TUBAN, Tugujatim.id – Menikmati semangkuk bubur sagu tidak perlu jauh-jauh hingga ke wilayah Indonesia bagian timur. Cukup datang ke Dusun Santren, Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, anda bisa merasakan enaknya sajian makanan ini.
Sajian makanan dengan berbahan utama tepung sagu ini, bisa dicicipi saat anda mampir ke wisata air Si Lowo. Di sana ada sebuah warung sederhana milik warga setempat bernama Dita Yuliana (33). Suasana warung itu mengenakan pikiran dengan dikelilingi pepohon sagu yang tumbuh subur di sekitar mata air.
Dita mengungkapkan bahwa ia sengaja menjual produk yang dihasilkan dari pohon sagu yang banyak tumbuh di lingkungannya.

Harganyapun terbilang murah. Untuk semangkuk bubur sagu khas ini, cukup membayar Rp5 ribu saja, sedangkan untuk baksonya harganya juga sama. “Bubur dan baksonya sama, harganya Rp5 ribu per porsinya,” terangnya.
Dita mengungkapkan, perdana berjualan lagi makanan ini setelah wisata air ini dibuka kembali pasca pandemi Covid-19. Dia berharap, Si Lowo bisa terus beroperasi, sehingga dia bisa berjualan terus.
Bubur sagu paling enak dinikmati selagi masih hangat. Campuran tepung sagu, gula jawa, dan garam yang diolah menjadi bubur ini membuat lidah bergoyang, ditambah pula gurih santan yang terbuat dari sari kedelai dan kacang ijo, menambah selera untuk menyantapnya.

Mahfudz, salah satu penikmat bubur sagu mengatakan bahwa rasa gurih dan manis yang dihasilkan semangkok bubur sagu ini membuat dirinya merasakan sensasi yang khas. Apalagi saat menikmatinya di tengah kawasan kebun sagu, membuat hati merasa nyaman dan segar.
“Enak. Beda dengan bubur lainnya ya. Apalagi santannya. Kalau biasanya kita merasa santan kelapa, ini diganti sari kedelai dan kacang ijo membuat rasa mix-nya berasa enak,” terangnya.
Ternyata tidak hanya bubur saja, olahan lainnya yang terbuat dari tepung sagu juga ada, seperti bakso sagu. Meskipun hampir sama dengan bakso pada umumnya. Namun yang membedakan campuran tepung sagu. “Bakso sagunya juga enak,” ungkapnya.







