Tugujatim.id – Jika pemasaran yang dilakukan masih belum berhasil, mungkin kamu harus mengenal jenis pembeli berdasarkan perilaku belanja mereka. Sebab, memahami perilaku konsumen adalah hal yang sangat krusial dalam merancang strategi pemasaran efektif.
Setiap perilaku belanja yang dilakukan oleh konsumen memberikan referensi yang akan mengarahkan kepada keputusan pembelian yang akan dilakukan. Karena itu, kamu wajib tahu soal jenis pembeli yang akan dibidik.
1. Tightwads (Orang Pelit)
Tightwads adalah jenis konsumen yang memilih untuk menahan pengeluarannya dibandingkan membeli barang secara cuma-cuma. Mereka cenderung merasa tidak nyaman apabila mengeluarkan uang dari yang diperlukan. Biasanya Tightwads akan menimbang-nimbang value yang ada pada setiap produk yang mereka beli dan mencari cara untuk mendapatkan harga paling murah yang bisa didapat.
Cara pemasaran yang efektif untuk jenis pembeli seperti Tightwads adalah dengan cara menarik perhatian mereka dan menjelaskan secara detail tentang value yang ada pada produk. Menggunakan strategi scarcity, penawaran diskon, ataupun melakukan bundling menjadi cara yang bisa digunakan kepada mereka.
2. Spendthrifts (Orang Boros)
Spendthrifts adalah jenis konsumen yang rela kehilangan uangnya dibandingkan untuk menghemat. Mereka lebih banyak berbelanja dan cenderung menghabiskan uang lebih dari yang diperlukan. Para Spendthrifts tidak memikirkan secara matang apa yang sebenarnya mereka butuhkan ataupun value dari produk yang akan dibeli.
Cara pemasaran untuk jenis Spendthrifts tidak memerlukan sesuatu yang susah. Perusahaan hanya perlu memperlihatkan sisi emosional dari produk. Namun, diskon yang diberikan atau promo terbatas yang ditawarkan juga dapat membuat mereka tertarik untuk membeli produk.
3. Average Spenders (Pembeli Rata-Rata)
Average Spenders adalah jenis konsumen di antara tightwads dan spendthrifts. Sebelum mereka membeli suatu produk mereka lebih memilih untuk memikirkan value dan kebutuhan akan produk yang ingin mereka miliki secara rasional.
Dalam mengambil keputusan pembelian, jenis konsumen ini akan memikirkan nilai dan harga dari barang yang akan dibeli. Mereka tidaklah terlalu pelit dalam mengeluarkan uang, namun tidak juga boros atau boncos dalam mengeluarkannya.
Cara pemasaran yang efektif yang bisa digunakan untuk Average Spenders dengan cara menawarkan harga dan nilai yang sepadan. Jangan sampai kamu menawarkan harga yang mahal dengan kualitas atau nilai yang rendah kepada mereka. Menawarkan berbagai penawaran harga juga bisa membuat mereka berpikir untuk membeli produk yang ditawarkan.
4. Impulsive Buyers (Pembeli Impulsif)
Impulsive Buyers adalah pembeli yang membuat keputusan secara instan atau tiba-tiba. Mereka sering terpengaruh terhadap permainan emosi dan dorongan impulsif. Mereka sering melakukan pembelian di luar perencanaan karena terpengaruh penawaran diskon ataupun promo yang ditawarkan.
Cara pemasaran yang bisa dilakukan untuk Impulsive Buyers ini adalah dengan cara melakukan diskon terbatas yang dapat menarik perhatian pembelian secara impulsif. Selain itu, menampilkan visual produk dapat merangsang keputusan pembelian produk.
5. Luxury Buyers (Pembeli Mewah)
Luxury Buyers adalah mereka yang lebih memilih untuk membeli produk atau layanan yang dianggap mewah dan bersedia untuk mengeluarkan uang untuk sebuah status. Mereka sering membeli barang mewah, bergengsi, dan pengalaman pembelian yang eksklusif.
Cara pemasaran untuk jenis ini adalah dengan cara menonjolkan pada ekslusivitas pada produk agar menarik perhatian para Luxury Buyers. Membuat acara yang eksklusif dengan pada selebgram atau artis juga bisa menjadi dorongan agar mereka tertarik.
Berikut adalah 5 jenis pembeli yang bisa kamu pelajari agar dapat menyesuaikan cara pemasaran yang tepat untuk tiap segmentasi yang dipilih. Semoga bermanfaat!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aliff Muzayyin/Magang
Editor: Dwi Lindawati








