SURABAYA, Tugujatim.id – Seni cetak di Indonesia kian mengalami perkembangan yang sesuai dengan zaman. Seni cetak yang menggunakan teknik cukil menjadi metode pembuatan karya seni yang sudah cukup tua namun hingga kini masih memiliki banyak penggemar. Dan hasil karya penciptaannya mengalami revolusi yang mengikuti arus zaman.
Bicara soal seni cetak atau printmaking seakan-akan membawa imajinasi seseorang untuk masuk ke dalam karya-karya cetak yang konvensional di mana pengaplikasikannya pada selembar kertas dan berisi edisi cetak, teknik, judul, dan tahun pembuatan. Namun, printmaking di era sekarang terasa berbeda dibanding era lama.
Seperti halnya linocut print yang mulai merambah menjadi bentuk-bentuk yang lebih modern. Sudah menjadi lifestyle, linocut print tidaknya digunakan sebagai pajangan tetapi juga menjadi kebutuhan desain pada beberapa produk.

Linocut print merupakan sebuah teknik cetak cukil dengan menggunakan master plat acuan dan berbahan rubber lino untuk sebagai media transfer gambar. Penggunaan teknik ini salah satu varian dalam teknik cetak tinggi seperti cukil kayu atau woodcut yang mungkin lebih banyak diketahui oleh orang.
Secara prinsip linocut print mempunyai kesamaan dengan wood atau hardboard cut yakni dengan memanfaatkan bentuk yang paling tinggi sebagai plat cetak klise. Demikian juga dengan pencetakannya yang dapat menggunakan tinta air atau minyak, tetapi banyak seniman yang menggunakan tinta stensil untuk melakukan cetak offsetnya.
Linoleum yang digunakan sebagai bahan dasar di Indonesia cukup sulit ditemukan. Sehingga para seniman bertranformasi menggunakan berbagai media, di antaranya papan kayu, plywood, atau hardboard dalam teknik cetak tinggi wood cut ataupun hardboard cut juga karet vinyl.

Berikut langkah-langkah membuat linocut art melalui workshop yang digelar oleh Komunitas Lingkar dan dipandu oleh Mahasiswa Seni Rupa Universitas Brawijaya Malang, Abimayu, beberapa waktu lalu.
1. Siapkan alat dan bahan berupa potongan kali lino, alat pemotong lino, kertas, tinta cetak permukaan halus untuk menggulung tinta, brayer, pisau palet, baren (barang halus untuk memberi tekanan, seperri sendok kayu), dan mesin press pencetakan.
2. Buatlah sketsa pada potongan sketsa di atas permukaan lino dengan menggunakan pensil atau pena dengan posisi drawing terbalik.
3. Setelah skesta tergambar, maka lakukan pencukilan dengan menggunakan pisau cukil yang sesuai. Jika sudah selesai, bersihkan permukaan lino dari sisa-sisa cukilan hingga halus.
4. Tinta warna hitam ditumpahkan sedikit dan diratakan dengan roll di atas permukaan kaca. Peratakan tersebut supaya ketika cat dipindahkan ke cetakan bisa merata.
5. Ratakan cat ke permukaan cetakan dengan menggunakan scrap secara perlahan dan sedikit demi sedikit dan dioleskan ke kaca kemudian diratakan djroll. Lakukan secara berulang, cat dipindahkan ke atas plat klise sampai benar-benar terutup cat tinta
6. Cetak papan klise ke media cetak berupa kertas, kain, atau plastik. Media tersebut halus memiliki permukaan yang rata sehingga penekanan percetakan hasilnya sempurna.
7. Kertas hasil cetakan dibuka perlahan supaya tidak geser. Karya seni linoart sudah bisa dilihat
Untuk menciptakan linoart, dibutuhkan ketelatenan dan ketelitian yang cukup tinggi. Sebab, yang menjadi kekuatan dari teknik karya seni ini jika salah meleset sedikit dalam perwarnaan, maka hasilnya akan berbeda.
Ketika semua tahapan selesai, bersihkan semua klise lino dari sisa tint agar bisa digunakan lagi.








