Pemkot Malang Persilakan Masyarakat Lakukan Pemakaman Mandiri

  • Bagikan
Ilustrasi Pemkot Malang memperbolehkan pemakaman jenazah Covid-19 yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)
Ilustrasi Pemkot Malang memperbolehkan pemakaman jenazah Covid-19 yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Rumah sakit mulai kewalahan melakukan proses pemulasaraan dan percepatan proses pemakaman jenazah Covid-19. Untuk itu, Pemkot Malang mempersilakan masyarakat lakukan pemakaman mandiri. Langkah ini diambil agar jenazah bisa cepat tertangani.

Pemkot Malang selama ini sudah menjadikan RSUD Kota Malang sebagai rumah sakit rujukan pemulasaraan jenazah Covid-19. Bahkan, Pemkot Malang juga membuka pendaftaran relawan pemulasaraan. Nah, pemakaman mandiri oleh masyarakat ini dianggap menjadi solusi percepatan penanganan jenazah Covid-19.

Ilustrasi petugas pemulasaraan tengah mempersiapkan pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Malang. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)
Ilustrasi petugas pemulasaraan tengah mempersiapkan pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Malang. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)

Langkah tersebut diputuskan dalam rapat maraton pada Jumat-Selasa (09-13/07/2021). Rapat dibuka dan dipimpin Wali Kota Malang Sutiaji, kemudian dipimpin Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso. Rapat maraton tersebut digelar di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

“Kami mengurai simpul kemacetan mulai dari penjemputan jenazah, proses pemulasaraan, hingga penguburan. Terpotret terjadi antrean pada proses pemulasaraan. Ini karena jumlah tenaga pemulasaraan tidak sebanding dengan jumlah jenazah,” terang Sutiaji.

Ilustrasi petugas pemulasaraan siap memakamkan jenazah Covid-19 di Kota Malang memakai prokes. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)
Ilustrasi petugas pemulasaraan siap memakamkan jenazah Covid-19 di Kota Malang memakai prokes. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)

Karena itu, pihaknya mengambil langkah aktivasi Ketangguhan Pemakaman secara Mandiri oleh keluarga duka. Menurut Sutiaji, ini merupakan langkah short cut. Pertama, Pemkot Malang terus melakukan penambahan tenaga dan tempat pemulasaraan. Kedua, menambah area pemakaman. Ketiga, penguatan mekanisme dan SOP proses pemulasaraan.

“Artinya, harus dipastikan bahwa jenazah serta peti jenazah sudah aman untuk dibawa,” lanjutnya.

Petugas pemulasaraan begitu ketat prokes saat akan memakamkan jenazah Covid-19 di Kota Malang. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)
Petugas pemulasaraan begitu ketat prokes saat akan memakamkan jenazah Covid-19 di Kota Malang. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)

Langkah ketiga, menurut Sutiaji, sangat krusial. Namun, dia melanjutkan, Kadinkes Kota Malang dr Husnul Muarif dan Satgas Covid-19 Universitas Brawijaya dr Aurick sudah memaparkan bahwa pasca proses pemulasaraan oleh tim rumah sakit, jenazah dipastikan aman untuk dibawa.

“Artinya dan sesungguhnya pasca proses dimaksud, pihak keluarga dapat mengambil dan melakukan proses pemakaman secara mandiri dalam ketangguhan. Hal ini akan mengurangi tingkat penumpukan antrean,” imbuhnya.

Sementara Sekkota Malang Erik Setyo Santoso menambahkan, saat Kota Malang menginisiasi berdirinya kampung tangguh, maka salah satu instrumennya yaitu ketangguhan dalam proses pemakaman. Bahkan, juga tangguh dalam proses pemulasaraan.

“Namun dengan berbagai pertimbangan, kami hanya mengaktivasi ketangguhan dalam proses pemakaman,” ujarnya. (*)

  • Bagikan