LUMAJANG, Tugujatim.id – Trauma pasti terjadi pada korban bencana, termasuk pada korban erupsi Gunung Semeru. Karena itu, para relawan tidak hanya memberikan bantuan logistik melainkan juga trauma healing. Terutama untuk anak-anak yang ikut jadi korban.
Erupsi Gunung Semeru kali ini cukup parah dibanding tahun 2019 lalu. Menurut data, sebanyak 5.205 jiwa terdampak, 27 orang hilang dan 15 orang meninggal. Sementara itu, 1.707 warga di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo mengungsi di 9 titik Posko. Satu di antaranya ada di SDN Supiturang 04.
Para warga yang mengungsi adalah warga Dusun Sumbersari yang wilayahnya paling terdampak. Diketahui, banjiran lahar dingin disebutkan sampai naik ke permukiman warga dan membuat sekitar 40-an rumah di kawasan itu terendam endapan material.
“Ya sudah bagaimana lagi, mau ke rumah kami ya sudah hancur. Sementara tinggal di sini dulu sampai aman. Ternak juga mati semua,” kata Jayadi salah seorang warga, Senin (6/12/2021).
Mereka harus rela tidur dengan alas seadanya. Tak jarang, anak-anak mereka ikut rewel dan meminta balik pulang ke rumah. Beruntung para relawan yang bergerak di bidang psikologi ikut turun lapangan seperti dilakukan komunitas Jausan Indonesia Malang.
Mereka memberikan trauma healing kepada anak-anak korban bencana di tempat pengungsian lewat aneka permainan sederhana, menggambar hingga story telling (bercerita). Total ada sekitar 40-an anak ikut tertawa bahagia sejenak di atas duka yang mungkin belum mereka rasakan.
”Tapi saya kira anak-anak ini baru sekarang tampak bahagia. Tapi misal seminggu ke depan itu fase trauma mereka biasanya muncul,” kata Salma Zahra, relawan dari Jasuni.
Rencana, mereka akan memberikan trauma healing ini hingga 3 hari kedepan hingga situasi benar-benar kondusif.
”Kami upayakan akan ikut bantu dampingi para orang tua korban bencana di sini hingga situasi Gunung Semeru dipastikan aman,” ujarnya.
Terpisah, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menuturkan jika penanganan bencana akibat guguran awan panas Semeru ini bisa maksimal, termasuk penanganan pemulihan trauma khususnya bagi anak, perempuan dan lansia.
”Sejak awal bencana itu saya juga instruksikan untuk menerjunkan tim trauma healing mendampingi anak-anak korban bencana. Kami pastikan semua pelayanan bisa maksimal,” terang dia saat berkunjung ke Lumajang, Senin (6/12/2021).
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas vulkanik Gunung Semeru belum dirasa aman. Pada sekitar 10.00 WIB Senin (6/12/2021), terpantau aliran awan panas guguran kembali terjadi sehingga membuat kawasan Desa Supiturang dihujani abu vulkanik.







