• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi mural Jokowi. (Foto: Tugu Jatim)

Ilustrasi mural Jokowi. (Foto: Tugu Jatim)

Mural Unik, Tak Selalu Mengkritik

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

YOGYAKARTA, Tugujatim.id – Seni mural akhir-akhir ini menjadi pembicaraan yang hangat di Indonesia. Apalagi terkait mural bertuliskan “Jokowi 404 not found” di sekitar wilayah Batuceper, Kota Tangerang, yang viral di media sosial (medsos).

Namun, mural tersebut kini sudah dihapus oleh pihak aparat dan warga tak lagi dapat melihatnya sejak Jumat (13/08/2021). Akibat dari adanya penghapusan mural tersebut, beberapa wilayah di Indonesia mulai membuat mural-mural dengan bentuk gambar mengkritik pemerintah. Di antaranya, di wilayah Kota Bogor, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Dilansir dari Detik.com, Edi Bonetski, salah satu seniman asal Kota Tangerang, mengatakan, pembuatan mural adalah kegiatan olahraga tangan, jiwa, dan pikiran sebagai tanggung jawab terhadap tubuh yang gelisah dalam menyaksikan reaksi aparat. Hal itu selaras dengan reaksi aparat yang terkesan represif dengan keberadaan mural yang mengkritik. Mulai dari menghapus hingga memburu siapa pembuat mural tersebut.

Setelah Presiden Jokowi memberikan sinyal agar Polri tidak terlalu represif berlebihan, kini mereka sudah tidak lagi memburu orang yang membuat mural bergambar kritik, tapi masih menghapus mural-mural yang berunsur kritik.

Tindakan represif polisi hanya akan membawa fenomena mural ini semakin luas, seperti yang dilakukan oleh Gejayan Memanggil dalam menggelar lomba mural kritik yang paling cepat dihapus aparat jadi juara. Menurut Gejayan Memanggil, mural adalah representasi dari perasaan rakyat yang tidak diberitakan, bahkan karya itu dihilangkan karena pemerintah tidak senang melihat rakyat punya kesadaran.

Gejayan Memanggil memudahkan bagi para seniman yang ingin mengikuti lomba tersebut, caranya cukup mudah dengan mengunggah foto mural yang telah dibuat di akun Instagram, lalu mention akun @gejayanmemanggil. Peserta pun wajib mengonfirmasi lewat Direct Message dengan kode “Lomba Dibungkam”. Keunikan dari lomba ini adalah hadiah yang diberikan mirip dengan para selebgram, yaitu mendapatkan hadiah di-follow oleh admin Gejayan Memanggil selama satu minggu.

Penghapusan mural yang dilakukan polisi menjadi peristiwa mundurnya demokrasi di Indonesia ketika kebebasan berekspresi ditindas, sebagaimana mural Jokowi 404 not found yang dihapus polisi karena dianggap menghina simbol negara.

Menurut Dosen Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret yang dilansir di kompas.com menjelaskan, presiden bukan termasuk simbol negara. Setelah panen kritik, akhirnya Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima tidak lagi menindaklanjuti kasus mural Jokowi 404 not found karena tidak ada unsur pidana.

 

Tags: Karya muralKasus kaus mural JokowiMural JokowiMural mengkritik
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Fadli Zon (kanan) menyerahkan dokumen bukti sejarah kiprah Bung Karno sebagai kader Muhammadiyah kepada anggota Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Ikhwan Mansur Situmeang. (Foto istimewa)

Ir Soekarno dari Muhammadiyah untuk Indonesia

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID