PASURUAN, Tugujatim.id — Masjid Muhammad Cheng Hoo Pasuruan bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol akulturasi budaya yang memikat. Didirikan pada 2008, masjid ini memadukan arsitektur khas Tionghoa dan Islam, menciptakan pengalaman spiritual dan budaya yang unik bagi setiap pengunjung. Selain sebagai tempat beribadah, masjid ini juga menjadi ikon toleransi dan keharmonisan budaya di wilayah Pasuruan.
Sejarah dan Filosofi Arsitektur
Masjid ini terinspirasi dari sosok Laksamana Cheng Hoo, penjelajah Muslim asal Tiongkok yang terkenal dengan perjalanan damainya ke Asia Tenggara pada abad ke-15. Cheng Hoo dikenang sebagai penyebar Islam yang ramah dan membawa misi perdamaian, serta menjalin hubungan perdagangan dan budaya dengan berbagai bangsa. Arsitektur masjid mencerminkan semangat tersebut, dengan desain bergaya Tionghoa yang dipadukan ornamen Islam, menciptakan nuansa harmonis dan damai.
Warna merah dan emas yang mendominasi, serta bentuk atap yang menyerupai kelenteng, memberikan karakter kuat pada bangunan ini.
BACA JUGA: Usia Ratusan Tahun, Masjid Agung Darussalam Mojokerto Pertahankan Bagian Bernilai Sejarah
“Masjid yang bagus, sederhana tapi penuh kesan dan nyaman. Pengurusnya juga sangat ramah dan sambutannya hangat. Pengunjung yang datang dari berbagai negara dan daerah,” ungkap Sadri Saenong, salah satu pengunjung. Testimoni ini menunjukkan bahwa masjid ini tidak hanya memikat dari segi visual, tetapi juga memberikan kenyamanan spiritual dan sosial bagi pengunjungnya.
Keunikan Masjid Muhammad Cheng Hoo
Selain desainnya yang unik, masjid ini juga memiliki area yang luas dan sejuk. “Tahun 2016, saya pertama kali sholat Jumat di sini. Ini pengalaman yang menarik karena di tempat saya, perempuan jarang ikut sholat Jumat. Masjidnya luas, adem, dan rasanya tidak ingin cepat-cepat beranjak,” ujar Ochi Sukma, salah satu pengunjung. Suasana yang teduh dan damai di dalam masjid memberikan kenyamanan tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung.
BACA JUGA: Masjid Agung Tuban Perkuat Simbol Kemegahan Islam di Tuban
Di dalam kawasan masjid, terdapat Museum Kabupaten Pasuruan yang memamerkan koleksi bersejarah tentang perjalanan budaya dan sejarah wilayah ini. Museum ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga melengkapi pengalaman berkunjung dengan cerita-cerita masa lalu yang menarik. Dari artefak sejarah hingga dokumentasi perkembangan Islam di Pasuruan, museum ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang daerah ini.
Fasilitas dan Aktivitas Menarik
Tidak jauh dari area masjid, pengunjung bisa singgah di pasar oleh-oleh yang menjual berbagai produk lokal khas Pasuruan, mulai dari makanan ringan seperti keripik buah dan jenang, hingga kerajinan tangan yang bisa dijadikan buah tangan. Pengunjung bisa membawa pulang kenangan khas Pasuruan dari tempat ini.
LIHAT JUGA: Abadikan Laksamana Cheng Ho Jadi Nama Masjid
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga rutin mengadakan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, seperti pengajian rutin, santunan kepada anak yatim, serta acara peringatan hari besar Islam. Fasilitas seperti area parkir yang luas, tempat wudhu yang bersih, dan aula serbaguna turut tersedia demi kenyamanan pengunjung. Aula ini sering dimanfaatkan untuk acara komunitas atau kegiatan keagamaan lokal.
Pengalaman yang Tak Terlupakan
Beribadah di Masjid Muhammad Cheng Hoo bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga menikmati perjalanan budaya yang memperkaya wawasan. Dengan arsitektur yang memukau, suasana yang nyaman, serta keramahan pengurusnya, masjid ini menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Pasuruan.
BACA JUGA: Masjid Agung Darussalam Mojokerto Berusia Ratusan Tahun, Pilarnya pun Bernilai Ratusan Juta
Suasana damai dan harmonis yang tercipta di sini mencerminkan nilai-nilai yang dipegang oleh Laksamana Cheng Hoo, yakni toleransi dan perdamaian. Tak heran jika masjid ini sering dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah dan negara.
Jadi, jika Anda ingin merasakan keindahan perpaduan budaya dan spiritualitas, Masjid Muhammad Cheng Hoo di Pasuruan adalah destinasi yang patut dikunjungi. Pastikan untuk meluangkan waktu menjelajahi seluruh kawasan, mulai dari masjid, museum, hingga pasar oleh-olehnya, untuk mendapatkan pengalaman yang lengkap dan berkesan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis : Muhammad In’am Chairuzzidan Anwar/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








