• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mahasiswa UM.

Dosen dan mahasiswa UM mengedukasi santriwati MA Al-Khoirot Putri, Kabupaten Malang, pelatihan mengelola sampah dengan metode Growcycle. (Foto: Fahmi Irmanto/Magang)

Mahasiswa UM Kenalkan Konsep “Growcycle”, Santriwati MA Al-Khoirot Ubah Sampah Jadi Media Tanam Kreatif

Dwi Linda by Dwi Linda
7 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) peduli mengolah sampah dengan mengenalkan konsep “Growcycle” di MA Al-Khoirot Putri Al-Khoirot, Karangsuko, Pagelaran, Kabupaten Malang. Dosen dan mahasiswa UM melaksanakan tiga pertemuan dalam rangkaian kegiatan edukasi pengolahan sampah pada 23 Oktober-6 November 2025.

Puluhan santriwati antusias mengikuti program yang diadakan untuk menjawab persoalan sampah yang belum terkelola dengan baik di masyarakat. Selain itu, dosen dan mahasiswa UM membekali santriwati dengan keterampilan mengubah limbah menjadi media tanam kreatif. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan praktik langsung pemilahan serta pengolahan sampah.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Baca Juga: 6 Rekomendasi Buku Islam Kekinian Karya Pengasuh Ponpes Al-Khoirot Malang KH A. Fatih Syuhud

A. Safikurrohman SPd, salah satu anggota tim sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut, mengatakan, konsep “Grow From Recycle” atau biasa disebut “Growcycle” ini tercetus dari kepekaan tim terhadap persoalan sampah di masyarakat yang belum terkelola dengan baik. Dia menilai, sampah bisa menjadi media edukasi dan kreativitas bila diolah dengan cara yang benar.

“Berawal dari kepekaan kami terhadap masalah sampah yang ada di lingkungan masyarakat, kemudian memunculkan ide agar bisa diterapkan berbentuk hal yang bermanfaat dalam jangka waktu yang panjang,” jelasnya.

Growcycle mahasiswa UM.
Para santriwati MA Al-Khoirot Putri Malang foto bersama para dosen dan mahasiswa UM saat pelatihan mengelola sampah dengan metode Growcycle. (Foto: Fahmi Irmanto/Magang)

Untuk diketahui, dia mengatakan, Growcycle merupakan konsep pertumbuhan berkelanjutan di mana limbah diolah kembali menjadi sumber daya yang bisa digunakan untuk memulai siklus baru. Misalnya sampah organik menjadi kompos untuk menumbuhkan tanaman atau sampah anorganik menjadi wadah dan alat pakai.

Sosialisasi hingga Praktik Pemilahan Sampah

Konsep Growcycle mahasiswa UM.
Santriwati MA Al-Khoirot Malang praktik kegiatan Growcyle yang diadakan Universitas Negeri Malang.(Foto: dok panitia pelaksana)

Dia mengatakan, program Growcycle dirancang dalam dua tahap kegiatan utama. Untuk pertemuan pertama, tim UM menyosialisasikan dan mengenalkan konsep pengelolaan sampah kepada santriwati. Mulai dari jenis sampah, dampak lingkungan, hingga manfaat bila dikelola secara berkelanjutan.

“Pertemuan pertama, kami melakukan sosialisasi terhadap santriwati,” ujar Safikurrohman.

Memasuki pertemuan kedua dan ketiga, dia melanjutkan, para santri baru diajak praktik memilah sampah organik dan anorganik.

Daur Ulang Sampah Organik dan Anorganik

Dia mengatakan, berbagai sampah bisa didaur ulang. Untuk sampah organik seperti dedaunan dan sisa makanan bisa diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik fokusnya dibuat menjadi wadah tanam, pot, dan media tanam kreatif lainnya.

Dengan metode praktik langsung, para santriwati dapat memahami proses dari hulu ke hilir—mulai dari memilah, mengolah, hingga memanfaatkan hasil olahan sampah tersebut.

Ponpes Potensi Ubah Kebiasaan Ramah Lingkungan

Safikurrohman mengatakan, program UM ini menyasar lingkungan pesantren yang dihuni ratusan santriwati dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan dampak perubahan perilaku. Kebiasaan ramah lingkungan lebih mudah terbentuk di komunitas pesantren yang hidup dalam aturan dan rutinitas kolektif.

WhatsApp Image 2025 11 15 at 08.32.47 1
Antusias santriwati MA Al-Khoirot Malang praktik Growcyle.(Foto: dok panitia pelaksana)

“Karena memiliki komunitas besar dari santriwati dan bisa menjadi dampak yang besar jika kreativitas ini diolah di lingkungan pesantren dan sekitarnya,” jelas Safikurrohman.

Selain itu, dia mengatakan, pesantren dianggap sebagai ruang pembinaan karakter. Bila edukasi pengelolaan sampah ditanamkan sejak dini, dia menjelaskan, santriwati bukan hanya mampu menjaga kebersihan pesantren, tetapi juga bisa menjadi agen perubahan ketika kembali ke keluarga masing-masing.

Peserta Antusias Praktik Mengolah Sampah

Menurut Safikurrohman, antusiasme santri meningkat drastis ketika memasuki sesi praktik. Banyak santri yang tampak menikmati proses kreativitas menggunakan bahan bekas yang biasanya tidak bernilai.

“Alhamdulillah, mereka sangat antusias, apalagi ketika kegiatan praktik. Ternyata para santri suka hal-hal yang berbau kreativitas,” ungkapnya.

WhatsApp Image 2025 11 15 at 08.32.40 1
Aktivitas santriwati MA Al-Khoirot Malang praktik memilah sampah.(Foto: dok panitia pelaksana)

Dalam praktiknya, beberapa santriwati mengubah botol-botol plastik menjadi pot tanaman dengan desain berwarna. Ada pula yang memanfaatkan kardus bekas serta gelas plastik sebagai wadah tanam.

Di sisi lain, kelompok lain mempelajari cara membuat kompos mulai dari proses pencacahan, fermentasi, hingga penyimpanan. Hasil karya mereka dinilai bisa menjadi keterampilan jangka panjang.  Tidak hanya bermanfaat selama di pesantren, tetapi juga dapat diterapkan ketika mereka sudah “boyong” atau kembali ke keluarga masing-masing.

WhatsApp Image 2025 11 15 at 08.32.43 1
Para peserta antusias belajar mengolah sampah di MA Al-Khoirot Malang.(Foto: dok panitia pelaksana)

Safikurrohman berharap konsep Growcycle tidak berhenti sebagai program singkat, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan di lingkungan Al-Khoirot. Dia juga berharap para santriwati terus peduli terhadap masalah sampah dan berani menciptakan solusi kreatif di kemudian hari.

“Tentu kami berharap para santri tidak berhenti untuk peduli terhadap lingkungan dan juga mereka bisa kreatif dalam mengatasi masalah masyarakat yang sudah ada sejak lama ini, baik itu saat di pesantren terlebih ketika sudah boyong,” harapnya.

Dia mengatakan, tim UM juga menargetkan agar program seperti Growcycle ini bisa ditiru oleh sekolah maupun pesantren lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Fahmi Irmanto/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Malang hari iniKabupaten Malang hari iniMalangPonpes Al-Khoirot Kabupaten MalangPonpes Al-Khoirot Putri MalangSantri MA Al-Khoirot MalangSantriwati MA Al-Khoirot
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Pemandian Patemon.

Temuan DPRD Jember Atas Sengketa Tanah Pemandian Patemon, Pemkab Ternyata Tak Miliki Bukti Kepemilikan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID