• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Nelayan Tuban.

Perahu milik nelayan Tuban yang karam dan terbalik menjadi salah satu imbas ganasnya cuaca buruk. (Foto: dok. Istimewa)

Nelayan Tuban di Tengah Ganasnya Angin Baratan: Cuaca Buruk Naik 40 Persen, Ujian Bertahan Hidup

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Angin baratan yang datang awal tahun ini membawa lebih dari sekadar gelombang tinggi bagi nelayan Tuban. Musim yang selalu menjadi momok ini kini terasa lebih ganas.

Cuaca buruk meningkat 40 persen dibanding tahun lalu. Kapal-kapal karam, tanggul laut jebol, dan rob meluap ke daratan. Bagi para nelayan Tuban, ini bukan sekadar musim paceklik—ini ujian bertahan hidup.

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

Koordinator Ketua Nelayan Kabupaten Tuban (KKNKT) Ahmad Khusnul Abidin mengungkapkan, sebagian besar nelayan memilih tidak melaut. Mereka memilih memperbaiki perahu.

“Cuaca tidak stabil, ombak tinggi. Daripada mengambil risiko, lebih baik memperbaiki kapal dan alat tangkap,” katanya pada Sabtu (03/02/2025).

Baca Juga: Kronologi Aksi Bejat Pemilik Panti Asuhan di Surabaya, Diduga Rudapaksa Anak di Bawah Umur

Namun, bertahan di darat bukan tanpa tantangan. Tidak ada pemasukan dari laut berarti mereka harus mencari cara lain untuk menyambung hidup.

“Sebagian mencoba budi daya perikanan, sebagian lagi beralih ke pekerjaan lain, seperti proyek bangunan, menarik becak, atau mengelola hasil tangkapan yang masih ada,” ujar Ahmad.

Kondisi ini diperparah dengan minimnya bantuan. Hingga kini, belum ada bantuan signifikan dari pemerintah.

“Yang ada hanya dukungan moril dari paguyuban dan komunitas nelayan,” katanya.

Meski begitu, harga ikan di pasaran justru cenderung stabil, bahkan naik.

“Tangkapan semakin sulit, jadi harga ikut terdongkrak,” ucapnya.

Bagi nelayan yang tetap berusaha bertahan di pesisir, satu masalah lain muncul yakni tambat labuh yang belum memadai. Banyak kapal harus berdesakan, mencari tempat yang lebih aman dari amukan ombak.

“Kondisi tambat labuh saat ini kurang memadai. Beberapa plengsengan rusak karena abrasi dan ombak besar,” ujar Ahmad.

Baca Juga: Geger! Warga Mojosari Mojokerto Temukan Jasad Tukang Bakso Membusuk di Kos-kosan

Dia dan para nelayan Tuban sudah menyampaikan keluhan ini ke pemerintah agar segera diperbaiki dan pembangunan tambat labuh di wilayah yang belum memiliki fasilitas. Di tengah ketidakpastian ini, nelayan Tuban hanya bisa berharap ada perhatian lebih dari pemerintah. Nelayan butuh solusi nyata, tidak hanya bantuan saat ada bencana.

“Infrastruktur untuk perlindungan kapal harus ditingkatkan dan kalau bisa ada asuransi untuk perahu kecil di bawah 7 GT,” harap Ahmad.

Bagi nelayan Tuban, laut adalah hidup. Namun, saat laut tidak bersahabat, mereka harus bertahan dengan cara lain—menunggu cuaca membaik, memperbaiki kapal, dan berharap ada perubahan dari darat sebelum bisa kembali berlayar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Angin baratan di TubanBerita Kabupaten Tuban hari iniDampak cuaca buruk di TubanKabupaten Tuban hari iniNasib nelayan di TubanNelayan di Tuban
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Next Post
Pemilik panti asuhan.

Korban Pelecehan Seksual Kabur, Terungkap Pemilik Panti Asuhan di Surabaya Rudapaksa Anak Asuh sejak 2022

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID