatihan mahasiswa KKN UM dalam pembuatan sabun ini tetap terlaksana dengan baik.
Alur kegiatannya, peserta yang datang dibagi menjadi 2 kelompok yang masing-masing beranggotakan 7-8 orang. Pemateri melakukan demo di depan peserta, sementara peserta menirukan prosedur yang ditunjukkan dengan didampingi 2-3 anggota tim KKN UM.
Selama proses pembuatan, peserta dilengkapi dengan alat pelindung diri berupa masker dan sarung tangan yang telah disediakan panitia. Tujuannya agar terhindar dari risiko iritasi oleh uap dan larutan soda api yang bersifat korosif. Mengingat prosedur pembuatannya yang tak rumit, pelaksanaan praktik bersama pembuatan sabun ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan yang berarti.
Hujan yang turun bersamaan dengan pelaksanaan acara, tidak membuat surut semangat peserta dalam mengikuti program pelatihan ini. Tidak hanya mengikuti arahan dari pemateri, para peserta bahkan melakukan improvisasi.

Di tengah-tengah praktik pembuatan sabun, salah satu peserta sampai mengambil pewarna makanan di rumahnya untuk ditambahkan ke dalam adonan agar mempercantik tampilan dari sabun yang dibuatnya.
Sementara itu, Kasun, ibu rumah tangga yang juga salah satu peserta, bahkan memetik jeruk lemon di kebun depan rumahnya untuk memberikan aroma yang khas pada sabun buatannya. Tak heran, Dusun Sumbergelang memang sarat dengan penduduknya yang bermata pencaharian sebagai pekebun.
Mempertimbangkan hal itu, pemateri pun menjelaskan bahwa pewangi yang ditambahkan pada sabun bisa dibuat dari ekstrak bunga ataupun tumbuh-tumbuhan. Ekstrak dapat dibuat dari air rebusan tanaman yang memiliki aroma kuat. Jadi, tanaman perkebunan yang ada di Dusun Sumbergelang pun bisa dimanfaatkan.
Tidak hanya melakukan praktik pembuatan sabun, program pelatihan ini dihidupkan dengan diskusi interaktif antar peserta dan pemateri. Pertanyaan yang kerap muncul adalah mengenai apakah memungkinkan untuk membuat sabun cair dari minyak jelantah.
Sayangnya, pelatihan ini memang terbatas pada pembuatan sabun padat karena pembuatan sabun cair membutuhkan bahan yang sulit didapatkan.
“Ibu-ibu kalau mau membuat sabun cair dari minyak jelantah sebenarnya juga bisa, tapi bahannya bukan pakai soda api. Nah, soda api ini nama lainnya NaOH. Kalau bikin sabun cair, bahannya bukan NaOH, tapi KOH. Kalau NaOH atau soda api ini kan gampang carinya, bisa beli di toko bangunan. Nah, KOH ini agak susah karena harus beli di toko bahan kimia,” jelas Muthiah Nailin.
Usai praktik pembuatan sabun berakhir, masing-masing peserta membawa pulang sabun buatannya sendiri. Setelah 3-4 minggu, sabun buatan peserta dapat diuji coba. Durasi waktu ini diperlukan untuk memastikan sudah tidak ada soda api yang tersisa sehingga sabun tidak akan mengiritasi ketika digunakan. Sabun dari minyak jelantah pun dapat digunakan untuk mencuci baju, lap, piring, bahkan mengepel lantai. Sabun dari minyak jelantah tidak disarankan untuk digunakan mandi.
Berkat adanya pelatihan ini, diharapkan para ibu rumah tangga di Dusun Sumbergelang dapat memanfaatkan minyak goreng bekas hasil memasak sehari-hari. Salah satu peserta pun mengungkapkan bahwa adanya pelatihan sabun dari minyak jelantah ini sangat bermanfaat terutama bagi ibu rumah tangga yang memang mudah membuang minyak goreng bekas begitu saja.
“Pelatihan pembuatan sabun ini sangat mudah, Mbak. Biasanya kalau ada minyak sisa kan langsung dibuang di wastafel. Itu memang kadang bisa bikin saluran mampet. Kalau gini, kita bisa kumpulin minyak jelantahnya, terus dibuat jadi sabun,” tambah Kasun. (adv)
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim







