• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika usai menandatangani keputusan DPRD tentang KUA-PPAS APBD tahun 2024. Foto: Yona Arianto/Tugu Jatim

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika usai menandatangani keputusan DPRD tentang KUA-PPAS APBD tahun 2024. Foto: Yona Arianto/Tugu Jatim

Meski PAD Turun di 2024, Pj Wali Kota Malang Optimistis PAD Bakal Normal di 2025

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Advertorial
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang di 2024 terjadi penurunan sebesar Rp412.637.500.000. Padahal, target PAD Kota Malang diproyeksi bisa mencapai Rp1.226.378.336.360, hingga akhirnya turun menjadi Rp813.740.836.360.

Melihat hal itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat masih optimistis bahwa PAD Kota Malang masih bisa terealisasikan lebih optimal.

You might also like

Calon Terpilih Mundur, Pemkab Jember Buka Lagi Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan

17/06/2026 9:13 PM
Gus Fawait

Gus Fawait Siapkan Layanan PMI Terpadu di Jember, CPMI Tak Perlu Lagi ke Surabaya

16/06/2026 12:30 PM

Wahyu mengatakan bahwa target PAD tersebut harus turun setelah penyesuaian atas implementasi Undang-undang Hubungan Keuangan dari Pusat dan Daerah (HKPD).

“Dengan adanya implementasi itu, kita berhitung ulang dan kesepakatannya untuk di APBD 2024 kita hanya bisa dari target yang kemarin disampaikan. Jadi turun Rp400-an miliar, menjadi Rp800-an miliar,” ungkap Wahyu, pada Jumat (3/11/2023).

Akibat penyesuaian itu, potensi pendapatan di Kota Malang belum bisa terealisasikan maksimal di 2024. Sebab, dalam tahun pertama implementasi UU HKPD, tentunya akan ada banyak penyesuaian yang berkaitan dengan keuangan daerah. “Memang di tahun 2024, rata-rata semua (daerah) akan terjadi penyesuaian karena dengan implementasi UU tersebut,” tambah Wahyu.

Meski ada penyesuaian dari UU HKPD itu, Wahyu meyakini di 2025, keuangan daerah di Kota Malang pelan-pelan akan normal. Termasuk dari PAD yang bersumber dari beberapa sektor, seperti pajak, retribusi, dan sektor lainnya. “Insyaallah 2025 (target PAD) kita akan naik lagi. Di tahun 2024 selain dari pendapatan, nanti juga akan ada tranfer atau penerimaan mandatori dari pusat yang akan dikurangi,” ungkap Wahyu.

Wahyu melanjutkan bahwa pengaruh adanya kepentingan yang dianggarkan oleh pemerintah pusat pada 2024, hal tersebut mempengaruhi besaran dana mandatori transfer yang diterima oleh pemerintah daerah. “Iya, karena kebijakan regulasi yang harus dilakukan di 2024. UU Hubungan Keuangan antara Pusat dan Daerah dan itu diberlakukan di tahun 2024,” jelasnya.

Meski ada penurunan, Pemerintah Kota Malang akan tetap semaksimal mungkin menggali potensi pendapatan daerah yang ada. Ada beberapa sektor yang sudah dipetakan agar PAD bisa optimal.

“Ada beberapa hal yang akan kita optimalkan untuk menaikan pendapatan, salah satunya ada beberapa retribusi, ini akan kita optimalkan. Mudah-mudahan nanti kita sesuai dengan saran DPRD akan kita perhatikan dan tindaklanjuti,” pungkas Wahyu.

Dari data yang dihimpun, ada penuruan target PAD Kota Malang tahun 2024. Penurunannya sebesar Rp412.637.500.000. Dari yang semula sebesar Rp1.226.378.336.360, menjadi sebesar Rp813.740.836.360.

Dalam hal ini, penurunan terbesar ada di sektor pajak daerah yakni hingga mencapai Rp400.000.000.000. Sedangkan untuk lain-lain PAD yang sah, ada penurunan sebesar Rp20.800.000.000. Dari yang semula sebesar Rp97.511.675.576 menjadi Rp76.711.675.576.

Sementara untuk pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan masih tetap sebesar Rp30.842.842.034. Penambahan justru terjadi pada retribusi daerah sebesar Rp8.162.500.000. Dari yang semula sebesar Rp48.017.518.750 menjadi Rp56.180.018.750.(ads)

Reporter: Yona Arianto
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita malangberita Malang hari iniMalangpad kota malangpj wali kota malang
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Calon Terpilih Mundur, Pemkab Jember Buka Lagi Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 9:13 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember memutuskan menggelar ulang seleksi terbuka Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta...

Gus Fawait

Gus Fawait Siapkan Layanan PMI Terpadu di Jember, CPMI Tak Perlu Lagi ke Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 12:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyiapkan layanan PMI terpadu di Kabupaten Jember, agar calon Pekerja...

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 11:30 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Jember (Polije), Enrico Indra Budianto. Mahasiswa...

Gus Ning Jember 2026

Hadiri Grand Final Gus Ning Jember 2026, Gus Fawait Beri Pesan Tegas untuk Mahasiswa di Tengah Memanasnya Politik Nasional

by Mochamad Abdurrochim
14/06/2026 10:00 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Gus Ning Jember 2026 menjadi momentum bagi Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait untuk menyampaikan pesan...

Next Post
gudang bulog wire tugu jatim

Gudang Bulog Wire Terancam Batal Jadi Gudang Logistik KPU Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID