Mahasiswa Universitas Trunojoyo Beri Pelatihan Digital Marketing Warga Kedungmulyo Tuban

  • Bagikan
Ahmad Farkhan Aris mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, saat melakukan sosialisasi serta pelatihan mengenai Digital Marketing yang ditujukan untuk pemuda di Desa Kedungmulyo Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban. (Foto: Dokumen/Ahmad Farkhan Aris)
Ahmad Farkhan Aris mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, saat melakukan sosialisasi serta pelatihan mengenai Digital Marketing yang ditujukan untuk pemuda di Desa Kedungmulyo Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban. (Foto: Dokumen/Ahmad Farkhan Aris)

TUBAN, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, Ahmad Farkhan Aris, di bawah bimbingan Dosen dr Sri Wahyuningsih, S.Sos., M.Si. melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kedungmulyo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban pada Jumat (11/06/2021). Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi serta pelatihan yang ditujukan untuk pemuda desa Kedungmulyo mengenai digital marketing.

Digital Marketing adalah cara pemasaran dan promosi merek produk atau jasa yang dilakukan secara online atau menggunakan media digital, yang dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, Private, dan relevan.

Tujuannya tak lain untuk memberikan edukasi kepada pemuda pedesaan agar dapat mengikuti arus teknologi yang semakin pesat dan memanfaatkannya sebagai alat pembantu kesejahteraan ekonomi di waktu pandemi melalui penjualan produk-produk, baik itu UMKM atau yang lainnya melalui media online sebagai salah satu cara untuk bangkit di masa pandemi.

“Dengan dimanfaatkannya media online dan teknologi yang semakin canggih, diharapkan masyarakat desa khususnya pemuda, bisa menggunakan hal tersebut untuk hal yang positif terutama dalam hal jual beli barang maupun jasa, mengingat saat pandemi Covid-19 seperti ini, masyarakat dihimbau untuk mengurangi mobilitas yang berdampak pada aktivitas jual beli secara langsung yang tidak diperbolehkan,” ujar Aris, panggilan akrabnya.

Dalam kegiatan kali ini, Aris melakukan pengenalan digital marketing kepada pemuda desa, mengenalkan berbagai aplikasi yang mudah digunakan untuk jual beli secara online serta cara menjual atau membeli barang maupun jasa melalui aplikasi online tersebut.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, kegiatan ini disambut antusias oleh pemuda desa Kedungmulyo.

“Lebih mudah dan lebih lengkap kalau kita membeli atau menjual melalui media online, memang kurang diminati kegiatan jual beli online ini di kalangan masyarakat desa, tetapi jika mereka diberi pengetahuan dan pelatihan, mereka juga akan merasakan mudah dan bermanfaatnya teknologi.” Kata Abdul Rozak, salah satu pemuda peserta sosialisasi dan pelatihan.

Selain Sosialisasi, dalam kegiatan ini juga dilakukan pelatihan untuk membuat poster atau pamflet promosi produk yang nantinya akan bisa menarik perhatian para konsumen dengan hanya menggunakan smartphone dan aplikasi yang tersedia.

Setelah itu, dilakukan pelatihan membuat akun toko di aplikasi jual beli online, aplikasi yang digunakan, yaitu Shopee. Peserta diajari bagaimana cara membuat akun toko online, bagaimana cara memasukkan produk barang atau jasa kedalam toko online, serta memasukkan harga dan stok barang.

Dengan adanya kegiatan ini, Aris berharap dapat memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi pemuda untuk membangkitkan perekonomian di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Semoga kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dapat bermanfaat bagi warga desa khususnya pemuda desa sebagai salah satu upaya bangkit di masa pandemi dalam hal ekonomi, selain itu juga bisa menjadi contoh pemanfaatan media online bagi pemuda agar digunakan dalam hal positif mengingat maraknya penyalahgunaan media online,” harapnya.

Setelah kegiatan ini, Aris juga berharap warga desa khususnya pemuda menjadi contoh bagi masyarakat untuk menggunakan teknologi secara positif.

  • Bagikan