• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti mengunjungi SMP Prima Cendekia Islami Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (20/11). Foto: Humas Kemendikdasmen.

Menteri Abdul Mu’ti Rencana Perkenalkan Kelas Coding Sebagai Mata Pelajaran Pilihan SD dan SMP Tahun Depan

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, Tugujatim.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana memulai memperkenalkan kelas coding sebagai mata pelajaran pilihan di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP di tahun ajaran yang akan datang.

“Tentu tidak mulai dari kelas 1, mungkin bisa dari kelas 4, kelas 5 atau kelas 6 tergantung dari kesiapan masing-masing sekolah dan juga kesiapan gurunya dan sarana-prasarananya. Ini sekali lagi masih bagian dari proses,” tutur Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti saat mengunjungi SMP Prima Cendekia Islami Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, dalam keterangan tertulisnya Rabu (20/11).

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Menteri Mu’ti meninjau kelas coding yang telah diselenggarakan oleh SMP Prima Cendekia Islami. Sekolah tersebut telah mengenalkan kelas coding mulai Kelas 1 SMP, bahkan beberapa sekolah sudah mengenalkan di jenjang Sekolah Dasar.

mendiknas kelas coding 1
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti mengunjungi SMP Prima Cendekia Islami Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (20/11). Foto: Humas Kemendikdasmen.

“Ini kan proses saya melihat sekolah-sekolah yang mulai mengajarkan coding. Ini merupakan salah satu dari sekolah yang ada di Kabupaten Bandung yang sudah menyelenggarakan kelas coding mulai dari Kelas 1 SMP,” ucapnya, pada Rabu (20/11).

Lebih lanjut, Mendikdasmen menyampaikan bahwa Kemendikdasmen melihat sebenarnya mata pelajaran coding bukanlah mata pelajaran yang baru. Karena banyak sekolah yang sudah menerapkannya dan salah satunya adalah SMP Prima Cendekia Islami, Kabupaten Bandung.

Menteri Mu’ti mengungkapkan, bahwa saat ini banyak sekolah yang telah mengajarkan coding sejak kelas 4, kelas 5 atau kelas 6 di SD. Ia menambahkan, bahwa Kemendikdasmen akan mencoba untuk mengeksplorasi terkait mata pelajaran coding apakah dapat menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri.

“Saya harap nanti ada akan ada kesempatan lain untuk melihat mata pelajaran coding di SD, mudah-mudahan bisa melihatnya di kota-kota lain,” kata Menteri Mu’ti.

Menteri Mu’ti mengatakan, bahwa mata pelajaran coding dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran prakarya atau keterampilan. Dengan demikian, ucapnya, proyek-proyek prakarya siswa dapat berfokus pada pengembangan aplikasi atau program sederhana.

“Guru keterampilan yang memiliki jam mengajar lebih sedikit dapat mengajar mata pelajaran ini. Saya berharap, agar jumlah jam mengajar untuk mata pelajaran coding ditingkatkan, atau bahkan menjadikan coding sebagai mata pelajaran tersendiri. Namun, hal ini masih perlu dikaji lebih lanjut,” terang Menteri Mu’ti.

Kepala Sekolah SMP Prima Cendekia Islami, Beny Saputro, menyampaikan bahwa mata pelajaran coding diterapkan di sekolahnya karena SMP Prima Cendekia Islami merupakan sekolah yang berbasis digital, sehingga penerapannya diaplikasikan ke dalam pelajaran, program, serta saran dan prasarana di sekolah.

Selain itu, ujar Beny, penerapan mata pelajaran coding sebagai bagian dari kebutuhan perkembangan teknologi 4.0 dan Society 5.0. “Sehingga kami berusaha memfasilitasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pendidikan itu,” terangnya.

Sementara itu, Guru Informatika SMP Prima Cendekia Islami, Sofhia Nabilah, mengungkapkan bahwa mata pelajaran coding sudah dilaksanakan sejak berdirinya SMP Prima Cendekia Islami pada tahun 2021. Ia menambahkan, bahwa mata pelajaran coding di SMP Prima Cendekia Islami lebih mengutamakan praktik dibandingkan teori.

“Jadi pembelajarannya secara dominan berupa praktik baik membuat laman, permainan, film, dan juga membuat makalah. Itu semua dilakukan oleh siswa-siswa di sekolah kami,” terang Sofhia.

mendiknas kelas coding 2
Siswa SMP Prima Cendekia Islami Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat terima pelajaran coding, pada Rabu (20/11). Foto: Humas Kemendikdasmen.

Sofhia menyampaikan, bahwa para orang tua siswa sangat mendukung dengan mata pelajaran coding, terlebih SMP Prima Cendekia Islami merupakan sekolah yang berbasis digital. “Alhamdulilah, berkat dukungan orang tua siswa, serta fasilitas pembelajaran sudah memadai, anak-anak sangat semangat untuk belajar coding. Namun, mengajar ke anak-anak remaja ini memang perlu bersabar dalam prosesnya dan juga menjelaskannya secara detail agar anak-anaknya bisa mengerti dengan mudah,” ujarnya.

Sofhia berharap agar pendidikan coding dapat diterapkan secara merata di semua sekolah. Ia juga mengharapkan adanya dukungan pemerintah dalam bentuk fasilitas serta pelatihan bagi para guru, mengingat perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Pada kesempatan tersebut, Pengawas Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Noer Sobariah, mengatakan bahwa saat ini sudah 35 SMP yang telah melaksanakan mata pelajaran coding. “Dari total 388 satuan pendidikan di tingkat SMP di Kabupaten Bandung, 35 SMP negeri dan swasta telah melaksanakan mata pelajaran coding sebagai mata pelajaran pilihan,” ungkap Sobariah.

Sebagai informasi, SMP Prima Cendekia Islami memiliki 294 peserta didik, 25 guru, 10 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki beberapa program unggulan yang diterapkan secara sistematik.

Kunjungan Menteri Mu’ti didampingi oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, serta perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Dinas Pendidikan Daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: KemendikdasmenMendikdasmen
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Persebaya Surabaya

Persebaya Tak Ciut Meski Persija Diperkuat 4 Pemain Timnas Indonesia

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID