JEMBER, Tugujatim.id – Muhammad Rizki Fahri Al Ayubi, mahasiswa UIN KHAS Jember berhasil menjadi seorang penghafal Al-Qur’an 30 juz (Hafiz) dan meraih gelar sarjana. Prestasi ini diraih sambil bekerja dan aktif berorganisasi.
Fahri, sapaannya, berbagi tips untuk tetap konsisten menjaga hafalan Al-Qur’an di tengah kesibukan kuliah. Menurutnya, kunci utama adalah keyakinan diri, membaca Al-Qur’an minimal 3 juz setiap hari, dan memasukkan hafalan dalam ibadah sholat.
“Menurut saya kita akan mudah hafal dengan sendirinya ketika kita banyak membaca. Pesan Kiai saya, membawa hafalan dalam sholat, sebagaimana kita sangat menghafal Al-Fatihah karena kita selalu membacanya saat sholat dan catatan utama adalah memanajemen waktu sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia sendiri sudah mulai menghafal Al-Qur’an sejak masih usia kanak-kanak. Kemudian dilanjutkan pada jenjang pendidikan selanjutnya, hingga saat ini Ia berhasil menyelesaikan hafalannya 30 juz.
Bagi Fahri, banyak tantangan untuk menjaga hafalan Al-Qur’an sekaligus menjalankan peran sebagai Mahasiswa. Terlebih, ia juga aktif bekerja. Sehingga, manajemen waktu juga menjadi catatan utama yang tak boleh diabaikan.
“Apalagi kalau Mahasiswa aktif organisasi, waktunya akan sedikit berkurang. Belum lagi, kebetulan saya bekerja di salah satu perusahaan, tapi apa yang menjadi kewajiban jangan sampai terlewatkan. Jadi kita memanajemen waktu lah sebaik mungkin,” kata dia.
Ia mengungkapkan, bahwa motivasi utama menjadi penghafal Al-Qur’an adalah agar selalu mendapatkan ridlo Allah SWT. Melihat banyaknya anak usia jauh di bawahnya yang sudah berhasil menjadi penghafal Al-Qur’an juga menjadi pemantik semangat yang kalah besar.
“Di PRODI IAT atau di Fakultas, banyak sekali teman-teman yang notabennya adalah penghafal Al-Qur’an, jadi saya merasa terbantu oleh lingkungan” ungkapnya.
Diketahui, mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora itu meraih penghargaan Wisudawan Tahfidz pada, Program Sarjana ke 63, Pascasarjana S-2 Ke 45 dan S-3 Ke 23 pada Rabu (9/10/2024) di Gedung Kuliah Terpadu UIN KHAS Jember.
Menurutnya, pencapaian ini begitu membanggakan sehingga membuatnya sangat bersyukur. Mengingat waktu yang ia buat untuk mengurus kepentingan administrasi wisuda sangat terbatas, bahkan mendekati hari terakhir pemberkasan.
Ia berpesan, bagi siapapun yang sedang menghafal Al-Qur’an dan menjalankan kewajiban sebagai Mahasiswa, agar tetap semangat dan optimis.
“Tetap semangat dan tanamkan bahwa kita itu bisa. Kalau mereka bisa kenapa kita tidak. Karena setiap manusia hidup di dunia itu diberikan kesempatan. Nah, jadi kita harus menggunakan kesempatan sebaik mungkin. Bersyukur kita mendapatkan banyak kesempatan. Kesempatan kuliah, kesempatan menghafal Al-Qur’an, pergunakan sebaik mungkin waktu itu. Tidak akan ada kesempatan dua kali, karena waktu akan terus berjalan” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








