• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Salah satu makanan khas Lebaran di Jawa Timur. Foto: pinterest @Topwisata.info

Salah satu makanan khas Lebaran di Jawa Timur. Foto: pinterest @Topwisata.info

Makna Unik Opor Ayam dan Semur Daging, Hidangan Wajib saat Lebaran

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Makanan menjadi favorit semua orang apalagi saat hari-hari besar di Indonesia. Lebaran menjadi salah satu hari besar yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya. Berbagai makanan dari bermacam daerah, terutama Jawa Timur, ikut serta untuk memeriahkan hari raya itu.

Berikut dua makanan khas Lebaran di Jawa Timur yang unik, kekinian, dan biasa dimakan saat Lebaran.

You might also like

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

19/06/2026 10:15 AM
Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM

Opor Ayam

Opor ayam adalah makanan berkuah santan dari Kota Solo yang telah ada sejak abad ke-15. Meski telah menjadi legenda, makanan khas Lebaran dengan kumpulan rempah ini tidak hanya ada saat hari biasa, akan tetapi menjadi lebih sering nampak ketika menjelang Lebaran.

Mengapa opor ayam menjadi makanan yang wajib ada saat perayaan Lebaran? Perlu diketahui bahwa terdapat makna unik dari hidangan kuah ayam ini. Opor yang biasanya memiliki warna kuning, khas saat Lebaran dituang dengan kuah warna berbeda yakni krem keputih-putihan. Hal ini menggambarkan kesucian atau pernyataan maaf yang melahirkan diri menjadi kembali bersih.

Makanan andalan Lebaran yang satu ini dikenal dengan isian ayam, telur, dan disertai irisan bawang goreng. Opor menjadi lengkap apabila disantap bersama dengan lontong.

Semur Daging

Semangkuk kuah semur daging yang tersaji saat Lebaran juga menjadi hal yang menarik. Meskipun tidak seperti makanan lainnya yang berwarna cerah, semur tetap menjadi makanan kesukaan beberapa orang.

Lalu, apa arti dari semur ini? Semur sendiri bermakna rebusan daging yang dimasak dengan kuah berwarna coklat. Warna gelap yang dihasilkan merupakan ciri khas dari semur, di mana dihasilkan dari campuran kecap. Rasa yang dibentuk dari semur cenderung manis dan gurih.

Semur sendiri sudah tercatat dalam sejarah sejak abad ke-9 Masehi. Sebutan pertama nama makanan khas Indonesia, terutama Pulau Jawa ini, berawal dari bahasa Belanda, smoor (semur) yang artinya rebusan daging.

Berdasarkan jurnal berjudul Menu Populer Hindia Belanda (1901-1942) Kajian Pengaruh Budaya Eropa Terhadap Kuliner Indonesia oleh Pipit Anggraeni, masyarakat Bumiputera yang dahulu berdampingan dengan penduduk Belanda tentu mengembangkan cita rasa dari salah satu menu populer seperti semur.

Tak hanya Jawa Barat yang terkenal dengan semurnya, Jawa Timur juga menghidangkan makanan berbahan dasar daging ini dengan menggunakan ikan bandeng. Daging dari makanan berkuah coklat ini dipotong secara presisi agar nantinya saat dimasak, tingkat kematangan antara satu daging dengan yang lainnya akan sama.

Beda halnya dengan opor, semur lebih cocok jika ditemani dengan nasi putih. Irisan daun bawang yang ditabur di atasnya juga akan menambah rasa asin dan renyah saat dimakan.

Meskipun Lebaran di Indonesia diadakan di berbagai tempat dengan budaya yang berbeda, tak jarang di antaranya masih menyajikan mangkuk yang berisi makanan yang hampir mirip. Oleh karena itu, kedua makanan khas Lebaran yang sering dijumpai ini ternyata memiliki keunikan tersendiri di dalamnya.

Tags: Hidangan Lebaranopor ayamsemur daging
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Next Post
3 Tradisi Unik di Gresik saat 10 Hari Terakhir Ramadan

3 Tradisi Unik di Gresik saat 10 Hari Terakhir Ramadan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID