MOJOKERTO, Tugujatim.id – Mojokerto didapuk menjadi tuan rumah Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025. Peringatan PRB 2025 ini puncaknya pada Kamis (02/10/2025).
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyampaikan pandangan tentang peringatan PRB 2025 yang dimotori oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini. Bupati Albarraa menyebut peringatan PRB ini sejalan dengan semboyan Majapahit yang terkenal, Bhinneka Tunggal Ika.
Baca Juga: Peringatan Bulan PRB 2025 di Mojokerto Dibarengi Launching Buku Penyandang Disabilitas
“Semboyan yang mengajarkan bahwa walau berbeda, kita tetap satu. Dalam konteks kebencanaan, semangat kebersamaan harus dipegang, bersatu dalam menghadapi ancaman, berkolaborasi untuk rakyat,” ujarnya, Jumat (03/10/2025).
Pemprov Jatim Serius Cegah dan Kurangi Risiko Bencana
Sementara itu, Kabupaten Mojokerto dalam pencegahan dan pengurangan risiko bencana berfokus pada sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Sistem ini dinilai efektif, mengingat kondisi geografis Kabupaten Mojokerto cukup rawan terhadap beberapa macam bencana alam.
“Dari kondisi geografis terdapat potensi bencana seperti banjir, longsor, kekeringan, hingga ancaman erupsi gunung berapi. Kami berkomitmen untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat,” bebernya.
Terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan, Pemprov Jatim menanggapi serius soal komitmen pencegahan dan pengurangan risiko bencana. Wagub Emil menyebut indeks risiko bencana Jawa Timur mengalami penurunan sejak 2019 yang awalnya mencapai angka 137,88 telah turun menjadi 95,75 pada 2024.
“Penanganan dan pengurangan bencana bukan hanya tugas BPBD, tapi tugas seluruh insan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” terang Wagub Emil Dardak melalui keterangan resmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








