• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Menggali Spiritualitas Ramadhan, Syarah Renungan Rektor IAIN Tulungagung

Menggali Spiritualitas Ramadhan, Syarah Renungan Rektor IAIN Tulungagung

Membedah Buku “Menggali Spiritualitas Ramadhan”

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News, Pendidikan, Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tulungagung – Diskusi buku ‘Menggali Spiritualitas Ramadhan, Syarah Renungan Rektor IAIN Tulungagung’ berlangsung gayeng. Diskusi yang digelar LP2M IAIN Tulungagung itu digelar secara virtual melalui zoom, Rabu (4/11/2020).

Buku ini lahir dari renungan Rektor IAIN Tulungagung Prof Maftukhin selama Ramadhan. Kemudian, disyarahi oleh Wakil Rektor III Abad Badruzzaman. Renungan itu berupa quotes yang ditulis setiap hari. Selanjutnya, Abad pun mentafsirakan setiap kalimat yang muncul dari renungan rektor tersebut.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Ulil Absor Abdala, salah satu intelektual Islam yang menjadi pembahas dalam acara tersebut mengatakan buku yang ditulis oleh dua intelektual dari kampus Tulungagung ini menarik untuk dibaca. Alasannya, buku ini ditulis berlandaskan lelaku penulis. Jadi, akan lebih mudah dipahami oleh masyarakat.

‘’Jadi buku ini saya kira masuk dalam ketegori Islam yang sederhana di tengah masyarakat. Sebab, ditulis dari lelaku penulisnya,’’ kata dia.

Menggali Spiritualitas Ramadhan, Syarah Renungan Rektor IAIN Tulungagung
Menggali Spiritualitas Ramadhan, Syarah Renungan Rektor IAIN Tulungagung

Menurut Ulil, ada dua model keberagamaan yang saat ini berada di tengah-tengah masyarakat. Yakni berbasis tulisan atau karya-karya keilmuan. Selain itu, ada pula yang berbasis Islam sederhana. Artinya Islam yang dipraktikkan oleh masyarakat yang tidak ndakik-ndakik.

‘’Saya kira dua model keberagamaan ini penting. Namun, saya hanya ingin mengingatkan kita bersama sebagai seorang akademisi yang berada di kampus jangan sombong. Laku sehari-hari itu juga penting. Renungan Prof Maftukhin ini sebenarnya lahir dari Islam sebagai laku. Renungan selama Ramadan dengan kalimat dengan pendek itu Islam lahir dari lelaku. Muncul dari pengalaman yang belaiau alami. Memang kadang di momentum tertentu mengalami pengalaman puitik. Beda dengan pengelaman intlektual,’’ ujarnya.

Ulil mengusulkan, agar untuk memproduksi renungan itu harus matang. Jangan sampai renungan itu diproduksi setiap saat. Ibarat santan, kata dia, jika semakin encer kurang nikmat. Sebaliknya, jika proses produksi renungan itu diendapkan akan semakin kental dan semakin bagus.

‘’Saua kira ini kolaborasi penulis yang baik. Kolaborasi ideal. Jadi saya senang sekali untuk diberikan kesempatan menulis prolong,’’ terangnya.

Selain Ulil, Prof Ahmad Ali Nurdin, Dekan Fisip UIN Bandung mengapresiasi lahirnya buku ini. Menurutnya, di tengah kesibukan sebagai seorang pejabat yakni rektor dan wakil rektor bisa tetap memproduksi karya yang bagus.

‘’Saya kira ini penting untuk ditiru. Dari segela kesibukan kedua penulis sebagai Rektor dan Wakil rektor masih tetap bisa produktif,’’ kata dia.

Menurutnya, adanya tradisi memberikan syarah atas renungan seseorang perlu dilestarikan. Sebab, tradisi ini memang lebih banyak dilakukan oleh ulama-ulama terdahulu. Banyak kitab-kitab klasik yang lahir dari syarah ulama. Nah, adanya buku model syarah atas renungan ini menambah khasanah keilmuan di lingkungan perguruan tinggi Islam.

Sementara itu, Rektor IAIN Tulungagung Prof Maftukhin mengungkapkan, tradisi keilmuan di kampus Islam harus terus dijaga. Menurutnya, seorang dosen boleh gagal menjadi rektor ataupun dekan. Namun, jangan sampai gagal sebagai seorang akademisi atau ilmuan.

‘’Maka menurut saya itu penting kita berkolaborasi. Sebagai akademisi kita bisa saling berkolaborasi satu sama lain untuk bekarya. Kita boleh gagal menjadi rektor atau dekan. Tapi kita tidak boleh gagal sebagai akademisi. Sebab, akademisi adalah DNA kita,’’ terang dia.

Prof Maftukhin menambahkan, syarah itu tidak bersifat tunggal. Namun, sifatnya majemuk sehingga bisa ditafsirkan siapa saja. Dengan begitu, renungan ini bisa disyarahkan dari perspektif ilmu lain. Bukan hanya tafsir saja. ‘’Misalkan dari keilmuan fisika ataupun biologi,’’ ujarnya.

Abad Badruzaman sebagai pensyarah mengaku sempat klabakan saat harus menyasarah quote. Namun, dengan perlahan dia berhasil menuntaskan syarah dari setiap quote yang muncul saat Ramadan itu.

‘’Saya berupaya keras untuk menafsirkan apa yang direnungkan Pak Rektor. Menurut saya ada tiga hal yang direnungkan. Salah satunya adalah renungan atas ayat-ayat Alquran,’’ tandasnya.

Ketua LP2M IAIN Tulungagung Ngainun Naim mengatakan diskusi bedah buku ini bagian dari tradisi keilmuan di lingkungan kampus. Menurutnya, setiap pekan lembaga ini menggelar kegiatan lecture series.

‘’Kegiatan ini merupakan tradisi yang terus kami jaga. Yakni melahirkan karya lantas mendiskusikannya,’’ katanya. (*)

Tags: buku
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Jokowi kecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina Agama Islam. Jokowi Ingin Indonesia jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Jokowi Ingin Indonesia jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID