MOJOKERTO, Tugujatim.id – Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Jawa Timur (Jatim) 2023 yang digelar oleh Kanwil Kemenag Jatim berakhir dengan nada sumbang.
Acara yang mempertemukan perwakilan terbaik dari pondok pesantren (ponpes) di seluruh Jatim ini harusnya menjadi kompetisi yang penuh gengsi. Namun, ternyata event ini dinilai sudah semrawut sejak awal.
“Katanya digelar pada 5-8 Juni 2023. Namun, diakhiri satu hari lebih cepat. Kan tidak sesuai dengan rundown acara,” kata Eko David SR, Official Pesantren Nurul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto, sekaligus panitia lokal acara MQK Jatim 2023, pada Selasa (13/6/2023).
Sebelum MQK Jatim digelar, sebelumnya MQK tingkat kabupaten digelar di Ponpes Nurul Islam II, Pungging, Kabupaten Mojokerto. Ponpes Nurul Ummah yang berhasil menyabet delapan piala hanya menerima enam saat pengumuman pemenang.
“Awalnya event MQK tingkat kabupaten digelar di Ponpes Nurul Islam II. Lalu, Nurul Ummah menyabet delapan piala. Namun, hanya diserahkan sejumlah enam piala. Bahkan, sampai hari ini (13/6/2023) kami belum mendapat piala yang tersisa dari tingkat kabupaten,” sambung Eko.
Lantas, keganjilan baru dirasakan Eko saat Kemenag Jatim menujuk Ponpes Amantul Ummah sebagai tuan rumah untuk MQK Jatim. Praktis, dari event MQK tingkat kabupaten, tersisa empat hari saja untuk menyiapkan acara level provinsi ini. “Ditunjuk menjadi tuan rumah secara tiba-tiba. Kami hanya diberi waktu empat hari menyiapkan event tingkat provinsi,” beber Eko.
Keganjilan masih terasa sebab meski petunjuk teknis (juknis) perlombaan tersedia, namun, sambung Eko, komunikasi antara panitia lokal dengan Kemenag Jatim macet. “Meskipun juknis ada, namun komunikasi dengan Kanwil Kemenag Jatim macet. Khususnya tentang teknis lomba hingga pemberian penghargaan kepada pemenang lomba,” lanjut warga Pacet, Kabupaten Mojokerto ini.
Puncaknya, saat pengumuman penghargaan, tidak tampak piala maupun penghargaan lain seperti uang pembinaan yang diberikan. “Bahkan, santri kami yang mendapat juara tidak mendapatkan apa-apa saat pengumuman,” tandas Eko.
Akhirnya pada Senin (12/6/2023) malam, Eko bersama perwakilan Ponpes Nurul Ummah meluncur ke Kanwil Kemenag Jatim untuk mengambil tujuh piala penghargaan untuk juara tingkat provinsi. Itu termasuk tiga trofi untuk juara yang lolos seleksi MQK Nasional pada Juli nanti di Ponpes Sunan Drajat Lamongan. “Tadi malam (12/6/2023) kami ambil pialanya,” jelas Eko.
Dina Qoyyima Fath, Santri Nurul Ummah yang menyabet Juara I Putri bidang Tarikh Wustha MQK Jatim 2023 mengaku tidak mendapat apa-apa saat namanya diumumkan sebagai juara. “Iya. Kami tidak membawa apa-apa. Langsung pulang bersama pendamping kami,” terang Dina.
Sementara itu, hingga berita ini tayang, Kanwil Kemenag Jatim belum merespons konfirmasi dari Tugujatim.id.







