Tugujatim.id – Museum Gubug Wayang Mojokerto merupakan salah satu destinasi budaya yang layak dikunjungi bagi para pecinta seni tradisional Indonesia, khususnya wayang. Terletak di Kota Mojokerto, museum ini menjadi bukti nyata upaya pelestarian budaya bangsa melalui koleksi unik dan beragam. Dengan suasana khas Jawa yang kental, museum ini menghadirkan pengalaman edukatif dan inspiratif, terutama bagi generasi muda yang ingin mengenal lebih dalam budaya leluhur.
Museum ini didirikan oleh H. Abdul Kadir, seorang kolektor wayang sekaligus tokoh budaya dari Mojokerto. Berawal dari kecintaannya pada seni tradisional, ia mengumpulkan berbagai jenis wayang dari seluruh Nusantara hingga mancanegara. Atas inisiatif pribadinya, koleksi tersebut kemudian diabadikan dalam sebuah bangunan yang kini dikenal sebagai Museum Gubug Wayang Mojokerto.
Koleksi Wayang Terlengkap di Jawa Timur
Museum Gubug Wayang Mojokerto menyimpan lebih dari 6.000 koleksi wayang dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang klithik, hingga wayang beber dapat ditemui di sini. Tak hanya wayang Indonesia, museum ini juga menyimpan wayang dari negara lain seperti India, Kamboja, dan Thailand yang memiliki kesamaan nilai budaya.
Salah satu koleksi unggulan di museum ini adalah wayang kulit klasik dari era Mataram yang dipercaya berusia lebih dari satu abad. Selain itu, terdapat juga tokoh-tokoh pewayangan langka seperti Punakawan versi lokal, serta peralatan tradisional pementasan wayang seperti kelir, blencong (lampu), dan gamelan.
“Museum ini bukan hanya tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga pusat edukasi tentang budaya Nusantara,” ungkap H. Abdul Kadir saat diwawancarai oleh media lokal.
baca Juga : 5 Museum Mojokerto yang Menyimpan Jejak Peradaban Majapahit
Bangunan Bernuansa Tradisional dan Religius
Museum Gubug Wayang Mojokerto dibangun dengan gaya arsitektur khas Jawa. Bangunannya berbentuk joglo dengan ukiran kayu yang rumit dan megah. Di dalamnya, pengunjung akan disambut oleh suasana yang tenang, penuh dengan nilai spiritual dan estetika tradisional. Menariknya, museum ini tidak hanya berisi koleksi benda seni, namun juga menampilkan filosofi dan cerita di balik setiap tokoh wayang.
Setiap sudut ruangan disusun berdasarkan tema cerita pewayangan, mulai dari kisah Ramayana, Mahabharata, hingga legenda lokal Jawa Timur. Penataan ini memberikan alur narasi yang memudahkan pengunjung memahami konteks sejarah dan nilai moral di balik cerita tersebut.
Tempat Wisata Edukasi bagi Anak dan Pelajar
Museum Gubug Wayang Mojokerto juga sering dijadikan sebagai tujuan studi edukatif oleh sekolah-sekolah di sekitar Jawa Timur. Anak-anak diperkenalkan pada budaya wayang secara langsung, bahkan diperbolehkan untuk mencoba memainkan wayang di ruang interaktif yang disediakan.
Tak hanya belajar tentang seni pertunjukan, para pelajar juga diajarkan makna filosofi yang terkandung dalam tokoh pewayangan. Melalui kunjungan ini, museum berperan aktif menanamkan nilai-nilai kebajikan, seperti kejujuran, keberanian, dan kesetiaan.
“Museum ini sangat membantu anak-anak memahami budaya sendiri dengan cara menyenangkan,” ujar Fitri, guru dari salah satu SD di Mojokerto yang rutin mengajak muridnya ke museum tersebut.
Program Pelestarian Budaya dan Pementasan Wayang
Untuk menjaga eksistensi budaya, Museum Gubug Wayang Mojokerto juga secara rutin menggelar pementasan wayang kulit dan wayang golek. Pagelaran ini terbuka untuk umum dan biasanya dilaksanakan pada akhir pekan atau hari besar nasional. Tak jarang pula museum ini mengundang dalang dari luar kota untuk tampil dan berbagi pengalaman dengan pengunjung.
Selain itu, museum juga menyelenggarakan workshop pembuatan wayang kulit bagi pengunjung yang ingin belajar secara langsung. Program ini menjadi daya tarik tersendiri, karena pengunjung dapat merasakan proses kreatif di balik seni wayang yang rumit dan penuh ketelitian.
Baca Juga : 5 Wisata Sejarah Mojokerto yang Menyimpan Jejak Kejayaan Majapahit
Lokasi dan Jam Operasional Museum
Museum Gubug Wayang Mojokerto terletak di Jalan Kartini No. 23, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Letaknya cukup strategis dan mudah dijangkau dari pusat kota maupun stasiun kereta api. Museum ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Tiket masuknya pun sangat terjangkau, hanya sekitar Rp10.000 untuk umum dan Rp5.000 untuk pelajar.
Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, mulai dari area parkir, toilet, musala, hingga toko suvenir yang menjual miniatur wayang dan buku-buku budaya.
Museum Gubug Wayang Mojokerto bukan sekadar tempat menyimpan benda kuno, melainkan pusat pelestarian budaya dan edukasi bagi semua kalangan. Keberadaan museum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan leluhur dan memperkenalkan kekayaan seni tradisional kepada generasi masa kini.
Dengan koleksi lengkap, program interaktif, dan suasana yang kental dengan nilai budaya, museum ini layak menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Timur. Jika Anda berkunjung ke Mojokerto, jangan lewatkan kesempatan untuk menyelami kisah dan filosofi wayang yang kaya di Museum Gubug Wayang Mojokerto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Ilmi Habibi Rahmatullah








