Mulai Hari Ini, Wali Kota Batu Dewanti Larang Warga Isoman di Rumah - Tugujatim.id

Mulai Hari Ini, Wali Kota Batu Dewanti Larang Warga Isoman di Rumah

  • Bagikan
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko diwawancarai usai Rakor Evaluasi bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di Makorem 083/BDJ Kota Malang, Jumat (13/08/2021). (Foto:M. Ulul Azmy/Tugu Jatim)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko diwawancarai usai Rakor Evaluasi bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di Makorem 083/BDJ Kota Malang, Jumat (13/08/2021). (Foto:M. Ulul Azmy/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Kehadiran Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Menko Marves RI)  Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Malang pada Jumat (13/08/2021) juga dalam rangka evaluasi penanganan Covid-19, mengingat lonjakan angka kasusnya masih tinggi.

Rakor evaluasi digelar di Korem 083/BDJ Kota Malang dihadiri Forkopimda Jawa Timur dan Malang Raya, termasuk Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Di situ, Kota Batu juga mendapat evaluasi dan masukan dari The Lord Luhut, julukan Menko Marves.

Dewanti mengatakan, Kota Batu mulai hari ini tidak lagi membolehkan penerapan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Artinya, setiap ada kasus konfirmasi positif, sudah harus menjalani prosedur isolasi di tempat isolasi terpusat (isoter), tepatnya di gedung Yayasan Perkabaran Persekutuan Injil Indonesia (YPPII) Kota Batu.

Isoman, Dewanti melanjutkan, membuat kondisi survivor tidak terpantau sehingga membuat angka kematian melonjak. Selain itu, transmisi penularan juga riskan terjadi semakin luas.

”Kami diberi waktu untuk eksekusi dalam seminggu ke depan. Kalau dulu kita lihat rumahnya, kalau memenuhi syarat isoman diperbolehkan, kalau sekarang tidak boleh,” kata dia pada awak media, usai rakor evaluasi.

Perempuan yang akrab disapa Bude ini memaparkan, saat ini ada sekitar 35 orang yang menjalani isoman di rumah. Dalam waktu dekat, mereka akan dipindah ke isoter YPPI.

”Total kami punya 400 bed dan yang ada di isoter saat ini ada 59 orang. Masih sisa banyak. Di YPPI ini bisa menampung sampai 156 pasien,” ungkap Bude.

Sejauh ini, pengalaman Dewanti agar pasien isoman ini berpindah ke isoter masih sulit karena terkendala kesadaran masyarakatnya sendiri. Rata-rata mereka masih memilih rumah sebagai tempat paling aman.

Dewanti mengatakan, rata-rata pasien isoman tipe ini tidak percaya dengan fasilitas yang diberikan di isoter. Padahal, realitanya, mulai penanganan, pelayanan, obat-obatan, hingga asupan gizi di isoter sangat diperhatikan.

”Kita tidak boleh egois di situasi seperti ini, saya minta kesadarannya,” tambahnya.

Terlepas dari itu, Bude masih tetap meminta warga untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), khususnya memakai masker dan menjaga jarak dengan membatasi mobilitas.

”Itu saja yang paling penting,” tegas dia.

Hal senada juga dikatakan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, bahwa jangan takut untuk dirawat di isoter. Dijamin, semua pelayanan kesehatan di isoter untuk pasien sudah baik.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat Rakor Evaluasi Penanganan Covid-19 di Malang Raya, Jumat (13/08/2021). (Foto:Penerangan Korem 083/BDJ Kota Malang/Tugu Jatim)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat Rakor Evaluasi Penanganan Covid-19 di Malang Raya, Jumat (13/08/2021). (Foto:Penerangan Korem 083/BDJ Kota Malang).

”Tempatnya bagus, makanan ada, obat dan dokter juga disediakan. Saya dengar tingkat kesembuhan juga tinggi, 100 persen. Sampai saat ini belum ada yang sampai meninggal saat menjalani isolasi di sini,” imbaunya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dalam penanganan kasus Covid-19.

”Saya ucapkan terima kasih buat Ibu Dewanti yang pandai sekali menata sehingga penanganannya berjalan dengan baik,” imbuhnya.

  • Bagikan