JEMBER, Tugujatim.id – Kamu sedang berada di Jember, Jawa Timur? Ingin mengetahui lebih dalam sejarah Jember menjadi Kota Tembakau? Museum Tembakau jadi pilihan tepat untuk kamu yang ingin mendalami dunia pertembakauan di Jember. Yuk, simak sampai akhir!
Jember dikenal sebagai kota tembakau berkat hasil tembakau berkualitas tinggi yang mendunia. Sejak zaman nenek moyang, tembakau menjadi salah satu komoditas utama yang mendukung perekonomian masyarakat setempat. Salah satu produk tembakau andalan Jember adalah cerutu yang telah menembus pasar internasional, terutama di negara-negara Eropa seperti Belanda dan Jerman.
Meski pernah mengalami masa sulit saat harga bahan baku anjlok, para petani tetap setia menanam tembakau karena permintaan pasar, khususnya untuk rokok, terus meningkat. Tidak mengherankan, tradisi menanam tembakau berlanjut hingga kini, memberikan identitas khas bagi daerah Jember.
Sebagai upaya melestarikan sejarah dan mengedukasi masyarakat tentang tembakau, Museum Tembakau pun didirikan. Museum ini berada di bawah pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Sertifikasi Mutu Barang-Lembaga Tembakau Jember, bagian dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur yang terletak di Jalan Kalimantan Nomor 1, Sumbersari, Jember.
Baca Juga: Jatim Kuasai Pasar Pangan Nasional dengan Inovasi Pertanian, Raih Penghargaan IGA 2024
Ketika kamu berkunjung ke Museum Tembakau, saat melewati pintu masuk museum, kamu akan disambut dengan suasana khas tembakau yang tercermin dari berbagai dekorasi seperti lukisan petani di ladang tembakau, tarian khas Jember bernama Labako, hingga potret seorang lelaki tua yang mengisap cerutu.
Suasana di dalam museum terasa nyaman dengan ornamen kayu dan bambu, memberikan nuansa pedesaan yang menenangkan. Penataan benda-benda pameran yang kreatif membuat pengalaman berkeliling museum menjadi menyenangkan dan tidak membosankan.
Masuk di ruangan pertama, kamu akan diajak menjelajahi sejarah tembakau mulai dari asal-usulnya di Amerika hingga penyebarannya ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Sejarah ini digambarkan melalui mural, diorama, dan replika, seperti alat isap tembakau yang digunakan oleh suku-suku asli Amerika Utara dalam upacara sakral.
Christopher Colombus merupakan salah satu tokoh penting dalam penyebaran tembakau ke Eropa yang kemudian merambah ke Indonesia. Di salah satu ruangan, kamu juga akan menemukan pajangan unik seperti papan nama museum yang terbuat dari kayu, dihiasi bambu dan tembakau kering.
Memasuki ruangan berikutnya, kamu bisa mempelajari proses penanaman dan pengolahan tembakau. Di sini, ditampilkan berbagai alat tradisional untuk menanam hingga mengeringkan tembakau, termasuk replika gudang penyimpanan tembakau khas Jember. Salah satu koleksi yang menarik adalah daun tembakau kasturi dari Besuki, Situbondo, yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah per kilogram karena kualitasnya yang luar biasa.
Tidak hanya itu, Museum Tembakau juga memamerkan aneka alat yang digunakan dalam industri tembakau, seperti alat pres, rajang, dan linting rokok. Kamu bahkan bisa melihat peralatan laboratorium yang berfungsi untuk menguji kualitas tembakau sebelum mendapatkan izin edar. Selain itu, tersedia informasi tentang berbagai cara menjaga tanaman tembakau dari hama, termasuk kutu, sehingga produktivitas tetap optimal.
Museum Tembakau juga menunjukkan bahwa tembakau memiliki manfaat lebih dari sekadar bahan dasar rokok dan cerutu. Di salah satu ruang pameran, kamu akan menemukan berbagai produk olahan tembakau seperti parfum, sabun, pupuk organik, cairan pembersih tangan, bahkan asap cair untuk kebutuhan industri. Fakta ini membantah stigma buruk yang sering melekat pada tanaman tembakau.
Selain produk olahan, museum ini juga memajang daun tembakau kering dari berbagai daerah, termasuk tembakau rajang Maesan dari Bondowoso, Prancak dari Sumenep, Tanjungsari Tasikmalaya dari Jawa Barat, hingga tembakau Bojonegoro dan Sinjai.
Selanjutnya, kamu juga akan menemukan koleksi daun tembakau dari sejumlah perusahaan besar di Jember seperti PTPN X, PT Mayangsari, dan PT GMIT, yang dikenal sebagai produsen dan pengekspor tembakau berkualitas tinggi ke berbagai negara, termasuk Eropa.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Bakery Cafe Terbaik di Malang, Surganya bagi Pencinta Cake dan Pastry
Bangunan Museum Tembakau memiliki desain modern dan minimalis, yang membuatnya berbeda dari museum-museum bersejarah lainnya. Lantai pertama digunakan untuk menyimpan koleksi tembakau dan alat-alat terkait, sementara lantai dua berfungsi sebagai perpustakaan. Perpustakaan tersebut menyimpan berbagai buku tentang tembakau serta topik umum lainnya, memberikan ruang untuk pengunjung yang ingin memperdalam pengetahuan.
Museum Tembakau buka setiap hari kerja, yaitu Senin hingga Jumat, dari pukul 09.00-17.00 dengan tiket masuk yang terjangkau, hanya Rp10.000 per orang. Akan tetapi, museum ini tutup pada akhir pekan. Sebelum masuk, kamu perlu mengisi daftar hadir di resepsionis dan membayar tiket.
Pada musim tembakau, suasana Jember semakin semarak dengan aktivitas pengeringan daun tembakau yang dilakukan di berbagai tempat, termasuk di pinggir jalan dan lapangan terbuka. Kamu juga bisa melihat gudang tembakau khas Jember, bangunan besar dengan atap tinggi dari jerami dan dinding anyaman bambu, yang sering disangka rumah adat oleh orang luar daerah.
Museum Tembakau tidak hanya menjadi tempat wisata edukasi, tetapi juga sarana pelestarian warisan budaya bangsa. Dengan segala koleksi dan informasi yang disajikan, museum ini memberikan gambaran menyeluruh tentang peran penting tembakau dalam sejarah, ekonomi, dan budaya masyarakat Jember. Jadi, jika kamu berkunjung ke Jember, jangan lewatkan kesempatan untuk menyelami kekayaan budaya ini di Museum Tembakau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Ebenhaezer Parningotan Silaban/Magang
Editor: Dwi Lindawati








