• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penampakan kolam ikan yang dibangun Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dekat kawasan konservasi Sumber Mata Air Umbul Gemulo. (Foto: Nawakalam/Tugu Jatim)

Penampakan kolam ikan yang dibangun Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dekat kawasan konservasi Sumber Mata Air Umbul Gemulo. (Foto: Nawakalam)

Muncul Kolam Besar di Sumber Umbul Gemulo Kota Batu? Ternyata Ini Faktanya!

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim – Warga 3 desa di Kota Batu resah ketika tahu adanya dugaan perubahan fungsi lahan di kawasan Sumber Mata Air Umbul Gemulo di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Tanpa warga tahu, tiba-tiba ada 3 kolam besar ukuran 6 meter di dekat sumber tersebut. Warga pun melakukan aksi protes pada Senin (04/10/2021).

Awalnya, lahan di situ dikatakan masih rimbun oleh tumbuhan dan pepohonan. Namun, kini sudah rata dengan tanah dan menyisakan kubangan besar yang mana tidak ada sama sekali warga sekitar yang tahu. Karena itu, warga di 3 desa memutuskan untuk mengonfirmasi langsung ke Pemkot Batu.

You might also like

Jawa Timur

Kabut Tebal dan Udara Kabur Kepung Jawa Timur, Kontras Cuaca Cerah di Madura Picu Sorotan

14/07/2026 8:30 AM
Lumpur Lapindo.

Komisi VII DPR RI Tinjau Luapan Lumpur Lapindo Sidoarjo, Minta Tanggul Segera Diperkuat Lindungi Jalur Nasional

13/07/2026 9:25 PM

Didampingi Nawakalam dan Malang Corruption Watch (MCW), perwakilan warga di 3 desa, yaitu Desa Sidomulyo, Desa Bulukerto, dan Desa Punten mendatangi kantor DLH Kota Batu di Balai Kota Among Tani untuk melakukan audiensi pada Senin (04/10/2021).

Perwakilan warga bernama Pradipta Indra menganggap pihak Pemkot Batu harusnya transparan. Dia mengatakan, klarifikasi sangat diperlukan mengingat tidak ada satu pun warga yang dilibatkan dalam kegiatan apa pun. Apalagi Sumber Mata Air Umbul Gemulo menjadi situs penting bagi masyarakat yang terus dilestarikan.

Perwakilan warga sekitar Sumber Umbul Gemulo bernama Pradipta Indra. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Perwakilan warga sekitar Sumber Umbul Gemulo bernama Pradipta Indra. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

”Kegiatan apa pun itu, seharusnya melibatkan peran serta masyarakat. Karena ini tiba-tiba dibangun di dekat kawasan konservasi. Kalau gak ada laporan, kan berpotensi merusak lingkungan,” kata dia pada awak media.

Namun dari hasil konfrontasi ini, Indra melanjutkan, didapati aktivitas pengerukan itu dilakukan untuk membuat tempat budi daya ikan. Dia mengaku agak lega. Meski begitu, seharusnya kegiatan apa pun juga harus melibatkan warga sekitar sebagai bentuk pengawasan.

Dengan pelibatan masyarakat, konsep site plan juga bisa mengikuti kondisi kawasan konservasi yang ada sehingga potensi kerusakan lingkungan bisa diminimalisasi.

”Jangan ujug-ujug ngeruk. Kami kan gak tahu ya, semua juga wajib mengawasi. Jangan sampai kegiatan yang ada merusak lingkungan sekitar. Apalagi jangan sampai terjadi penurunan debit air,” tegas dia.

Sumber Mata Air Umbul Gemulo di mata masyarakat sangat penting karena digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan irigasi oleh sebagian desa di Kota Batu. Selain itu, sumber ini juga memiliki nilai sejarah yang penting bagi masyarakat utara Brantas.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu membangun kolam ikan di dekat kawasan konservasi Sumber Mata Air Umbul Gemulo. (Foto: Nawakalam/Tugu Jatim)
Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu membangun kolam ikan di dekat kawasan konservasi Sumber Mata Air Umbul Gemulo. (Foto: Nawakalam)

Terpisah, Kepala DLH Kota Batu Aris Setiawan justru mengaku telah berkoordinasi dengan kepala desa (kades) Bulukerto sebelumnya. Terlepas dari itu, pihaknya memastikan tidak ada aktivis fisik dalam pengerjaan di sana.

Aris menjelaskan, pengerukan itu ditujukan untuk membangun kolam ikan. Nantinya, akan ada program lahan konservasi ikan endemik Kota Batu seperti ikan tombro punten, ikan sengkaring, hingga ikan Koi.

”Kolam ini sebagai jawaban atas keresahan para pembudidaya ikan yang kebingungan lahan saat ikan bertelur. Dengan kolam ini sebagai lahan untuk menyelamatkan telurnya agar tidak terbawa arus atau dimakan ikan lain,” papar Aris.

Aris menjelaskan, kolam ini nantinya akan menjadi lahan pemijahan telur-telur ikan yang ada. Nanti jika sudah tumbuh besar, maka akan disebar ke sungai-sungai tematik yang ada di Kota Batu.

”Kami jamin tidak ada pembangunan fisik, tidak ada betonnya. Karena apa? Karena memang ikan ini butuh aliran air adaptif dari sungai, kolamnya juga dari tanah,” tegasnya.

Tags: Berita kolam ikanDLH Kota BatuKolam ikan di kawasan konservasiKota BatuKota Batu hari iniSumber Mata Air Umbul Gemulo
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jawa Timur

Kabut Tebal dan Udara Kabur Kepung Jawa Timur, Kontras Cuaca Cerah di Madura Picu Sorotan

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 8:30 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (14/07/2026) menunjukkan dominasi kabut dan udara kabur di banyak wilayah, terutama kawasan...

Lumpur Lapindo.

Komisi VII DPR RI Tinjau Luapan Lumpur Lapindo Sidoarjo, Minta Tanggul Segera Diperkuat Lindungi Jalur Nasional

by Dwi Linda
13/07/2026 9:25 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono meninjau lokasi luberan lumpur di kawasan Pusat Pengendalian Lumpur...

Bazar Blitar Djadoel.

6 Ton Gunungan Limbah Sampah Jadi “Oleh-Oleh” Bazar Blitar Djadoel, 40 Dropbox Diabaikan

by Dwi Linda
13/07/2026 8:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel 2026 menyisakan persoalan lingkungan yang serius. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar mencatat,...

Blitar

Pengunjung Blitar Djadoel Ngeluh Kena ‘Getok’ Tarif Parkir Rp5 Ribu, Ini Respons Wali Kota

by Mochamad Abdurrochim
13/07/2026 2:00 PM
0

KOTA BLITAR, Tugujatim.id - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk memberantas praktik parkir liar dan tarif ugal-ugalan sepanjang gelaran Bazar...

Next Post
Diva Kurnianingtyas, wisudawan doktor termuda ITS berusia 24 tahun asal Malang/tugu jatim

Jadi Doktor Usia 24 Tahun, Perempuan Asal Malang Viral

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID