• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi individu tertekan karena menjadi bagian dari generasi sandwich atau sandwich generation. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi individu tertekan karena menjadi bagian dari generasi sandwich atau sandwich generation. (Foto: Pixabay)

Mengulik Dampak dan Gangguan Psikologis dari Sandwich Generation

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – ‘Sandwih generation‘ merupakan situasi ‘terhimpit’ dua generasi, yakni generasi di atasnya dan generasi di bawahnya. Terhimpit yang dimaksud, lebih ke arah perekonomian dan tanggung jawab secara budaya yang harus dipenuhi oleh subjek yang ada di situasi ‘sandwich generation’.

Akan tetapi, bila dibiarkan terlalu lama, subjek yang berada dalam situasi ‘sandwich generation’ akan mengalami berbagai macam gangguan pada psikologisnya. Seperti tertekan, depresi, frustasi hingga mempengaruhi kesehatan mental subjek tersebut.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Lebih jauh, Nurul Hidayati MPsi Psikolog selaku Psikolog Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan pegiat akademisi sebagai Dosen Fakultas Psikologi di Universitas 45 Surabaya menjelaskan secara gamblang terkait pengaruh psikologis yang bakal berpeluang dialami subjek ‘sandwich generation’.

Nurul menyebutkan bahwa subjek yang ada di dalam situasi itu bakal rentan mengalami kondisi tertekan atau ‘stress’. Hak itu terjadi, jelas Nurul, akibat beban multi atau dobel kewajiban yang sekaligus berdatangan pada subjek.

“Ada beberapa kondisi yang kemungkinan terjadi. ‘Sandwich generation‘ ini lebih rentan stres, karena beban multi yang telah kita bahas tadi,” terangnya, Jumat (25/06/2021).

Dalam situasi itu pula, imbuh Nurul, subjek dapat mengarah pada momen-momen ‘burn-out‘, yakni kondisi kelelahan yang berkepanjangan dalam kehidupan sehari-harinya. Ditambah lagi gejolak emosi yang berpotensi meledak-ledak.

“Secara psikologis dapat terjadi ‘burn-out‘, yang ditandai dengan kondisi kelelahan yang terus menerus, emosi yang meledak-ledak, dan sebagainya,” bebernya.

Hal semacam itu, perlu diperhatikan melalui upaya manajemen emosi, jelas Nurul, agar tidak sampai berdampak buruk pada diri subjek secara fisik atau psikologis.

Akan tetapi, sahut Nurul, ada pula sebagian subjek yang menganggap bahwa ‘sandwich generation‘ merupakan momen yang dapat dipakai untuk memperkuat solidaitas antar anggota keluarga.

“Di mana hal ini perlu diperhatikan dan dimanajemen dengan sebaik mungkin. Ada pula keluarga yang justru makin ‘solid’ dan bahu membahu untuk mengatasi kondisi yang menantang tersebut,” sambungnya.

“Ada pula yang memberikan pemaknaan yang positif dan bertransformasi secara spiritual menjadi makin sarat kesabaran dan keikhlasan,” jelasnya.

Di sisi lain, berbagai kemungkinan positif atau negatif pasti ada. Nurul menegaskan bahwa peluang negatif dari dampak ‘sandwich generation’ masih terbuka lebar dan seringkali terjadi. Hal itu, lanjut Nurul, setidaknya perlu diantisipasi.

“Ada bermacam-macam kemungkinan. Namun, karena kemungkinan negatifnya juga terbuka lebar dan kerap terjadi, maka perlu antisipasi dan perlu langkah pencegahan seperti yang telah kita bahas tadi,” tegasnya.

“Semoga kita semua dapat mewujudkan keluarga yang sehat, optimal fungsinya dan sejahtera dalam berbagai dimensinya,” pungkasnya.

Mengenal Apa Itu Sandwich Generation dan Faktor Penyebab Kemunculannya

Cara Mengatasi dan Memutus Mata Rantai Sandwich Generation

Tags: psikologiSandwich Generation
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Wamentan. (Foto: M. Zamzuri/Tugu Jatim)

Panen Raya Porang di Trenggalek, Wamentan RI: Jangan Lekas Berpuas Diri

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID