• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mahasiswa Universitas Brawijaya.

Ilustrasi mahasiswa baru UB saat melakukan Pengenalan Kehidupan Kampus.(Foto: Yona Arianto/Tugu Jatim)

Mahasiswa Universitas Brawijaya Beri Tanggapan soal Lulus tanpa Skripsi, Pro atau Kontra?

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kebijakan pemerintah yang tidak lagi mengutamakan skripsi sebagai syarat kelulusan bagi jenjang S1 dan D4 baru-baru ini disampaikan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Terkait kebijakan itu beberapa mahasiswa memberi tanggapan. Salah satunya Siti Annisa, mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Jurusan Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politik.

Menurut dia, mahasiswa yang pro dengan kebijakan pemerintah sering kali menganggap mengerjakan skripsi adalah hal yang menyulitkan. Sementara itu, mahasiswa yang kontra karena menganggap bahwa skripsi merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

You might also like

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM
Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

19/07/2026 12:00 PM

“Kalau misal kami nggak skripsi akan banyak poin yang tidak terpenuhi seperti poin penelitian dan pengembangan, kan sayang banget. Kami sudah kuliah empat tahun, tapi tidak menyelesaikan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” katanya.

Bagi dia, mengerjakan skripsi masih merupakan hal realistis yang perlu dilakukan ke depannya. Mahasiswa Universitas Brawijaya angkatan 2021 itu akan tetap mengerjakan skripsi sebagai tugas akhir menyelesaikan kuliahnya. Dia juga belum tertarik mengerjakan tugas akhir dalam bentuk lain.

“Saya lebih baik mengerjakan skripsi karena saya juga senang menulis. Saya juga lebih tertarik membuat skripsi dibandingkan hal-hal lainnya,” katanya.

Nisa juga mencontohkan bahwa di jurusan tempatnya menimba ilmu itu kebijakan tersebut telah dilakukan seperti mahasiswa yang meraih prestasi dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) atau ajang mahasiswa lainnya.

“Kalau di jurusan hubungan internasional sudah diterapkan kebijakan tanpa skripsi itu, tapi memang ada syaratnya seperti publikasi jurnal sesuai dengan standar yang ditentukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rafly Rayhan Al Khajri, mahasiswa Universitas Brawijaya yang juga Presiden Eksekutif Mahasiswa itu setuju dengan kebijakan Menteri Nadiem Makarim. Bagi dia, kebijakan tanpa skripsi itu akan mampu menggali kreativitas serta kekritisan mahasiswa.

Mahasiswa angkatan 2019 itu berharap, penerapan dari kebijakan tersebut dapat dipikirkan secara matang dan tidak menimbulkan ketimpangan antar program studi.

“Biar nanti tidak menimbulkan ketimpangan di antara program studi (prodi) yang memungkinkan, probabilitas, menciptakan karya dengan prodi yang tidak memiliki probabilitas untuk menciptakan karya,” katanya.

Mahasiswa Fakultas Hukum UB itu juga merasa khawatir jika kebijakan Menteri Pendidikan RI itu tidak dipikirkan secara matang, maka akan menimbulkan ketidaksetaraan.

“Antara mereka yang menggunakan skripsi dengan tertulis, kemudian dengan mereka yang menggunakan karya atau proyek itu sehingga nanti pengakuannya dianggap setara,” katanya.

Writer: Yona Arianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Aturan skripsi KemendikbudristekAturan skripsi mahasiswaBerita Kota Malang hari iniBerita Mahasiswa Universitas BrawijayaBerita Universitas BrawijayaKota Malang hari inimahasiswa bebas skripsiSkripsi mahasiswa dihapusSkripsi mahasiswa tidak wajib
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

LPPM UM.

LPPM UM Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache, Mahasiswa Belajar Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Minuman Fungsional

by Dwi Linda
19/07/2026 10:20 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pusat Kesehatan dan Pangan Lembaga Penelitian dan Pendidikan Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) menggelar kegiatan...

Next Post
Anies-Cak Imin.

Besok! Deklarasi Pasangan Anies-Cak Imin Bakal Digelar di Surabaya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID