• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
satire tugu jatim

Pencipta karya Manusia Sexy on Top, Lilo Klili berpose di depan karyanya. Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Mahasiswa Surabaya, Lilo Klili Sindir Tren Thrifting Lewat Karya Instalasi Sexy on Top

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Jungkir balik dunia thrifting kian terasa ketika pandemi Covid-19. Jutaan manusia banting setir demi sesuap nasi mencukupi isi perut sehari-hari dengan berbagai inovasi.

Itulah momen tren thrift makin dikenal anak muda Indonesia dalam dunia fashion. Meski begitu, mengutip dari salah satu sumber, sebetulnya dunia thrif sudah ada sejak abad ke-18 yang berawal dari aksi protes anti-kapitalisme dan konsumerisme.

You might also like

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

16/06/2026 11:30 AM
Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM

Kini, thrifting atau gaya hidup menggunakan pakaian bekas berganti menjadi suara untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan menghembat membeli pakaian baru.

WhatsApp Image 2023 07 27 at 17.30.03 1
Sexy on Top, karya instalasi yang menyindir tren thrifting. Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Tak sepakat dengan itu, seniman muda yang masih mengenyam pendidikan di Universitas Surabaya, Lilo Klili menganggap glorifikasi thrift untuk membantu menyelamatkan lingkungan adalah anggapan yang salah. Hal itu ia wujudkan dalam sebuah karya instalasi bertajuk Sexy on Top.

“Aku ngebahas tentang glorifikasi thrifting atau ngawul. Belakangan kan ngetren banget, tapi sebenarnya dari dulu juga ada tapi sekarang booming karena dengan alasan menyelamatkan lingkungan karena pakai baju bekas,” katanya.

Tak bisa dipungkiri bahwa tren thrift yang ditujukan sebagai bentuk upaya menyelamatkan bumi justru tak berimbang dengan makin tinggi daya konsumtifnya. Dalam hemat penulis, thrift kini telah kehilangan esensinya.

“Ngawul dengan alasan menyelamatkan bumi. Kalau ngawul ya ngawul aja. Aku ingin menyindir kalau mereka merasa necis dengan ngawul,” jelasnya.

Bagi perempuan yang akrab disapa Lili tersebut, sejak semakin bergeraknya dunia thrift, justru semakin massif pula perusahaan ternama dunia yang memproduksi mereknya.

“Mereka merasa bangga ketika menggunakan pakaian bekas dengan merek ternama. Mereka hanya ingin tampil necis dan bisa ngikutin tuntutan sosial,” ucapnya.

Karya yang merepresentasikan sindiran terhadap revolusi tujuan thrift ini nampak cukup besar sekitar 3 meter. Seorang manusia terlihat melayang dengan senyum lebar dan kesenangan ini seakan-akan menjadi momok iblis sampah yang semakin bahagia dengan konsumtif manusia tak ada habisnya.

Bukan hanya plastik, kata dia, sampah tekstil sepertu kain menjadi PR besar. Tidak hanya pabriknya yang mencemari lingkungan darat tetapi juga laut.

Motif-motif kain menempal membentuk sisik bergelombang mewakilkan ribuan biota laut bisa terancam akibat menelan keserakahan manusia dengan menghasilkan berbagai jenis sampah yang mengalir menuju laut.

“Sebenernya tidak ada arti khusus. Tapi past fast fashion itu dampaknya nggak cuma ke darat tapi juga di laut. Sampah kain juga masuk ke laut dan manusia ini merasa senang,” ucap Lili.

Tak berhenti di situ, limbah pabrik kain juga menjadi salah besar dan mengancam ekosistem laut. “Mereka memproduksi baju itu ada mikroplastik yng sampai ke laut, dan bisa dimakan sama ikan,” tandasnya.

Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita Surabayaberita Surabaya hari iniMahasiswa SurabayaSurabayaThrifting
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 11:30 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Jember (Polije), Enrico Indra Budianto. Mahasiswa...

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Next Post
personal branding tugu jatim

5 Strategi Ampuh Maksimalkan Personal Branding Lewat LinkedIn

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID