• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pabrik springbed di Jember.

Sugeng Rawuh, pengusaha springbed di Jember, tepatnya di Desa Kramat Sukoharjo, yang meraup omzet puluhan juta per bulan. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Pabrik Springbed di Pelosok Jember Raup Omzet Puluhan Juta Per Bulan, Pengusaha Muda Berdayakan Warga 

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in Bisnis, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Pabrik springbed di Jember yang berkualitas berdiri berkat tangan dingin Sugeng Rawuh, 28, warga Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Meski lokasi usahanya berada di jalan berbatu selebar dua meter, ternyata menyimpan cerita inspiratif tentang semangat kewirausahaan anak muda.

Di ujung gang yang tampak sederhana itu, tersembunyi sebuah bangunan bekas bengkel yang disulap sebagai tempat produksi springbed di Jember hingga mengubah wajah perekonomian kampung.

You might also like

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM
GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

14/07/2026 1:52 PM

Baca Juga: Bupati Jember Resmikan Program Elektrifikasi Pedesaan di Wilayah Terpencil

Sugeng Rawuh, sosok pengusaha dengan tekadnya yang kreatif, membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari tempat yang tidak terduga. Sejak memulai usahanya tiga tahun silam atau pada 2022, pria asal Jember ini berhasil mentransformasi hobi menjadi mesin penggerak ekonomi yang nyata.

Berdayakan Tetangga, Membangun Masa Depan

Tidak sendirian dalam perjalanan membangun usaha, Sugeng kini memimpin tim solid beranggotakan 28 orang yang merupakan putra-putri desa setempat.

Setiap harinya, bengkel sederhana ini mampu menghasilkan sebanyak 15 unit kasur pegas berkualitas melalui sistem pembagian tugas yang efisien-mulai dari perakitan rangka, pengemasan, pemotongan material, hingga tahap finishing jahitan.

“Pendapatan kotor kami mencapai sekitar Rp60 juta setiap bulan. Dalam sehari, biasanya kami berhasil memasarkan antara 10-12 unit,” terang Sugeng saat ditemui Tugujatim.id pada Sabtu (07/06/2025).

Jangkauan pemasaran produk buatan tangan ini telah merambah berbagai daerah di Jawa Timur, bahkan menembus pasar Pulau Dewata. Meski masih mengandalkan jaringan distribusi tradisional melalui outlet-outlet ritel, Sugeng telah menyiapkan strategi ekspansi dengan membentuk divisi pemasaran internal.

Tantangan di Balik Kesuksesan

Perjalanan yang gemilang ini tidak lepas dari berbagai rintangan. Kelangkaan bahan baku kayu untuk konstruksi rangka menjadi momok yang terus menghantuinya. Material berkualitas kini harus didatangkan dari Lumajang dan wilayah Jember dengan pasokan yang kian menipis.

“Pencarian bahan baku berkualitas memang menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Stok di pasaran mulai langka,” akuinya sambil menunjukkan contoh produk yang dipajang.

Dengan rentang harga Rp800 ribu hingga Rp3,7 juta per unit, variasi produk Sugeng disesuaikan dengan kebutuhan dan daya beli konsumen yang beragam. Begitu pun dengan ukuran kasurnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Berawal dari Karyawan, Kini Jadi Pemberdaya

Motivasi mendalam di balik kesuksesan ini berakar dari pengalaman masa lalu. Sugeng yang pernah berstatus sebagai pekerja di usaha kerabatnya, kini bertekad menciptakan kemandirian ekonomi sambil membuka peluang bagi sesama.

“Pengalaman sebagai karyawan memberi saya pelajaran berharga. Kini saatnya berdiri sendiri dan mengajak yang lain untuk maju bersama,” ungkap pemuda yang penuh determinasi ini.

Setidaknya, kedatangan pihak pemerintah beberapa waktu lalu, membuat arah usahanya Sugeng semakin terang. Pasalnya, segala urusan administrasi usahanya telah dibuat oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember.

Baca Juga: Bupati Fawait Resmikan Fasilitas Kesehatan NU di Jember Usai Tertunda Bertahun-tahun

Bahkan keberadaan usaha ini, mendapat perhatian khusus dari Bupati Jember Muhammad Fawait. Pria yang akrab disapa Gus Fawait itu mengaku terkejut mendapati industri yang berada di suatu desa dekat dengan pegunungan.

“Temuan ini sangat menggembirakan. Ternyata di sudut desa yang terpencil ini berkembang usaha manufaktur dengan prospek cerah,” puji Gus Fawait saat meninjau langsung tempat usaha Sugeng pada Jumat (23/05/2025).

Pengusaha springbed di Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait saat bertemu Sugeng Rawuh untuk meninjau pabrik springbed di Jember. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Menurut dia, fenomena seperti ini menjadi kunci strategis dalam program pengurangan kemiskinan di tingkat grassroots. Semakin banyak inisiatif serupa, semakin terbuka pula kesempatan kerja bagi masyarakat desa.

Sebagai bentuk komitmen konkret, pemerintah kabupaten akan memfasilitasi proses registrasi merek dagang produk Sugeng untuk memperkuat positioning di pasar.

“Kami berencana menggelar program pembinaan komprehensif guna melahirkan lebih banyak penggerak ekonomi kerakyatan,” ujar Gus Fawait optimis.

Kisah Sugeng Rawuh membuktikan bahwa inovasi dan kerja keras mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang emas, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi besar dari tempat yang sederhana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniJemberKabupaten Jember hari iniPabrik kasur springbed di JemberPengusaha kasur di JemberProduk kasur berkualitas di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:52 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Grounded Business Coaching (GBC) angkatan ke-74 resmi dimulai di Kota Malang, Selasa (14/07/2026). Pelatihan bisnis yang dikenal...

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Next Post
Stasiun Lespadangan Mojokerto.

Cerita di Balik Bekas Stasiun Lespadangan Mojokerto, Dulu Jalur Khusus Armada Pengangkut Gula

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID