MOJOKERTO, Tugujatim.id – Nenek Jaenah asal Mojokerto siap berangkat haji di usia 100 Tahun. Kendati berusia seabad, Warga Sudimoro, Karangasem, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto tak surut semangat untuk berhaji.
Jaenah menjadi calon jemaah haji (CJH) tertua yang tahun ini berangkat menuju Tanah Suci. Ia dijadwalkan untuk menunaikan rukun Islam kelima dengan didampingi oleh anak ketiganya yakni Asmaul Khusnah.
Namun, perjalanan Jaenah untuk berangkat haji bukan tanpa halangan. Sebab, dirinya sempat tertunda 2 tahun akibat pernah mengalami patah tulang. Luka tersebut ia derita saat hendak menuju masjid terdekat untuk salat berjemaah.
Kini, kondisi tubuh yang kian menua membuat Jaenah harus menggunakan kursi roda untuk berpindah tempat. Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat untuk menunaikan ibadah suci ke Makkah dan Madinah.
“Dulunya ayah dan ibu serta mertuanya itu daftar haji tahun 2016. Ternyata ayah mertua meninggal dunia lebih dulu tahun 2021 lalu,” kata menantu Jaenah, Bisri, Sabtu (03/05/2025).
Bisri melanjutkan bahwa sejatinya Jaenah dijadwalkan berangkat pada tahun 2023 silam sesuai urut porsi. Namun, Jaenah memutuskan mundur hingga dua tahun lamanya. “Kami hanya berharap emak (Jaenah) bisa berhaji dan mendapat predikat haji mabrur,” harapnya.
Sementara, Jaenah mengaku begitu bahagia mendapati dirinya akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Terlebih, ia tak sendiri sebab ditemani oleh anak tercintanya.
BACA JUGA: Pasutri Penjual Pisang di Mojokerto Berangkat Haji Setelah Rutin Nabung Belasan Tahun
“Seneng, kale yugo kulo (senang, karena berangkat dengan anak saya),” ungkapnya.
Bisri menambahkan, Jaenah sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Selain melengkapi berkas surat kesehatan, kondisi kesehatan fisik dan mental juga begitu dijaga oleh Jaenah.
“Jaga kesehatan fisik dan mental, betul-betul dihati-hati oleh beliau, seperti cara menggunakan kursi roda itu gimana, sudah dipantau dan diajari jauh-jauh hari,” tutur Bisri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








