• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tim pemulasaraan jenazah Covid-19 saat melakukan proses pemakaman. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim) mcw penyelewengan pemakaman covid-19

Tim pemulasaraan jenazah Covid-19 saat melakukan proses pemakaman. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Malang Raya Sepekan: Pria Pamer Kemaluan di Jalanan hingga Polemik Insentif Pemakaman Covid-19

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Kriminal, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Terpisah, salah satu anggota penggali makam di TPU Ngujil Kota Malang mengaku belum menerima insentif pemakaman Covid-19 sejak Januari 2021.

“Sejak Januari sampai sekarang tidak ada insentif yang katanya sebesar Rp 750 ribu itu saya terima. Di 2021 ini saya ikut menggali kubur 7 kali,” ujar Anggi, penggali makam TPU Ngujil.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Tak hanya itu menurutnya, penyaluran insentif pada 2020 lalu juga tidak ada kejelasan yang pasti. Dimana, dari sekitar 27 pemakaman yang dia kerjakan tidak seluruhnya mendapat insentif.

“Di 2020 memang dapat 3 kali insentif. Pertama dari 9 pemakaman hanya diberi 7 kali. Selanjutnya 3 pemakaman diberi 1 kali Rp 750 ribu itu. Kemudian pemakaman sekitar 15 pemakaman diberi sekitar 6 insentif,” bebernya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika menuturkan bahwa sebelumnya pihaknya juga telah menyoroti tidak terserapnya anggaran Makan dan Minum (Mamin) untuk pemakaman Covid-19 di UPT Pemakaman.

“Katanya SPJ nya sulit. Ini malah relawan belum dapat honor karena SPJ nya belum. Berarti ada sesuatu hal administrasi yang dianggap menghambat. Anggaran ada sebenarnya disini, APBD kita mampu, BTT kita masih ada,” ucapnya.

“Jangan sampai ayam mati di lumbung padi terjadi. Dibawah teriak teriak anggarannya belum bisa turun. Kita menilai antara BPBD, DLH dan BKAD ini kurang ada sinkronisasi untuk duduk bersama dalam menyelesaikan masalah dengan baik. Karena dibawah menunggu,” imbuhnya.

5. Mahasiwa Hendak Lompat dari Jembatan Suhat

Kota Malang digemparkan oleh adanya insiden seorang mahasiswa akhir semester Universitas Negeri Malang (UM) yang hendak melompat dari Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat). Depresi akibat tekanan masalah hidup membuatnya memilih berupaya mengakhiri hidup.

Plh. Kapolsekta Lowokwaru, AKP Sutomo membeberkan sejumlah fakta yang menjadi pemicu MN (22), warga Kecamatan Dau, Kabupaten Malang hendak mengakhiri hidupnya.

Salah satu pemicunya yaitu masalah perekonomian keluarga. Hal itu lantas membuat MN harus bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kuliahnya.

“Dia punya permasalahan, satu diantaranya, dia ada masalah perekonomian. Itu yang membebani dia,” ungkap Sutomo, Rabu (1/9/2021).

Pemicu lain yang membuat MN depresi yaitu, baru saja ditinggal ibunda meninggal dunia. Sementara ayahnya telah menikah lagi dan menjalani hidup bersama keluarga barunya.

“Beberapa saat yang lalu, orang tuanya meninggal, ibunya. Ini menambah tekanan batin bagi dia. Jadi dia tidak punya satu sosok yang bisa diberikan curahan untuk menyampaikan sesuatu,” ujarnya.

Pemicu selanjutnya yaitu masalah jalinan hubungan, baik hubungan persahabatan maupun asmara. Hal ini yang juga membuatnya tak bisa mengungkapkan permasalahannya untuk sekedar berbagi.

“Mohon maaf katakanlah pacar, dia merasa dia nggak mampu segalanya. Sehingga itu membuat dia semakin tertekan hingga ada upaya untuk mengakhiri hidupnya dengan cara melompat di jembatan tadi,” tuturnya.

Permasalahan selanjutnya adalah pemikiran takut mengalami kegagalan dalam perkuliahan terutama dalam hal menyusun skripsi. Hal itu lantaran dia tak memiliki perangkat laptop untuk menyusun skripsi.

“Dia punya pikiran begini, dia kan semester akhir, dia berpikiran harus punya laptop. Padahal tidak diharuskan oleh universitas tersebut harus punya. Tapi dia berfikiran kalau nggak punya laptop nanti nggak bisa menyelesaikan,” bebernya.

Page 3 of 3
Prev123
Tags: Kabupaten MalangKota BatuKota MalangMalangMalang Raya
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Ilustrasi siaran televisi. (Foto: Pexels) tugu jatim kpi, saiful jamil

KPI Minta Stasiun Televisi Tak Amplifikasi dan Glorifikasi Soal Bebasnya Saiful Jamil

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID