JEMBER, Tugujatim.id – PAD Jember dari Pariwisata menunjukkan perkembangan konsisten dalam lima tahun terakhir hingga pada puncaknya mencapai Rp50,3 Miliar pada tahun 2024.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember mencatat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) signifikan dari berbagai sumber pendapatan termasuk pajak restoran, hunian hotel dan retribusi tempat wisata.
Kepala Disparbud Jember, Bambang Rudianto menyampaikan bahwa PAD sektor pariwisata Jember pernah mengalami keterpurukan saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020. Saat itu, PAD hanya mencapai Rp17,1 miliar. Namun, kondisi tersebut berangsur pulih dan terus menunjukkan peningkatan hingga mencapai Rp 50,3 miliar pada tahun 2024.
“Sektor pariwisata adalah salah satu yang paling terdampak ketika Covid-19 melanda. Tidak hanya Jember, hampir seluruh dunia mengalami penurunan pendapatan saat itu. Ketika pandemi mulai mereda, semua daerah termasuk Jember berupaya mengembangkan kembali sektor pariwisatanya,” ungkap pria yang akrab disapa Rudi itu, saat dikonfirmasi pada Sabtu (12/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa tidak ada target spesifik untuk jumlah PAD yang harus disetor setiap tahun karena banyak komponen dalam sektor pariwisata yang sulit diprediksi.
“Untuk tempat wisata yang tidak dikelola langsung oleh pemerintah, kita tidak bisa menentukan target. Namun untuk destinasi yang dikelola Pemkab seperti Rembangan, Kebon Agung, Watu Ulo, dan Patemon, memang ada targetnya,” jelas pria asli Kebonagung itu.
Terkait PAD dari objek wisata yang dikelola pemerintah melalui Disparbud, Rudi memaparkan bahwa pada 2024 realisasinya mencapai 85% dari target. Dari empat destinasi wisata tersebut, hanya Watu Ulo yang berhasil melampaui target yang ditetapkan.
“Sepertinya masyarakat Jember lebih menyukai suasana pantai,” ujar Rudi mengenai faktor yang mungkin mempengaruhi pencapaian PAD di Watu Ulo.
Untuk meningkatkan PAD, terutama di empat wisata yang dikelola Pemkab, Disparbud Jember melakukan berbagai upaya seperti peningkatan kualitas pelayanan, penyelenggaraan beragam acara, hingga menjalin kolaborasi dengan lembaga pendidikan di Jember.
“Ketika kami mengadakan event dan berhasil menarik pengunjung, pendapatan pasti meningkat karena jumlah pengunjung bertambah signifikan. Selain itu, pengunjung yang tidak mengetahui adanya event, yang tadinya berencana pulang bisa menghabiskan waktu lebih lama di lokasi wisata,” tutupnya.
Data PAD Empat Objek Wisata Dikelola Pemkab Jember Tahun 2024:
Wisata Rembangan: Target Rp 1.310.694.800, Realisasi Rp 1.196.912.000
Kebon Agung: Target Rp 943.110.000, Realisasi Rp 708.245.500
Watu Ulo: Target Rp 330.576.120, Realisasi Rp 339.389.000
Patemon: Target Rp 721.981.080, Realisasi Rp 586.120.000 TOTAL: Target Rp 3.306.362.000, Realisasi Rp 2.830.666.500
Perkembangan PAD Sektor Pariwisata Kabupaten Jember:
2020: Rp 17,1 miliar
2021: Rp 22,5 miliar
2022: Rp 33,2 miliar
2023: Rp 50,3 miliar
2024: Rp 50,3 miliar
Setidaknya, PAD tahun 2024 sedikit lebih tinggi dibanding 2023 dengan peningkatan sebesar Rp 21 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko







