Manfaat dan Fungsi Petir yang Jarang Diketahui Orang

  • Bagikan
Ilustrasi petir. (Foto: Pixabay)

Tugujatim.id – Petir merupakan peristiwa alam yang sering terjadi saat cuaca mendung ataupun ketika hujan turun di bumi. Petir ini sangat ditakuti semua orang karena sudah banyak kasus yang disebabkan karena sambaran petir.

Mengutip dari laman resmi Institut Teknologi Bandung (itb.ac.id), Guru Besar ITB, Prof. Dr. Dipl.Ing.Ir. Reynaldo Zoro menjelaskan, ada tiga syarat yang harus terpenuhi sehingga petir dapat terjadi. Pertama adanya panas matahari yang menguapkan air, kedua terdapat partikel mengambang di udara yang biasanya dari garam laut atau polutan industri, dan ketiga kelembapan suatu daerah.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Petir terbentuk dari awan kumulonimbus. Di dalam awan tersebut, terdapat partikel bermuatan positif (+) dan negatif (-). Partikel yang positif tersebut berkumpul di atas, dan negatif berkumpul di bawah. Kemudian saling bergesekan, sehingga jika energinya cukup maka akan dilepaskan dalam bentuk petir.

Petir memiliki energi listrik yang sangat besar sehingga memiliki daya hancur yang besar. Satu sambaran petir menghasilkan 10 gigawatt dalam waktu yang sangat singkat.

Hal ini membuktikan bahwa kekuatan satu sambaran petir seperti ribuan kali lebih kuat dibandingkan listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga air. Sehingga petir bisa menghancurkan obyek yang disambarnya.

Namun tahukan kamu, ternyata petir memiliki manfaat yang jarang diketahui, yuk simak penjelasannya!

1. Membantu pertumbuhan tanaman

Tanaman membutuhkan nitrogen untuk dapat tumbuh. Nitrogen tersedia di atmosfer tapi tidak dalam bentuk ikatan dua atom molekul nitrogen yang bisa digunakan langsung oleh tanaman. Energi listrik petir memutus ikatan nitrogen di atmosfer sehingga satu atom nitrogen berikatan dengan oksigen membentuk nitrogen oksida.

Nitrogen oksida yang dapat larut dalam air menjadi asam nitrat, kemudian akan terbawa air hujan dan turun ke permukaan bumi. Nitrat sampai ke tanah dengan air hujan dan diserap oleh tanaman sebagai salah satu molekul yang dibutuhkan untuk tumbuh

Tanah dengan nitrogen yang banyak lebih subur untuk menumbuhkan tanaman.

2. Membunuh bakteri

Saat kilatan petir menyambar bumi, suhu udara di sekitar petir tersebut cukup panas, hingga bisa mencapai 50.000 derajat Fahrenheit, atau sekitar 2.776 derajat Celsius, hingga panas ini, mampu membuat kuman-kuman dan bakteri yang berada di udara langsung mati. Itu sebabnya, jika hujan reda, udara akan terasa segar.

3. Membentuk ozon

Saat hujan turun, ada bau khas yang dihasilkan, bau tersebut merupakan ozon, , yaitu molekul yang melindungi Bumi dari radiasi sinar Matahari. Jadi, petir menghasilkan ozon untuk menutupi sinar ultraviolet.

Saat petir menyambar, panasnya memisahkan molekul-molekul oksigen dan juga nitrogen di atmosfer.

Sebagian berubah menjadi nitrogen oksida, dan sebagiannya lagi membentuk zat bernama O3 atau yang kita kenal sebagai ozon. Jadi, setiap terjadi petir saat itu juga ozon dibentuk di atmosfer. (Mila Arinda/gg)

  • Bagikan