• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Fenomena kidsfluencer.

Psikologi Anak Universitas Airlangga Surabaya (Unair) Nur Ainy Fardana. (Foto: Dok. Pribadi)

Marak Fenomena Kidsfluencer, Begini Respons Psikolog Anak Unair

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Pendidikan
1
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Belakangan, mulai banyak balita atau anak-anak menjadi eksis di media sosial dan menarik banyak penggemar. Istilah ini bisa disebut fenomena kidsfluencer.

Fenomena kidsfluencer tentunya bermula dari orang tua yang mengontenkan anaknya, baik dengan sengaja atau tidak dengan tujuan tertentu atau tidak. Sebut saja beberapa balita yang menjadi kidsfluencer, Abi Cekut, Rayyanza, Ameena, Ken bayi Kalkulus, Moana, dan masih banyak lagi.

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Fenomena ini tentunya muncul banyak kekhawatiran terutama potensi eksploitasi anak dan didikan orang tua dipertanyakan karena makin banyak anak yang dijadikan sebagai konten.

Baca Juga: Pengguna Mobil Listrik Kini Tak Perlu Khawatir Lagi, Ini Dia Daftar 49 SPKLU yang Ada di Tol Trans Jawa!

Psikolog Anak Universitas Airlangga (Unair) Nur Ainy Fardana mengatakan, orang tua perlu mengutamakan posisi anak dan anak harus mendapat hak yang semestinya.

“Eksploitasi atau tidak, perlu dipertimbangkan apakah anak melakukannya dengan perasaan tertekan dan tidak nyaman, atau sebaliknya? Yakni anak melakukan dengan senang hati,” katanya.

Tidak jarang, beberapa orang tua mengontenkan anaknya justru membuat kaburnya perlindungan privasi anak. Terlebih, anak juga menjadi lebih sering terekspos kamera.

Menurut Nur Ainy, eksistensi anak-anak di dunia hiburan tidak akan menjadi masalah jika hal yang dilakukan dalam tujuan mengembangkan minat bakat dan menumbuhkan kreativitas anak sesuai dengan dunianya. Namun, kondisi psikologis anak harus tetap menjadi perhatian utama.

“Apabila anak terlibat dalam dunia entertaiment, harus tetap diperlakukan dengan baik tanpa menghambat tumbuh kembang fisik, mental, sosial, dan intelektualnya,” bebernya.

Orang tua wajib mengontrol intensitas anak saat berhadapan dengan kamera. Karena bisa berisiko menghambat tumbuh dan kembang anak.

Baca Juga: Liburan Seru di Edu-Resort Lembah Indah Malang Anti Rugi Berkunjung di Sini, Pilihan Terbaik Bersama Keluarga!

“Apabila intensitas anak berhadapan dengan kamera dilakukan dalam frekuensi yang sangat sering serta adanya tuntutan untuk berperilaku tertentu sesuai keinginan orang dewasa. Hal tersebut berisiko akan menghambat anak untuk optimalisasi ekspresi dan eksplorasi,” terangnya.

Anak yang terlalu sering menjadi bahan konten di media sosial bisa berdampak tekanan mental. Setidaknya ada tiga hak anak yang rentan terabaikan. Pertama, hak pendidikan bagi anak. Kedua, hak anak untuk bermain. Ketiga, hak untuk mendapatkan perlindungan.

“Anak-anak harus tetap mendapatkan layanan dan kesempatan pendidikan yang baik meski terjun dalam dunia hiburan. Anak juga membutuhkan aktivitas bermain dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Selanjutnya, anak-anak yang terlibat dalam kegiatan di dunia hiburan, tetap harus mendapat perlindungan fisik, sosial, dan psikologis,” ujarnya.

Terpenting, orang tua wajib memantau kontrol sosial masyarakat dan mementingkan perlindungan anak agar terhindar dari eksploitasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Izzatun Najibah

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Bahaya kidsfluencerBerita Kota Surabaya hari iniKidsfluencer adalahKota Surabaya hari iniPsikolog Anak Unair
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
Kapan nikah.

Cara Elegan! 5 Tips Jawab Pertanyaan Kapan Nikah saat Kumpul Bareng Keluarga

Comments 1

  1. Pingback: Cara Elegan! 5 Tips Jawab Pertanyaan Kapan Nikah saat Kumpul Bareng Keluarga - Tugujatim.id

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID