• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mbah Nun. (Foto: Dok Riski/Tugu Jatim)

Penonton yang memadati Pelataran Tugu Pahlawan Surabaya saat acara Waliraja Rajawali yang digelar Mbah Nun pada Jumat (23/09/2022). (Foto: Dok Riski)

Pagelaran WaliRaja RajaWali di Surabaya, Mbah Nun: Bentuk Teater Doa dan Harapan Pemimpin Indonesia

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Emha Ainun Nadjib atau yang biasa dikenal dengan Mbah Nun, penulis naskah teater WaliRaja RajaWali, dalam pembukaan pagelaran di Kota Surabaya mengatakan, pementasan ini adalah doa dan harapan untuk bangsa Indonesia, Jumat (23/09/2022).

“Ini merupakan hasil perenungan doa dan harapan untuk masa depan Indonesia. Sumbangsih Maiyah kepada masa depan bangsa Indonesia yang menyangkut seluruh aspek kehidupan politik, ekonomi, kebudayaan, dan seterusnya,” katanya dalam acara tersebut.

You might also like

Malang

Donatur Kolektif Kembali Buka Posko Logistik di Aksi DPRD Kota Malang, Angkat Pesan ‘Makanan Beneran Gratis’

17/06/2026 9:47 PM
Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

17/06/2026 7:36 PM

Drama kolosal yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB itu bercerita tentang bangsa Nusantara dan kepemimpinan. Cerita yang ditampilkan memberi pemahaman akan pentingnya nilai, seiring dengan adanya degradasi nilai di Indonesia.

Selain itu, juga mengajak masyarakat untuk mengetahui pemimpin seperti apa yang sedang dibutuhkan Indonesia saat ini. Mbah Nun juga menjelaskan, WaliRaja bukan RajaWali, merupakan prinsip kepemimpinan dan manajemen kehidupan manusia yang berasal dari khazanah kebrahmanaan atau jagat rohaniah.

“Dengan bahasa yang lebih domestik, bisa disebut Brahmana-Raja, suatu tipologi kepribadian pemimpin yang diperlukan oleh hari esok bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Istilah Brahmana yang juga berhubungan dengan Satriya, Sudra dan Pariya, menurut dia, bukan dalam arti kasta. Tapi, bahasa yang dipinjam untuk menjelaskan fokus tujuan hidup manusia. Yakni, Brahmana berarti manusia dengan konsentrasi nilai-nilai ketuhanan, kerohanian kebijaksanaan, dan keindahan. Tidak menolak materialisme, tapi tak mengutamakannya.

Sedangkan Sudra dan Pariya bedanya terletak pada penempatan posisi primer-sekunder antara ketuhanan dan keduniawian, dan antara kerohanian dengan materialisme. Pariya terpaksa menyembah keduniaan karena tidak punya pilihan, Sudra menomorsatukan materialisme karena ambisi dan kerakusan.

“Pemimpin Indonesia sebaiknya manusia yang berjiwa Brahmana, tapi bertugas sebagai Satriya. Jangan sampai pemimpin Indonesia adalah orang yang duduk di kursi Satriya, tapi berjiwa Sudra dan bermental Pariya,” ucapnya.

Untuk diketahui, teater ini merupakan bagian kedua dari trilogi lakon teater perdikan Yogyakarta. Pertama berjudul Mlungsungi, dan yang ketiga akan segera ditentukan judulnya.

Acara yang digelar hingga pukul 00.00 WIB ini dihadiri ribuan penonton. Setelah teater selesai ditampilkan, dilanjut dengan launching Hari Jadi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unair ke-50 dan sinau bareng atau Maiyahan bersama.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniBerita Mbah NunEmha Ainun NadjibKota Surabaya hari iniMbah Nunpagelaran di Kota SurabayaPagelaran Emha Ainun NadjibTeater WaliRaja RajaWali
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Malang

Donatur Kolektif Kembali Buka Posko Logistik di Aksi DPRD Kota Malang, Angkat Pesan ‘Makanan Beneran Gratis’

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 9:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Komunitas Donatur Kolektif kembali membuka posko logistik untuk mendukung peserta aksi yang digelar di depan Gedung DPRD...

Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 7:36 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi BEM Surabaya (ABS) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/06/2026), tidak...

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

Next Post
Kecelakaan maut minibus Elf. (Foto: Dok Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng/Tugu Jatim)

Kecelakaan Maut Minibus Elf, Rombongan Pensiunan Guru SMP 8 Pasuruan Tabrak Truk di Tol Semarang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID