TUBAN, Tugujatim.id – Potret pendidikan di Kabupaten Tuban masih jauh dari kata ideal. Di tengah pesatnya kemajuan zaman dan teknologi, ternyata hanya 4,75 Persen warga Tuban yang Kuliah, bahkan ribuan lainnya tak tamat sekolah
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang diolah dari Databoks Katadata (2024), jumlah penduduk Tuban tercatat mencapai 1,27 juta jiwa. Dari total itu, hanya 4,75 persen yang pernah mengenyam pendidikan tinggi.
Rinciannya, sekitar 3,86 persen warga merupakan lulusan S1, lalu 0,52 persen D3, 0,2 persen D1 dan D2, 0,17 persen S2, dan hanya segelintir warga yang tepatnya 72 orang atau 0,006 persen berhasil meraih gelar doktor (S3).
Sebaliknya, kelompok dengan pendidikan dasar mendominasi. Sebanyak 33,54 persen warga Tuban hanya menamatkan SD, disusul 18,43 persen lulusan SMP. Lalu, 16,8 persen penduduk berijazah SMA, yang berarti hanya sekitar satu dari enam warga Tuban yang sempat menyelesaikan pendidikan menengah atas.
Yang lebih memprihatinkan, 10,15 persen penduduk belum tamat SD, dan 16,33 persen lainnya bahkan belum pernah bersekolah sama sekali. Jika dihitung, jumlahnya mencapai lebih dari 335 ribu jiwa. Angka itu menunjukkan masih banyak warga Tuban yang tertinggal dari sisi pendidikan.
Kondisi ini menjadi cermin tantangan besar di bidang sumber daya manusia. Rendahnya tingkat pendidikan bisa berdampak langsung terhadap kualitas tenaga kerja, tingkat kesejahteraan, dan kemampuan bersaing warga Tuban di dunia kerja yang kian menuntut keterampilan tinggi.
Sementara itu, jumlah warga berpendidikan tinggi masih sangat minim. Dari jutaan penduduk, hanya sekitar 48,83 ribu orang yang berstatus sarjana. Di atasnya, hanya dua ribuan warga bergelar magister, dan bisa dihitung jari yang mencapai jenjang doktor.
Kesenjangan pendidikan ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah daerah dan dunia pendidikan di Tuban untuk memperkuat akses serta kualitas pendidikan, terutama di tingkat dasar. Tak cukup hanya membangun gedung sekolah, tapi juga memastikan anak-anak di pelosok desa bisa bertahan hingga lulus.
Karena sejatinya, kemajuan sebuah daerah bukan hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, melainkan dari sejauh mana masyarakatnya mampu menuntaskan pendidikan. Dan bagi Tuban, perjuangan itu masih panjang.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Fien Roekmini Koesnawangsih menyebutkan, data ini akan disesuaikan dengan data yang ada di masing-masing Bidang di lembaga yang dia pimpin.
“Ini akan kita lihat dulu datanya mas. Apakah sudah sama/sesuai ataukah ada perubahan,”ucap Fien sapaan akrabnya.
Dilain pihak Kepala Disnakerin Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid maupun Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperidda) Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat belum merespon terkait Potret pendidikan maupun kondisi SDM di daerah dengan luas 1.839,94 km² ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Muchamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








