• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
malang tugu jatim

Seorang anak memangku boks plastik berisi kue yang dijual hingga larut malam di Jalan Besar Ijen, Kota Malang. Foto: M Sholeh/Tugu Jatim

Marak Anak di Malang Berjualan Kue hingga Pagi Buta

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Satpol PP Kota Malang mengamankan beberapa anak di bawah umur yang diduga menjadi korban ekspolitasi anak dengan meminta-minta hingga berjualan kue di pinggir jalan pada akhir 2022 lalu.

Kini, anak di bawah umur yang berjualan di tepi jalan bahkan hingga pagi buta kembali marak di Kota Malang, Jawa Timur.

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Lansia di Surabaya.

Ruko Terbakar, Lansia di Surabaya Jadi Korban Tewas Diduga Hirup Asap Pekat saat Selamatkan Diri

31/05/2026 7:55 PM

Setidaknya, ada dua lokasi yang terpantau terdapat anak-anak yang berjualan kue hingga pagi buta, yakni di Jalan Besar Ijen dan Jalan Veteran.

Saat didatangi, dua anak yang ada di dua lokasi itu sama-sama menjual kue yang sama, yakni kue bakpao berwarna hijau. Harganya sama, yakni Rp2 ribu per kue dan sama-sama mengaku menjualkan kue milik tetangga.

Meski sedang berjualan, mereka sama sekali tak memberikan isyarat atau tanda bahwa mereka sedang berjualan kue. Mereka duduk memangku boks plastik berisi kue jualannya di tepi jalan raya. Sesekali mereka menyandarkan kepala di atas boks itu, seperti sedang kelelahan.

“Saya jualan kue ini dari jam 3 sore, pulangnya ya sampai sehabisnya. Kalau gak habis, gak pulang. Paling lama pernah sampai jam 11, kalau rata-rata habis jam 9 malam,” kata F yang berjualan kue di Jalan Besar Ijen.

Dia mengaku tinggal di daerah Kotalama, berusia 15 tahun, masih kelas 3 SMP, dan sudah jualan kue itu selama satu tahun.

Saat ditanya alasan berjualan hingga malam, dia mengaku untuk membantu orang tua. “Buat bantuin orang tua,” kata dia.

Dia juga mengatakan bahwa dirinya tidak sendirian dalam berjualan. Dia mengaku ada temannya yang menunggu di sudut jalan itu. Temannya akan menggantikannya duduk di tempat yang sama ketika kue yang dia jual telah habis. “Di sana ada teman saya juga. Gantian kalau saya habis, kalau saya habis dia yang jualan di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang anak berinisial I yang juga berjualan kue bakpao dengan duduk memangku wadah berbentuk boks plastik di Jalan Veteran, mengaku berjualan mulai pukul 16.00 WIB.

“Tadi mulai jam 4 sore, pulang ya sehabisnya. Rata-rata sampai jam 9 malam. Kalau paling lama pernah pulang jam setengah 2 malam,” ungkapnya.

Dia mengaku berasal dari wilayah Polehan, berusia 16 tahun, dan masih kelas 3 SMP. Namun dia mengaku lupa sudah sejak kapan berjualan kue bakpao itu.

Dia juga mengaku mengenal dengan anak yang jualan kue yang sama di Jalan Besar Ijen. “Itu yang di Ijen juga teman saya, saya kenal,” ucapnya.

Dia mengaku, orang tuanya tidak mengetahui bahwa dirinya berjualan kue di tepi jalan. Untuk berjualan, dia pamit pada orang tuanya untuk main sama temannya.

“Orang tua saya tidak kerja, ini untuk uang jajan saya, sekalian buat bantu orang tua kalau uangnya lebih,” bebernya.

“Tapi ini kuenya masih banyak, tadi saya bawa 40 kue. Saya jual Rp2 ribuan, ambil di tetangga harga seribu,” imbuhnya.

Beberapa pengendara tampak berhenti dan membeli kue dua anak di Jalan Besar Ijen dan Jalan Veteran itu. Beberapa di antaranya tampak memberikan uang lebih untuk anak-anak itu. “Kasihan anak kecil jualan malam-malam,” kata salah satu pembeli.

Kisah kedua anak itu perlu menjadi perhatian bersama, terutama oleh Pemerintah Kota Malang karena Kota Malang telah menyandang status Kota Layak Anak. Tak sepatutnya anak di bawah umur mencari nafkah hingga pagi buta.

Tags: anak di malanganak penjual kue di malangberita malangberita Malang hari iniKota Malang
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Lansia di Surabaya.

Ruko Terbakar, Lansia di Surabaya Jadi Korban Tewas Diduga Hirup Asap Pekat saat Selamatkan Diri

by Dwi Linda
31/05/2026 7:55 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Rumah toko (ruko) dua lantai di Jalan Sidoyoso IV Nomor 51, Kelurahan dan Kecamatan Simokerto, Surabaya, Minggu...

Truk parkir.

Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir di Lawang Malang, Ini Kronologinya!

by Dwi Linda
31/05/2026 5:05 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kecelakaan maut melibatkan pemotor vs truk parkir terjadi di Jalan Raya Dr Sutomo, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang,...

Kecelakaan maut.

Pasca 2 Korban Tewas Jeep Kecelakaan Maut di Turunan Ekstrem Gunung Bromo, TNBTS Evaluasi Kelayakan Jeep bagi Sektor Pariwisata

by Dwi Linda
31/05/2026 4:30 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Kecelakaan maut menggunakan jeep terjadi di jalur turunan ekstrem Letter S, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan,...

Next Post
noe letto tugu jatim

Symbolic, Terobosan Sabrang "Noe Letto" untuk Pendidikan di Era Digital

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID