• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Masjid Baitissalam

Masjid Baitissalam di Pantura, Probolinggo, Jawa Timur. Foto dok.

Masjid Baitissalam di Probolinggo, Masjid yang Hadir dan Membela Masyarakat Tak Mampu

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
8 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

Probolinggo, Tugujatim.id – Mari belajar kepada Masjid Baitissalam yang berada di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Selain sebagai tempat ibadah dan belajar Agama Islam, Masjid ini menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.

Ada total 40 pedagang kaki lima yang dimodali oleh masjid ini. Jika ada warga yang meninggal dunia, masjid ini hadir dengan menggratiskan semua biaya pemakaman. Masjid benar-benar menjadi solusi di tengah masyarakat.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Karena berbagai terobosan inspiratifnya, masjid ini dinobatkan sebagai Masjid terbaik di Jawa Timur. Simak liputannya.

Suasana adem nan tenang terasa saat wartawan tugujatim.id singgah ke Masjid ini pada medio Oktober lalu. Di dalam masjid, ruangan bersih dan ber-AC.

Masjid Baitissalam
Ketua Takmir Masjid Baitissalam, Drs KH Mulabbi Cholili saat menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai juara 1 dalam Masjid Award 2025. Foto: dok.

Ketika kita baru masuk Masjid, terdapat kopi dan teh yang bisa kita minum secara gratis. Masjid ini, karena tempatnya strategis yakni berada di jalan besar Pantura, Masjid ini dijuluki sebagai ‘Masjid Musafir’ atau masjid bagi orang yang melakukan perjalanan.

“Di sini buka 24 jam, banyak sopir yang tidur di sini kalau malam, dan kalau liburan sangat ramai orang berhenti,” kata Ketua Takmir Masjid KH Mulabbi Kholili, beberapa hari lalu.

Mulabbi menceritakan, masjid ini berdiri sekitar tahun 1950 an. Pendirinya salah satunya adalah orang tua Mulabbi, yakni KH Cholili Bakir. Sedangkan tanah seluas 32 x 41 meter persegi, adalah tanah wakaf dari Bapak Patmorejo.

Awalnya, masjid ini hanya menjadi pusat ibadah dan belajar Agama Islam. Namun, sejak 2018, Masjid ini melakukan banyak perubahan.

Masjid Baitissalam
Masjid Baitissalam di Probolinggo, Jawa Timur. Foto dok.

Perubahan dilakukan setelah sebelumnya pengurusnya melakukan studi banding ke sejumlah Masjid yang sudah cukup maju seperti Masjid Jogokaryan Jogjakarta, dan Masjid Namirah Gresik.

“Sejak itu kita membuat terobosan-terobosan dan program,” kata Mulabbi.

Salah satunya, Masjid ini ingin memperbanyak peserta shalat jama’ah. Maka, waktu itu, mereka mengundang warga sekitar Masjid untuk shalat berjama’ah. Khususnya, shalat subuh.

“Total ada 500 orang yang kami undang, untuk meramaikan gerakan Semarak Shalat Subuh Berjama’ah (SSSB),” kata suami dari Hj Munifah ini.

Karena undangan ini, saat ini shalat jama’ah di Masjid ini selalu ramai. Shalat subuh, total bisa dihadiri sekitar 200-250 orang. Sebelumnya, rata-rata yang hadir kalau shalat subuh sekitar 50 orang.

“Dulu sebelum ada gerakan ini, shalat maghrib sekitar 100 orang, sekarang di dalam hampir full, kalau full sekitar 500 an orang,” imbuhnya.

Selain itu, terobosan lain adalah membantu pedagang kecil dengan modal usaha. Para pedagang seperti tukang cilok, penjual sayur dan lain-lain diberi modal Rp 1 juta.

“Tapi syaratnya harus aktif shalat berjama’ah, ternyata mereka antusias program ini,” katanya.

Agar modal usaha ini berkelanjutan, modal usaha itu tidak sepenuhnya diberikan. Tapi, pedagang mengembalikan, tapi cuma Rp 720.000,-.”Caranya dengan menabung dua ribu rupiah setiap hari, jadi setahun 720.000,- saja, sisanya kita anggap lunas,” katanya.

Ketika pedagang mengembalikan modal tersebut, maka Masjid mempunyai modal lagi untuk memodali pedagang yang lain.”Total ada 40 an pedagang yang kita modali,” ucap pria empat orang anak ini.

Selain itu, masjid Baitissalam juga membiayai ketika ada warga Karanganyar meninggal dunia. Dengan demikian, keluarga orang yang meninggal dunia tidak perlu bingung soal urusan dana.”Dana untuk Gali kubur, air mineral, kain kafan dan lain-lain, kami tanggung semua, total Rp 600 ribu setiap ada orang meninggal yang kami keluarkan,” katanya.

Sejak 2018, ada sekitar 500 an orang meninggal dunia yang mendapatkan sumbangan dari masjid ini.”Saat ada Covid-19 saja, ada 121 orang dalam setahun yang meninggal dan kami biayai,” katanya.

“Karena ada program ini, masyarakat senang mereka ingin berpartisipasi kalau ada acara, kata mereka, saya ingin menyumbang, karena saat ayah saya wafat, saya tidak mengeluarkan apa-apa karena bantuan masjid,” ucap Mulabbi menirukan.

Selain itu, ada juga program ambulans gratis yang menjadi program andalan masjid ini.”Selain itu ada juga pengajian dan lembaga pendidikan, yang ikut meramaikan program masjid ini,” katanya.

Lalu, anggarannya dari mana? Kata Mulabbi, anggarannya dari infak para jama’ah masjid. Kebetulan, banyak orang yang sedang perjalanan yang singgah di masjid ini.”Bulan kemarin kita dapat Rp 30 juta dari infak, bulan desember karena liburan, biasanya dapat hingga Rp 50 juta,” katanya.

Prinsip mereka, dana infak yang diperoleh harus habis untuk pemberdayaan masyarakat.

”Jadi misal yang diperoleh November, desember harus habis sehingga sedekah dari orang langsung tersalurkan, kadang kalau kurang kita pinjam ke pengurus, lalu kita kembalikan bulan berikutnya,” ucapnya.

Menjadi Juara 1 di Jawa Timur

Karena kiprah yang luar biasa, masjid ini meraih juara 1 dalam kompetisi Masjid Award 2025 yang diadakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Timur. Pengumuman juara dilakukan pada Jum’at (5/12/2025) lalu di Surabaya. Masjid ini juara untuk kategori masjid Jamik.

Sebelumnya yakni pada 2024, masjid ini pernah menjadi juara ketiga untuk kompetisi serupa. Pada 2023, pernah menjadi nominator.

“Kedepan selain program pemberdayaan, kita fokus pada pembangunan fisik,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Irham Thoriq

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita probolinggoKabupaten ProbolinggoMasjid di JatimMasjid di ProbolinggoPrestasi ProbolinggoProbolinggo
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Zona Merah Rawan Bencana

Sederet Wilayah di Mojokerto Masuk Zona Merah Rawan Bencana

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID