Nevi Rahmi Alfiasari, Nakes Teladan Jatim yang Raih Juara Terbaik Se-Indonesia - Tugujatim.id

Nevi Rahmi Alfiasari, Nakes Teladan Jatim yang Raih Juara Terbaik Se-Indonesia

  • Bagikan
Nakes teladan. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Nevi Rahmi Alfiasari saat menerima Penghargaan Bagi Tenaga Kesehatan dan Sumber Daya Manusia Penunjang Tingkat Nasional Tahun 2021 dari Kementerian Kesehatan sebagai Nakes Terbaik ke-3 se-Indonesia. (Foto: Dokumen)

SURABAYA, Tugujatim.id – Saat ini ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi salah satu garda terdepan untuk penanganannya. Karena itu, apresiasi hingga penghargaan patut diberikan kepada para nakes teladan yang memiliki prestasi maupun dedikasi tinggi, baik saat sebelum pandemi maupun sesudahnya. Karena itu, salah satu penghargaan sebagai Tenaga Kesehatan Terbaik Tahun 2021 dari Kementerian Kesehatan diperoleh Nevi Rahmi Alfiasari. Apoteker di RSUD dr Mohamad Soewandhie Kota Surabaya itu dinobatkan sebagai nakes teladan terbaik ke-3 se-Indonesia. Bagaimana kisahnya?

1. Pengabdian Mulai 2009 hingga Saat Ini

Pengabdian Nevi sebagai nakes teladan berawal dari 2009 setelah dia lulus kuliah jurusan farmasi. Keinginannya bekerja di rumah sakit tercapai setelah dia mengikuti tes CPNS di Pemkot Surabaya saat itu. Hingga kini Nevi bekerja di RSUD dr Mohamad Soewandhie Kota Surabaya sebagai Kepala Seksi Penunjang Medik.

2. Pernah Bikin 10.000 Liter Hand Sanitizer untuk Dibagi ke Seluruh Pemkot Surabaya

Nevi menceritakan bagaimana awal mula pandemi Covid-19 pada 2020, saat stok masker bahkan hand sanitizer, menjadi langka.

“Pada waktu itu, atasan saya memberi tugas untuk membuat hand sanitizer. Saya itu tipikal orang yang tidak akan menolak pekerjaan. Sebab, saya seorang apoteker. Masak saya enggak bisa membuat hand sanitizer,” ungkapnya.

Nakes teladan. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Keluarga selalu men-supprot Nevi Rahmi Alfiasari hingga menerima penghargaan. (Foto: Dokumen)

Bersama timnya, sampel hand sanitizer dilakukan uji microba dan menunjukkan hasil yang bagus. Kemudian dilakukan produksi sebanyak 50 liter untuk kebutuhan di rumah sakit. Tak disangka, inovasi tersebut terdengar hingga ke telinga Wali Kota Surabaya yang saat itu masih dijabat Tri Rismaharini.

“Akhirnya kami disuruh produksi massal sebanyak 10.000 liter dalam waktu lima bulan. Semua dibagikan ke seluruh Pemkot Surabaya, mulai ojek online, masjid, gereja, mall, dan lain-lain,” ujar Nevi.

3. Terpilih Nomor 1 Nakes Teladan Se-Jawa Timur

Tahun 2021, Kemenkes RI mengadakan seleksi pemilihan nakes teladan yang memfokuskan pada penanganan pandemi Covid-19. Dengan inovasinya membuat 10.000 hand sanitizer, Nevy mengajukan diri untuk mengikuti seleksi itu.

“Dari Dinkes Kota Surabaya, kemudian dilakukan lagi seleksi di provinsi yang diambil hanya 3 orang dari seluruh Jawa Timur dengan kategori seperti dokter, perawat, sopir ambulance, dan nakes lainnya,” kata Nevy.

Nakes teladan. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Penghargaan yang diterima Nevi Rahmi Alfiasari. (Foto: Dokumen)

Setelah melalui beberapa tahap membuat esai hingga presentasi, kerja kerasnya membuahkan hasil. Sesuai Keputusan Gubernur Jawa Timur pada 17 November 2021, Nevy terpilih sebagai Pemenang Tenaga Teladan Berprestasi Dalam Penanganan Corona Virus Desease 2019 di Pusat Kesehatan Masyarakat dan Rumah Sakit Provinsi Jawa Timur dengan kategori Tenaga Kesehatan Lainnya.

4. Terpilih sebagai Nakes Terbaik Nomor 3 Se-Indonesia

Tak berhenti sampai di situ saja, Nevi diusulkan untuk mengikuti seleksi tingkat nasional. Alhasil, dia juga terpilih sebagai salah satu nakes yang menerima Penghargaan Bagi Tenaga Kesehatan dan Sumber Daya Manusia Penunjang Tingkat Nasional Tahun 2021 dari Kementerian Kesehatan.

“Dari seluruh Indonesia ada 232 tenaga kesehatan yang terpilih dan 60 orang diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan. Saat itu saya termasuk sebagai nakes terbaik ke-3 seluruh Indonesia, dan saya bisa menerima penghargaan secara langsung,” ungkapnya.

Nakes teladan. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Suasana Penghargaan Bagi Tenaga Kesehatan dan Sumber Daya Manusia Penunjang Tingkat Nasional Tahun 2021 dari Kementerian Kesehatan. (Foto: Dokumen)

Nevi merasa senang, bahkan dia bangga bisa bertemu dengan orang-orang hebat yang saat itu juga mendapatkan penghargaan dari Kemenkes.

“Mereka nakes-nakes hebat, terutama teman-teman di daerah pengabdian ke masyarakat mantab. Kalau dibandingkan yang saya lakukan tidak ada apa-apanya, tapi justru itu yang memicu kami untuk lebih berkontribusi ke tempat kerja dan juga masyarakat,” tuturnya.

5. Suporter Terbesarnya Adalah Keluarga

Bisa mencapai di titik tersebut, tentunya tak luput dari dukungan keluarganya, mulai dari suami hingga anak-anaknya.

“Suporter terbesar adalah keluarga. Suami saya mau mengantarkan ke mana-mana. Saya pulang malam, anak-anak juga nungguin. Terpenting kalau malam meluangkan waktu untuk anak-anak dan keluarga,” ucap ibu dua anak itu.

Semangatnya menjalani profesi sebagai nakes dikuatkan dengan keyakinan menjalaninya karena Tuhan Yang Maha Esa.

“Menurut saya, kerja itu kan termasuk ibadah. Karena sudah menjadi tugas kita, kalau dikerjakan dengan baik, insyaa Allah akan mengalir mulai dari rezeki, kesehatan, teman, dan lain-lainnya. Kalaupun tidak untuk kita, tapi bisa untuk anak cucu kita nanti,” pungkas Nevi.

 

  • Bagikan