TUBAN, Tugujatim.id – Jagat media sosial Tuban digegerkan oleh beredarnya video dugaan praktik pergantian pelat nomor kendaraan dinas milik pejabat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Aksi mobil dinas di Tuban tersebut disinyalir dilakukan untuk menghindari kewajiban menggunakan BBM non subsidi.
Video berdurasi 39 detik itu diunggah akun Instagram @beritatubanid. Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah mobil dinas di Tuban dengan nomor polisi S 1814 EP diduga mengganti pelat nomor dari merah menjadi hitam atau pelat pribadi saat berada di area SPBU.
Baca Juga: Isi Mobil Dinas Sekda dan Kabag Umum Pun Digeledah KPK
Dalam video itu, mobil dinas di Tuban yang disebut-sebut sebagai kendaraan dinas pemerintah kabupaten (pemkab) tampak mengisi BBM jenis Pertalite di dispenser khusus BBM bersubsidi. Setelah pengisian selesai, mobil tersebut berpindah ke area pengisian angin nitrogen.
Menariknya, tidak lama kemudian pelat nomor kendaraan itu kembali berubah. Pelat hitam dilepas dan diganti dengan pelat merah dengan nomor polisi yang sama, yakni S 1814 EP. Momen tersebut terekam jelas dan langsung memantik reaksi warganet.
Aksi Tuai Kecaman dari Netizen

Unggahan video itu pun viral dan dibanjiri komentar pedas dari netizen. Banyak yang menyayangkan dugaan penyalahgunaan kendaraan dinas, terlebih di tengah kebijakan pembatasan BBM bersubsidi.
Akun @mbah_cahyo menulis komentar singkat bernada sindiran.
“Ah up wes dinas endi kejar,” tulisnya.
Sementara akun @selamatkan_bumi mendesak agar ada tindakan tegas dari aparat pengawasan internal pemerintah.
“Harus Inspektorat langsung manggil yang bersangkutan. Langsung pindah jadi pegawai SPBU,” tulisnya.
Baca Juga: Mobil Dinas Tercebur Sungai Akibat Tanah Ambles di Jember
Tidak sedikit pula warganet lain yang mempertanyakan pengawasan penggunaan kendaraan dinas serta komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan aturan penggunaan BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tuban maupun pihak terkait mengenai keaslian video dan identitas pengguna kendaraan dinas tersebut. Publik pun menunggu klarifikasi sekaligus langkah konkret agar kasus serupa tidak kembali terulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








