• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kampung wisata gerabah di Kabupaten Malang ini dikenal sebagai Kampung Getaan yang berlokas di Pagelaran, Kabupaten Malang. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kampung wisata gerabah di Kabupaten Malang ini dikenal sebagai Kampung Getaan yang berlokas di Pagelaran, Kabupaten Malang. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Menengok Kampung Wisata Gerabah di Kabupaten Malang

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Wisata, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata masih memiliki kampung penghasil gerabah legendaris di Kampung Getaan, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Tercatat sejak sebelum tahun 1960, sudah ada banyak penghasil gerabah di sini.

Dan saat ini tercatat sekitar 153 perajin gerabah yang masih eksis menghasilkan gerabah. Para warga Kampung Getaan sendiri kebanyakan menghasilkan gerabah tradisional yang mulai langka.

You might also like

Tempat jogging Surabaya

12 Tempat Jogging Surabaya Favorit Warga dengan Udara Sejuk

21/07/2026 2:39 PM
Wisata Jombang

12 Tempat Wisata Jombang yang Cocok untuk Liburan Murah

21/07/2026 11:00 AM

Selain menjadi sentra penghasil gerabah, Kampung Getaan kini juga bertransformasi menjadi kampung wisata edukasi. Tujuannya untuk memperkenalkan dan melestarikan kerajinan gerabah.

kampung gerabah di Kabupaten Malang. (Foto: Ben/Tugu Malang/Tugu Jatim)
kampung gerabah di Kabupaten Malang. (Foto: Ben/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Baca Juga: Hobi Menyaksikan Video Binatang Lucu dan Imut Baik untuk Kesehatan, Studi Membuktikan

Perwakilan Pokdarwis Desa Pagelaran, Widayat sebenarnya sempat khawatir dengan regenerasi pengrajin gerabah di Desa Pagelaran.

“Kita sebenarnya sedikit prihatin dengan regenerasi pengrajin, terutama pada generasi pemuda ini hampir tidak ada yang meneruskan kerajinan gerabah. Mungkin karena daya jual gerabah yang masih murah,” ungkapnya.

“Tapi dengan model gerabah kreasi yang mengikuti tren, Alhamdulillah itu sekarang sudah mulai berkembang. Dan sekarang generasi muda sudah mulai mau melanjutkan kerajinan gerabah ini,” sambungnya.

Oleh sebab itu ia berharap para pemuda bisa ikut membangkitkan kerajinan gerabah lagi agar bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat lagi.

Pokdarwis Desa Pagelaran juga sudah memetakan jenis-jenis wisatawan yang akan berkunjung ke Kampung Getaan ini.

“Nanti penyambutannya akan dibagi dua, seperti wisatawan lokal yang sekedar melihat-lihat, berfoto/selfie sampai membeli gerabah untuk souvernir. Ada juga wisatawan dari sekolah-sekolah khusus, dan di sekolah-sekolah khusus ini yang diutamakan adalah proses pembuatannya,” ucapnya.

Baca Juga: Mengulik Fenomena Pencurian Kain Kafan yang Konon untuk Pesugihan

“Itu sekarang sudah bisa diterapkan, untuk anak sekolah karena pandemi ini jadi bekum bisa aktif. Tapi persiapan sudah mulai dilaksanakan saat ini,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Ketua Paguyuban Pengrajin Gerabah Desa Pagelaran, Sutrisno bersyukur karena saat ini generasi muda sudah mau meneruskan kerajinan gerabah.

“Kalau perkembangannya mulai saat ini sudah banyak yang meneruskan untuk membuat gerabah kreasi,” ucapnya.

Pasalnya, ia mengakui sendiri jika membuat gerabah bukan perkara mudah yang bisa dipelajari semalam saja.

“Untuk anak-anak belajar membuat gerabah sendiri minimal butuh waktu 15 hari, itupun tergantung keinginan anaknya. Kalau masalah membuat gerabah itu dari niat dihatinya sendiri,” tuturnya.

“Kalau niatnya benar-benar tinggi itu nanti pasti cepat bisa, jadi dengan kemampuan ingin bisa itu bakal membuat anak cepat bisa membuat gerabah,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Tris ini juga menjelaskan jenis-jenis gerabah yang dihasilkan warga beserta harganya.

“Warga sini membuat gerabah macam-macam mulai dari kendi, kemaron, cobek, pot hias, guci, sangan sampai gendok. Kalau harganya bervariasi tergantung model, mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 700.000,-,” pungkasnya. (rap/gg)

Tags: Kabupaten MalangMalangperajin
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Tempat jogging Surabaya

12 Tempat Jogging Surabaya Favorit Warga dengan Udara Sejuk

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 2:39 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Mencari tempat jogging Surabaya yang nyaman dengan udara sejuk kini bisa kamu dapatkan dengan mudah. Yuk simak!...

Wisata Jombang

12 Tempat Wisata Jombang yang Cocok untuk Liburan Murah

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:00 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Kabupaten Jombang tidak hanya dikenal sebagai Kota Santri, tetapi juga memiliki beragam destinasi wisata yang menarik untuk...

Jatim Park Group.

Liburan Lebih Hemat! Promo Spesial Tiket Online Jatim Park Group Berlaku hingga 26 Juli 2026

by Dwi Linda
21/07/2026 2:37 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Jatim Park Group kembali menghadirkan promo spesial bagi wisatawan melalui program "Gratis Masuknya, Liburan Hemat" yang berlaku...

Jatim Park.

Dark Ride Mystery of Dungeon Jatim Park 1 Batu, Sensasi Jelajahi Lorong Misterius dengan Efek Visual Spektakuler

by Dwi Linda
20/07/2026 3:10 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Atraksi seru yang beragam dimiliki Jatim Park 1, Kota Batu, terdapat sebuah wahana yang menghadirkan pengalaman berbeda...

Next Post
Kedai Es Teler Dempo No 7 yang begitu legendaris di Kota Malang. (Foto: Feni/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Es Teler Dempo: Kuliner Legendaris Kota Malang yang Berdiri Sejak 1987

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID