Mengulik Kiat-Kiat Komunikasi Bisnis untuk Kemajuan Bisnis di Masa Pandemi

  • Bagikan
Direktur PT Agro Mitra Alimentare (AMA), Ge Recta Geson, Pemimpin BNI Kantor Wilayah 18 Beby Lolita Indriani, dan CEO Tugu Media Group Irham Thoriq dalam acara diskusi Malang Jurnalis Forum, Selasa (4/5/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Direktur PT Agro Mitra Alimentare (AMA), Ge Recta Geson, Pemimpin BNI Kantor Wilayah 18 Beby Lolita Indriani, dan CEO Tugu Media Group Irham Thoriq dalam acara diskusi Malang Jurnalis Forum, Selasa (4/5/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Salah satu alasan di balik sukses tidaknya sebuah bisnis, salah satu dipengaruhi oleh keberhasilan komunikasi kepada masyarakat luas. Utamanya di masa pandemi.

Hal tersebut dikupas tuntas dalam acara yang digagas Malang Jurnalis Forum dalam rangkaian Bincang Ramadhan Forum Jurnalis Malang Raya yang notabennya telah memasuki babak terakhir, Selasa (04/05/2021)

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Mengusung tema “Komunikasi Bisnis untuk Kemajuan Bisnis”, hadir selaku narasumber ialah Direktur PT Agro Mitra Alimentare (AMA), Ge Recta Geson dan Pemimpin BNI Kantor Wilayah 18 Beby Lolita Indriani.

Suasana diskusi Malang Jurnalis Forum di kantor Tugu Media Group, Selasa (4/5/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Suasana diskusi Malang Jurnalis Forum di kantor Tugu Media Group, Selasa (4/5/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Menurut Beby, sapaannya, tidak ada yang menyangka bahwa masa pandemi akan membawa dampak sesulit ini bagi banyak sektor, bahkan perbankan. Kendati demikian, kiat-kiat edukasi dan inovasi terus dilakukan. Hingga berhasil meraih penghargaan performa terbaik mobile banking nomor satu dan nomor 3 dari 10 Bank terbaik layanan prima dalam hal digital.

“Ada banyak yang bisa disyukuri dari pandemi ini. Termasuk kami (BNI) yang sejak awal sulit menggiring nasabah untuk melakukan transaksi digital, sering juga lewat edukasi media iklan tapi ngga laku. Tapi saat pandemi orang mulai panik dan transaksi digital terhadap produk digital kami mulai meningkat,” katanya

Ya, meski dalam keterbatasan diakuinya tidak semua terpuruk. Justru pandemi memaksa orang beralih ke teknologi. Akhirnya, pertumbuhan mobile banking BNI oleh nasabah baru naik dan fungsi ATM mulai bergeser.

Bahkan melalui inovasi program BNI go to Global, pihaknya malab menggandeng UMKM di Malang untuk diusung ke luar negeri. Mulai dari Singapore, London, New York dan Seoul.

Direktur PT Agro Mitra Alimentare (AMA), Ge Recta Geson menerima kenang-kenangan dari CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq/ (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Direktur PT Agro Mitra Alimentare (AMA), Ge Recta Geson menerima kenang-kenangan dari CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq/ (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

“Apalagi di pandemi ini UMKM susah menjual ya karena kunjungan turis berkurang. Maka BNI berkomitmen membuka cabang di luar negeri dan kami gandeng UMKM untuk join dengan kami, sehingga BNI bisa menjadi etalase untuk produk UMKM Indonesia,” imbunya.

Di samping itu, produk handicraft Indonesia juga memiliki kualitas yang tak kalah dengan perusahaan luar negeri. Bahkan cenderung disukai di pasar global.

Pun, ditunjang dengan potensi sektor pertanian Jawa Timur yang kuat. BNI berinsiatif membentuk program milenial farming guna mengedukasi dan mendorong petani muda agar menghasilkan produk-produk menarik dan berkualitas. Sehingga tidak menutup kemungkinan munculnya bisnis-bisnis baru.

“Sehingga kami yakin bisnis ini akan terwujud jika ada sinergi antara pelaku usaha dengan perbankan. Hal itu sangat penting karena pasti ada peluang dan harapan di setiap keterbatasan,” pungkas satu-satunya Kanwil BNI perempuan di Indonesia itu.

Pemimpin BNI Kantor Wilayah 18 Beby Lolita Indriani mendapat cindermata dari CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq. (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Pemimpin BNI Kantor Wilayah 18 Beby Lolita Indriani mendapat cindermata dari CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq. (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Tak jauh berbeda, Recta juga menjabarkan bahwa sistem komunikasi publik yang dibangun PT. AMA tak lepas dari peran media dan data yang dikumpulkan.

“Kalau kami sendiri mengedukasi apa itu probiotik, mikrobiota, Pro EM.1 dan manfaatnya pasti terbatas. Setahun ini yang kami capai seperti mukjizat karena dibantu oleh teman-teman media yang tentunya berkualitas dan kredibel. Saya punya pembina wartawan senior yang membimbing bagaimana cara memberitakan tentang produk ini dan uji-uji yang sudah kita lakukan,” tandasnya

Beberapa informasi yang getol dipublikasikan antara lain, seputar informasi kesehatan. Alhasil, bersama produk unggulannya, Pro EM.1 mampu menembus pasar nasional bukan hanya Jawa Timur. Ke depan, pihaknya bahkan berencana melakukan import ke India.

“Sejuta manfaat Pro Em.1 tidak ada artinya tanpa teman-teman media. Apa itu Pro Em.1? Apa manfaatnya? Dan mencarinya bagaimana? Mendapatkannya di mana? Kalau hanya mengandalkan sebatas kekuatan teman, keluarga itu tidak sebesar ketika diberitakan oleh media ditunjang dengan data yang berkualitas,” tutupnya

  • Bagikan