Meski Kota Malang Level 2, UB Bakal Gelar Kuliah Tatap Muka pada 2022 - Tugujatim.id

Meski Kota Malang Level 2, UB Bakal Gelar Kuliah Tatap Muka pada 2022

  • Bagikan
Kampus Universitas Brawijaya (UB). (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kampus Universitas Brawijaya (UB). (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Saat ini Kota Malang telah memasuki PPKM Level 2 berdasarkan Inmendagri No.53/2021 tentang PPKM Jawa Bali. Karena itu, sejumlah pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan perkuliahan di Kota Malang, telah dilonggarkan. Namun, Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang masih menunggu kondisi pandemi stabil.

Rektor UB Prof Nuhfil Hanani menuturkan, pihaknya belum mengajukan izin terkait kegiatan perkuliahan tatap muka kepada Satgas Covid-19 Kota Malang meski sudah ada kelonggaran aktivitas.

“Kami belum mengajukan. Nunggu perkembangan dulu, sekarang kan Kota Malang masih Level 2. Artinya, masih tanda kutip belum stabil,” ujarnya, Rabu (20/10/2021).

Dia menyebutkan, saat ini UB hanya menerapkan perkuliahan tatap muka terbatas bagi pembelajaran yang tak memungkinkan dilakukan daring. Di antaranya, kegiatan praktikum, bimbingan skripsi, hingga magang.

Sementara kegiatan perkuliahan dalam kelas, pihaknya memastikan masih melalui daring. Meski begitu, pihaknya juga berencana akan menerapkan kegiatan perkuliahan tatap muka pada semester depan, yakni awal 2022.

“Kan ini sudah mau semester genap, sudah UTS. Jadi, kami coba diselesaikan dulu daring ini. Nanti semester depan baru luring full,” ucapnya.

Dia mengatakan, belum mengadakan rapat bersama para dekan sehingga perkuliahan luring dilakukan semester depan.

“Sementara ini kami belum rapat dengan dekan-dekan. Jadi, yang jelas luring akan dibuka semester depan. Tapi, semuanya lihat situasi dulu,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan, saat ini dari 68 ribu mahasiswa UB, sekitar 88 persen orang telah menerima vaksin Covid-19. Pihaknya tak mempermasalahkan jika nantinya kegiatan perkuliahan diharuskan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Kami sudah survei, mahasiswa UB di seluruh Indonesia sekitar 88 persen sudah vaksin semua. Jadi, gak masalah jika menggunakan PeduliLindungi,” jelasnya.

Menurut dia, akan mengadakan rapat dengan para dekan dan dipersiapkan semuanya dulu.

“Nanti akan kami siapkan semua terkait aplikasi tersebut. Jadi, kami akan mengadakan pertemuan dengan dekan-dekan dulu untuk semester depan,” tutupnya.

 

  • Bagikan