“Ketika saudara kita sakit, dan bila kita juga tidak merasakan sakit artinya tidak memiliki nilai kemanusiaan. Tapi nilai kemanusiaan itu ketika kita merasakan sakit saat saudara kita sedang sakit,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana mengungkapkan penolakannya terhadap rencana pemotongan TPP ini.
“Kami menyesalkan ini karena pastinya akan menimbulkan masalah baru. Karena dari awal saya tidak setuju adanya pemotongan tunjangan atau pemotongan lainnya untuk ASN,” ujarnya.
Ia menilai Pemkot Malang harus berpikir lebih berhati-hati terkait kebijakan pemotongan TPP 15 persen ini lagi karena ini menyangkut hak individu.
“Kalau bicara dampak Pandemi COVID-19, tidak ada lapisan masyarakat saat ini yang tidak terdampak,” tandasnya.
4. Polisi Panggil Terduga Pelaku Kasus Pelecehan Berkedok Fetish Mukena di Malang
Jajaran Satreskrim Polresta Malang Kota, terus berusaha mengungkap dugaan kasus pelecehan seksual berkedok fetish mukena yang menimpa beberapa model dan mahasiswi di Kota Malang. Kali ini, Satreskrim Polresta Malang Kota secara resmi memanggil terduga pelaku yang berinisial D.
“Rencana kita lakukan pemanggilan hari ini, tapi belum ada konfirmasi dari terduga pelaku. Terduga pelaku sudah kita lakukan pemanggilan. Nanti kita lihat hadir atau tidak. Dan kita belum ada konfirmasi dari terduga apa mau hadir atau tidak,” terang Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudho Riambodo saat dikonfirmasi pada Sabtu (28/08/2021).
Pemanggilan ini sendiri untuk mengumpulkan data dan fakta berdasarkan keterangan D sendiri. Namun, nampaknya D tidak akan hadir karena belum nampak batang hidungnya di Mapolresta Malang Kota.
Sementara itu, untuk sementara pihak Polresta Malang Kota sudah melakukan pemeriksaan kepada 3 korban dan seorang fotografer yang terlibat saat sesi pemotretan.
“Sementara ini kita lakukan beberapa pemeriksaan. Kita sudah memanggil beberapa saksi terutama dari fotografer,” tuturnya.
5. Viral Video Penembakan Anjing Diduga Terjadi di Kota Malang
Beredar video penembakan terhadap seekor anjing yang diduga dilakukan di Perumahan Bukit Dieng, Kota Malang. Video tersebut viral di unggah di media sosial Facebook. Dalam video tersebut terlihat setelah anjing berwarna putih bercorak abu-abu itu langsung diseret seorang pria berbaju biru.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudho Riambodo mengatakan hingga saat ini pihaknya terus berusaha mengungkap kasus tersebut.
“Kita akan coba dalami kalau viral, mulai dari melaksanakan penyelidikan melalui internet, semoga mendapat petunjuk,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (28/08/2021).
Namun, hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kasus tersebut. Pihaknya nasih menunggu laporan dari masyarakat untuk segera diproses.
“Hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kasus tersebut untuk bisa dilakukan lidik di sana,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tinton mengatakan jika kasus penembakan terhadap hewan bis saja dikenakan pidana. Hal ini jika ditemukan unsur penyalahgunaan senjata, pasalnya senapan angin hanya diperuntukkan untuk olahraga menembak.
“Kalau senapan angin tidak apa-apa kalau untuk olahraga, tapi akan salah jika disalahgunakan untuk menembak binatang apalagi manusia,” tegasnya.
“Kalau terbukti disalahgunakan untuk menebak binatang maka akan kita kenakan Pasal 302, karena binatang juga dilindungi oleh negara,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu pengunggah video penembakan tersebut yang tidak ingin diungkapkan identitasnya mengatakan tidak ingin diwawancarai oleh wartawan. Namun, ia berjanji akan segera membawa kasus ini kepada pihak Polresta Malang Kota
“Jangan dulu (wawancara) karena masih tidak diperkenankan. Nanti saja jika di sana (Mapolresta Malang Kota) akan kami lakukan klarifikasi juga,” pungkasnya.
6. Baliho Puan di Kota Batu Jadi Sasaran Vandalisme dengan Coretan ‘Open BO’

Seperti di kota-kota besar lain, baliho kepak sayap kebhinekaan bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu, Kota Batu ikut menjadi sasaran aksi vandalisme, Selasa (24/8/2021). Coretan tulisannya Open BO.
Ketua DPC PDIP Kota Batu, Punjul Santoso turun langsung ke lokasi dan menginstruksikan petugas Satpol PP untuk segera membongkar baliho ukuran sekira 3×5 meter ini.







