• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
kupatan tugu jatim

Jual beli daun lontar yang digunakan untuk membuat selongsong ketupat. Foto: Rochim/Tugu Jatim

Makna Tradisi Kupatan Usai Puasa Syawal 6 Hari

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki tradisi unik setelah sepekan Hari Raya Idulfitri. Tradisi itu disebut kupatan yang biasanya dilaksanakan pada hari kedelapan bulan Syawal, tepatnya usai puasa Syawal enam hari.

Hal ini berdasarkan sunah Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk berpuasa selama enam hari pasca Hari Raya Idulfitri. Berpuasa pada enam hari itu, sama dengan pahala berpuasa selama setahun penuh.

You might also like

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM
Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

11/04/2026 3:25 AM

Beberapa literatur menyebutkan, bahwa tradisi itu dicetuskan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga atau Raden Said putra Adipati Tuban, Wilwatikta. Pada saat itu, murid kinasih Sunan Bonang ini memperkenalkan dua istilah bakda kepada masyarakat Jawa, yakni bakda lebaran dan bakda kupatan.

kupatan tugu jatim
Daun lontar yang digunakan untuk membuat selongsong ketupat. Foto: Rochim/Tugu Jatim

Bakda lebaran dipahami dengan dengan prosesi pelaksanaan salat Id 1 Syawal hingga tradisi saling mengunjungi sanak, keluarga, hingga tetangga untuk saling memaafkan sesama muslim.

Sedangkan Bakda kupatan dimulai sejak sepekan setelah Lebaran. Pada saat itu, pada umumnya masyarakat membuat ketupat, makanan yang terbuat dari beras yang dimasukkan dalam wadah anyaman daun kelapa maupun lontar berbetuk kantong dan dimasak hingga matang.

Setelah masak, ketupat tersebut diantarkan kepada sanak saudara terdekat yang lebih tua, sebagai simbol kebersamaan dan kasih sayang. Bagaikan anyaman daun lontar saling menyatu untuk menjaga isinya yang dianggap sebuah hubungan persaudaraan.

Filosofi Ketupat

Ketupat memiliki makna filosofi yang cukup dalam. Kanjeng Sunan Kalijaga mengistilahkan bahwa ketupat atau kupat adalah “ngaku lepat” atau dalam bahasa Indonesia mengakui kesalahan dan “laku papat” artinya empat tindakan.

“Ngaku lepat” atau mengakui kesalahan memiliki makna yang luar biasa. Di mana setiap orang harus berani mengakui keselahannya dan mau meminta maaf dengan sesama.

“Laku papat” artinya empat tindakan yakni memiliki makna Lebaran, luberan, leburan dan laburan.

Lebaran artinya akhir atau usai, yakni setelah sebulan lamanya berpuasa di bulan Ramadan siap menyonsong hari kemenangan.

Luberan atau kata asalnya luber artinya lebih. Maknanya kita diminta untuk saling berbagi dengan fakir miskin berbahagia bersama di hari nan fitri.

Leburan kata asalnya lebur atau menghapus atau habis, yakni sesama manusia harus saling meleburkan kesalahan yang ada dengan memaafkan satu sama lainya.

Terakhir, laburan (labur) yang artinya kapur yang memiliki sifat warna putih. Jika setelah meraih kemenangan, berbagi dengan sesama, dan saling memaafkan, makna yang didapatkan kembali fitri atau bersih seputih kapur.

Tags: kupatanpuasa syawalTradisi Kupatan
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Perjalanan Menuju Pertaubatan

Perjalanan Menuju Pertaubatan

by Dwi Linda
22/02/2026 11:43 AM
0

Oleh: Muhammad Mufid, Cerpenis Difabel di Malang Tugujatim.id - Malam sudah larut dan jalanan Kota Jakarta tampak lengang. Lampu-lampu jalan...

Next Post
kafe di tuban tugu jatim

Rekomendasi 5 Kafe di Tuban Cocok untuk Nongkrong

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID