• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Acara mengupas apa itu growth mindset bersama Ilhamuddin Nukman dan Tugumalang.id. (Foto: Dokumen)

Acara mengupas apa itu growth mindset bersama Ilhamuddin Nukman dan Tugumalang.id. (Foto: Dokumen)

Mengupas ‘Growth Mindset’ dan Orang-orang yang Terkurung Pikirannya Sendiri

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Bisnis, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Growth mindset atau berpola pikir berkembang bisa menjadi salah satu strategi untuk merubah hidup kita menjadi selangkah lebih baik. Hal itu diungkapkan oleh Ilhamuddin Nukman SPsi MA, Dosen Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Ilham mengatakan, mindset atau cara berpikir sangat mempengaruhi respon seseorang terhadap hal-hal baru. Dengan demikian, berkembang atau tidaknya seseorang juga tergantung mindset orang itu sendiri dalam merespon hal baru.

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

Ada dua jenis pola pikir yang saling bertentangan dalam merespon perubahan maupun hal hal baru, yaitu fix mindset dan growth mindset.

“Secara sederhana, cara berfikir fix mindset itu tidak memiliki atau memberikan ruang dan peluang orang untuk mengembangkan inovasi, kreativitas maupun perubahan,” ujarnya.

“Sementara cara berpikir growth mainset selalu membuka peluang bagi pertumbuhan orang untuk menjadi lebih baik atau menemukan dirinya yang lebih ideal,” paparnya.

Menurutnya, salah satu ciri orang yang memiliki fix mindset yaitu tidak bisa menerima kritik atau masukan. Dikatakan, orang orang yang memiliki fix mindset cenderung akan merasa paling pandai dan mumpuni.

Acara diskusi antara CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq dan Dosen Psikologi FISIP UB, Ilhamuddin Nukman SPsi MA. (Foto: Dokumen) tugu jatim
Acara diskusi antara CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq dan Dosen Psikologi FISIP UB, Ilhamuddin Nukman SPsi MA. (Foto: Dokumen)

Dia mengatakan, saat ini masih banyak orang yang masih berpola pikir fix mindset. Sementara itu menuturnya, seorang pakar suatu bidang sekalipun pasti terdapat kekurangan di sisi-sisi lain yang mungkin belum pernah tersentuh.

“Inilah yang membuat orang terjebak dalam pikirannya. Jadi dia akan merasa besar, pintar dan lainnya. Ini adalah orang yang pikirannya terkurung,” ucapnya.

“Dalam dunia psikologi, orang orang yang terkurung pikirannya dengan pikirian kecerdasannya, kepintaran atau kebesarannya, ini sudah masuk dalam kategori indikasi orang orang yang memiliki gangguan,” bebernya.

Ilham menjelaskan, setiap orang perlu memperbarui pengetahuannya agar terus bisa berkembang. Kepandaian masa lalu seseorang dikatakan, sama sekali tidak dapat dijadikan pedoman kepandaian dimasa mendatang.

“Banyak sekali mahasiswa yang IPK nya bagus, tapi ketika mereka bekerja, mereka banyak yang menganggap tidak bisa bekerja. Karena didalam bekerja tidak hanya tentang pengetahuan tapi juga harus bisa berinteraksi dengan orang, berdaya tahan, kemampuan untuk bangkit dan hal lainnya,” bebernya.

Fix mindset dan growth mindset dari seorang pemimpin juga sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya suatu organisasi maupun negara. Di mana, seorang pemimpin akan selalu mengendalikan organisasi maupun negara tersebut.

“Jika pemimpinnya baik bupati, wali kota, gubernur maupun presidennya berpola pikir masih fix mindset, jangan harap organisasinya akan tumbuh. Organisasi itu akan dihantam oleh pikiran fix mindset dari pemimpinnya,” ujarnya.

Untuk itu menurutnya, syarat mutlak untuk bisa menjadi seorang pemimpin adalah yang memiliki mimpi besar dan pandangan jauh kedepan demi kemajuan organisasi dimasa mendatang yang lintas generasi.

“Kalau perlu tidak hanya sebatas satu generasi saja tapi juga diteruskan ke generasi generasi selanjutnya. Ini kalau gak dipimpin oleh pemimpin yang growth mainset maka orgnisasi itu tidak akan bisa berkembang,” tuturnya.

 

Tags: pengembangan diripsikologi
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Next Post
Santoso dan istrinya Herry Siswati. (Foto: Dokumen)

Inspirasi dari Mas Santoso 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID