Mengulik Sejarah, Komposisi, Jenis, dan Manfaat Teh - Tugujatim.id

Mengulik Sejarah, Komposisi, Jenis, dan Manfaat Teh

  • Bagikan
Teh. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)
Ilustrasi minuman teh. (Foto: Pexels)

Tugujatim.id – Semua orang pasti memiliki kebiasaan-kebiasaan tersendiri jika di rumah ya? Misalnya tengah beraktivitas di rumah tanpa ditemani secangkir kopi maupun teh hangat, semua terasa hambar. Ya, teh memang menjadi salah satu minuman favorit untuk menemani aktivitas Anda. Tak heran, minum teh sudah menjadi budaya di kalangan masyarakat Indonesia sehingga rata-rata di setiap keluarga selalu menyediakan teh di rumahnya. Warna, rasa, dan aroma teh yang khas mampu memberikan kepuasan bagi para penikmatnya. Tak lengkap rasanya jika para tea lovers tidak mengetahui fakta-fakta menarik tentang teh. Apa sajakah itu? Simak penjelasan berikut ini!

1. Sejarah Teh di Indonesia

Tahukah Anda sejarah teh di Indonesia? Melansir dari buku Proses dan Manfaat Teh karya Tuty Anggraini, teh dihasilkan dari tanaman Camellia Sinensis yang masuk kali pertama ke Indonesia dalam bentuk biji dibawa oleh Andreas Cleyer pada 1684. Tanaman ini kemudian ditanam sebagai tanaman hias di Batavia.

Selain itu, ada juga jenis teh Assamica yang berasal dari Sri Langka. Teh ini ditanam kali pertama oleh R.E. Kerkhoven di Gambung, Jawa Barat, yang saat ini menjadi Pusat Penelitian Teh dan Kina.

2. Komposisi Teh

Selain nikmat diminum, ternyata teh memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan lho. Masih dari buku Proses dan Manfaat Teh, teh mengandung senyawa aktioksidan, vitamin, dan mineral, yaitu kafein, polyphenol, catechin, dan minyak essensial. Sementara vitamin yang terkandung di dalamnya adalah vitamin C, A, B1, B2, B3, B5, E, dan K. Kemudian jenis mineral yang terkandung dalam teh antara lain, Natrium, Kalium, Calsium, Seng, dan terutama fluorida bermanfaat untuk memperkuat struktur tulang dan gigi.

3. Jenis-Jenis Teh di Dunia

Tea lovers harus tahu nih apa saja jenis-jenis teh yang diproduksi di dunia. Mengutip dari sumber sebelumnya, ada enam jenis teh, yaitu Green Tea, Yellow Tea, Dark Tea, White Tea, Oloong Tea, dan Black Tea. Green Tea diproses dengan reaksi oksidasi enzimatis yang sangat sedikit agar daun tetap hijau setelah diseduh.

Yellow Tea diproses dengan reaksi oksidasi enzimatis yang sedikit, dengan kandungan epigalocatechin galat terbesar. Dark Tea ialah teh yang sengaja dibiarkan agar mengalami proses fermentasi sekunder. Teh ini mengandung theabrownin sebagai pigmen terpenting. White Tea diproses secara manual, dibiarkan layu, dan dikeringkan. Teh putih berwarna abu-abu yang lembut dan hanya terdiri dari daun kuncup saja. Oloong Tea diproses dengan reaksi semi oksidasi enzimatis, dan berbentuk menggulung seperti dipuntir. Black Tea merupakan teh yang diproses dengan oksidasi enzimatis lebih kuat dari Oloong Tea. Teh hitam ini sering dijumpai di pasaran.

4. Manfaat Teh

Dilansir oleh laman Tehdia, teh memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

• Memberikan Efek Relaksasi dan Tingkatkan Daya Fokus

Kandungan l-theanin dalam teh mampu membuat badan menjadi lebih rileks sehingga dapat menambah ketenangan dan mengurangi rasa gelisah. Sementara kafein dapat menstimulasi sistem saraf agar lebih semangat dan tidak mudah lelah. Hal ini dapat meningkatkan daya fokus, apalagi teh dapat membersihkan saluran pernapasan dan memperlancar sirkulasi darah.

• Menangkal Radikal Bebas

Teh mengandung senyawa antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Hal itu dapat mencegah timbulnya penyakit kronis, seperti kanker, penyakit kardiovaskular, serangan jantung, diabetes, aterosklerosis, dan lain-lain.

• Menurunkan Kadar Gula Darah

Teh hitam tanpa pemanis dapat membantu meningkatkan kadar insulin dalam tubuh sehingga dapat menurunkan kadar gula darah. Rendahnya kadar gula darah dapat mencegah timbulnya penyakit, salah satunya diabetes melitus.

• Stabilisator Tekanan Darah

Kandungan mineral kalium dalam teh yang cukup tinggi dapat bermanfaat dalam menjaga keseimbangan tekanan darah. Mineral ini juga dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik yang cukup signifikan.

• Mencegah Asam Urat

Menurut modul yang berjudul Teh: Proses, Karakteristik, dan Komponen Fungsionalnya karya Dr. Dadan Rohdiana menjelaskan, kandungan kafein sebagai bioaktif penyumbang rasa pahit dan segar dalam teh mampu menghambat pembentukan asam urat dalam darah (anti asam urat). Sejauh ini pengalaman empiris didukung publikasi ilmiah membuktikan teh adalah minuman nikmat yang menyehatkan.

  • Bagikan