Tugujatim.id – Perjalanan dari Malang ke Surabaya menjadi salah satu rute yang paling sering ditempuh. Ada yang berangkat untuk bekerja, kuliah, urusan bisnis, hingga sekadar berwisata. Selama ini banyak orang memilih kendaraan pribadi karena dianggap lebih irit dan fleksibel. Namun jika dihitung secara rinci, biaya perjalanan menggunakan kereta api solusi murah dibandingkan pengeluaran bahan bakar minyak (BBM) kendaraan pribadi.
Lantas, benarkah naik kereta Malang Surabaya lebih murah daripada biaya BBM? Yuk Simak! Kali ini Tugu Jatim bakal kasih kamu ulasannya.
Biaya BBM Malang Surabaya Ternyata Tidak Sedikit
Jarak Malang menuju Surabaya berkisar 90 hingga 100 kilometer, tergantung titik keberangkatan dan tujuan akhirnya. Jika menggunakan mobil pribadi, rata-rata konsumsi BBM kendaraan berada di kisaran 10 hingga 15 kilometer per liter.
Dengan asumsi harga BBM nonsubsidi 2026 sekitar Rp16.000 hingga Rp25.000 per liter, perjalanan sekali jalan dapat menghabiskan sekitar 10 liter bensin. Artinya, biaya BBM yang harus dikeluarkan berkisar antara Rp160.000 hingga Rp250.000 an.
Perhitungan tersebut belum termasuk biaya tol bagi pengguna mobil, parkir, maupun potensi kemacetan yang membuat konsumsi BBM semakin boros.
Sementara bagi pengguna sepeda motor, konsumsi BBM memang lebih irit. Namun tetap saja dibutuhkan sekitar 3 hingga 4 liter bensin untuk perjalanan sekali jalan, atau sekitar Rp48.000 hingga Rp64.000 tergantung jenis kendaraan dan bahan bakar yang digunakan.
Harga Tiket Kereta Malang Surabaya Cukup Bersahabat
Di sisi lain, kereta api menawarkan tarif yang relatif terjangkau. Tersedia berbagai pilihan kereta lokal maupun ekonomi dengan harga tiket mulai dari Rp10.000, tergantung jenis kereta, jadwal keberangkatan, serta kelas layanan. Harga tiket ini masih terbilang jauh lebih murah dibandingkan biaya BBM kendaraan pribadi.
Selain itu, penumpang tidak perlu memikirkan biaya parkir, kelelahan menyetir, maupun risiko macet panjang terutama saat akhir pekan dan musim liburan karena kereta sudah memiliki rute dan jalur khususnya sendiri.
Waktu Tempuh Relatif Stabil
Salah satu keunggulan kereta api adalah waktu tempuh yang lebih konsisten. Perjalanan Malang menuju Surabaya umumnya memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam, tergantung jenis kereta dan jumlah pemberhentian. Sementara menggunakan kendaraan pribadi, waktu perjalanan sangat bergantung pada kondisi lalu lintas. Pada jam sibuk atau akhir pekan, perjalanan bisa memakan waktu lebih lama akibat kepadatan kendaraan di beberapa titik seperti Lawang, Singosari, hingga kawasan masuk Kota Surabaya.
Dengan menggunakan kereta, penumpang dapat memperkirakan waktu kedatangan dengan lebih akurat sehingga lebih mudah mengatur agenda perjalanan. Tak hanya itu, bagi pekerja maupun mahasiswa yang rutin bepergian antara Malang dan Surabaya, kereta menjadi pilihan yang cukup menarik.
Selama perjalanan, penumpang bisa beristirahat, membaca buku, mengerjakan tugas, atau menikmati pemandangan tanpa harus fokus mengemudi. Selain itu fasilitas di dalam kereta juga terus mengalami peningkatan, mulai dari tempat duduk yang nyaman, pendingin ruangan, hingga kebersihan yang semakin terjaga.
Bagi sebagian orang, kenyamanan tersebut menjadi nilai tambah yang sulit didapat ketika menggunakan kendaraan pribadi di tengah lalu lintas yang padat.
Kendaraan Pribadi Tetap Punya Kelebihan
Meski lebih hemat dari sisi biaya perjalanan, kendaraan pribadi tetap memiliki sejumlah keunggulan. Pengguna mobil atau motor memiliki fleksibilitas menentukan waktu keberangkatan, memilih rute, dan dapat langsung menuju lokasi tujuan tanpa harus berganti roda transportasi.
Hal ini menjadi pertimbangan penting terutama bagi mereka yang membawa banyak barang, bepergian bersama keluarga, atau menuju lokasi yang jauh dari stasiun.
Oleh karena itu, pilihan transportasi terbaik tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing penumpang.
Kereta Menjadi Alternatif Transportasi yang Semakin Diminati
Saat ini meningkatnya kualitas layanan kereta api membuat transportasi kereta api semakin diminati masyarakat Jawa Timur. Selain tarif yang kompetitif, perjalanan juga dinilai lebih efisien karena terhindar dari kemacetan.
Jika tujuan perjalanan berada tidak jauh dari stasiun di Malang maupun Surabaya, menggunakan kereta bisa menjadi pilihan yang sangat ekonomis. Bahkan setelah ditambah biaya transportasi lanjutan seperti ojek online atau angkutan umum, total pengeluarannya sering kali masih lebih rendah dibandingkan membawa kendaraan pribadi.
Dengan perhitungan tersebut, anggapan bahwa naik kereta Malang Surabaya lebih murah daripada menghabiskan BBM kendaraan pribadi memang memiliki dasar yang cukup kuat. Apalagi jika mempertimbangkan biaya tambahan seperti tol, parkir, dan kondisi kendaraan, kereta menjadi pilihan yang tidak hanya hemat, tetapi juga nyaman dan praktis untuk perjalanan antarkota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Devi Ismayanti/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim








